
Pagi yang baru bagi Aira, ia sudah merubah sedikit penampilannya pasca kejadian yang membuat hatinya benar-benar sakit, sebenarnya Author sendiri tidak peduli dia ingin sakit hati atau tidak, karena semakin Aira ditindas semakin membuat pembaca darah tinggi.
Bukankah itu membuka rejeki dokter karena pasien yang drop akibat darah tinggi meningkat, akibat membaca novel ini.
Sudah lupakan, hari ini Aira ingin merubah sebagian dari penampilan dan personalnya, tidak seperti biasa, dia datang ke kantor dengan senyum sumringah, kali ini Aira datang dengan wajah tegas di balik kacamata tipis dan penampilan yang masih dibilang cupu.
Senyum manis penyambut pagi kini berubah menjadi seringai tipis balas dendam, dia sudah memulai paragraf dari segala pembalasannya, sudah cukup penghinaan yang dia dapatkan, dan kali ini dia akan membuat Evan, benar-benar menyesali semuanya.
"Stop!" suara Aira membuat taksi yang ditumpanginya berhenti didepan sebuah gedung perkantoran.
Aira merogoh tas-nya dan mengeluarkan beberapa lembar uang sesuai argo yang akan dia bayar, setelahnya dia keluar dari taksi dan kini berdiri langsung di kantor tempat dia bekerja.
Ia memeluk erat surat pengunduran dirinya, minder nya sudah berubah, penampilannya bukanlah alasan untuk dirinya di tindas, dan dia akan membuktikan bahwa yang di tindas tidak selamanya lemah.
Aira menarik napas panjang, mengurai segala kalimat yang akan dia ucapkan nanti didalam otaknya, dia kemudian berjalan dengan langkah tegas, membuat sepatunya berdetak seirama langkahnya memasuki gedung perkantoran tersebut.
Tampak semua mata masih memandangnya remeh dan lemah, bahkan setelah video tersebut tersebar dia sudah menjadi bulan-bulanan netizen.
Seorang wanita yang merupakan rekan kerja Aira, berjalan mendekati Aira yang berdiri menatap semua rekan kerja nya, wanita tersebut menarik tangan Aira kasar yang membuat Aira tersentak.
"Kau masih berani datang kesini? Apakah kau tidak tahu malu?" tanya wanita tersebut.
Aira menghentak lengan wanita tersebut dan mendorong bahunya, yang membuat seluruh rekan kerjanya menatapnya kaget, Aira menarik kerah turttlenet wanita itu dan mencengkramnya untuk disudutkan di tembok ruangan tersebut.
Wanita itu terkejut akan balasan yang dia terima, ia berusaha memberontak sebelum Aira menampar wajahnya kesal. "Riasan di wajahmu sudah cukup tebal, apakah kau tidak butuh sedikit polesan merah merona?"
Plak!
Sekali lagi tamparan kekesalan dari Aira mendarat sempurna di wajah wanita tersebut, Aira melirik ke meja disampingnya, dia mengambil air minum yang ada disana kemudian menyiram wajah wanita tersebut.
"Jangan kau pikir, kau masih bisa menindasku setelah kejadian semalam!" bisik Aira melepaskan cengkamannya.
Aira kemudian berjalan ke tengah ruangan, menggebrak meja dengan wajah penuh ketegasan, benar-benar representasi sekretaris dari boss besar.
"Kalian semua! Kemarin adalah trial terakhir kalian menindasku, kalau sampai aku mendengar satu ocehan dari mulut kalian lagi, jangan salahkan aku-"
Aira tersenyum, dan menyeringai kecil sebelum tangannya sigap mengambil mouse laptop dan melemparkannya ke wajah pria tersebut.
Bledug!
Semua orang tersentak kaget bukan main, Aira benar-benar sudah merubah personal nya dalam satu malam, dan ini bukanlah bahan bercandaan.
"Jangan salahkan aku kalau kalian akan bernasib seperti dia!" lanjut Aira dengan nada penuh penekanan.
Aira kemudian kembali berjalan meninggalkan mereka semua, kali ini tujuannya adalah ruangan Evan, tidak butuh waktu lama, Aira membuka ruangan Evan tanpa permisi yang membuat Evan terkejut.
Aira melemparkan surat resignnya kepada Evan yang membuat Evan langsung berdiri kaget.
"Apa maumu?" tanya Evan yang membuat Aira tersenyum nakal.
Aira berjalan mundur melepas kacamata serta ikatan rambut yang membuat rambutnya tergerai.
"Menurutmu?" tanya Aira dengan nada berat.
•
TBC
BAB ini ditulis oleh Ridz, anak online dari Mama Reni, dia baru saja mengeluarkan karya baru berjudul GENIUS BRIDE DUDA DEPRESI.
Fakta tentang Ridz:
Ridz sangat menyukai karakter Thor, Tonystark, IM, Captain America serta Doctor Strange pada seri Marvel.
Dia pecinta sinetron dan sangat mengidolakan Robert Downer **, ia memiliki cita-cita sebagai kasir Indomart.
Lagu kesukaannya adalah Luka Sekerat Rasa, selain itu dia adalah remaja yang humoris.