Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
5. Jatuh Ke Ngarai!



Xiao Lin menatap cincin itu dengan seksama. Cincin yang ada didepannya, memiliki motif naga dan Berlian biru mengkilat mempesona Xiao Lin. Xiao Lin menjadi semakin terpesona, tangannya mulai menggapai cincin itu, namun,


>Lin'er! jangan menatapnya terlalu lama, atau kamu akan kehilangan akal sehatmu dan akan selalu terobsesi dengan kekayaan!<


Xiao Lin kembali sadar setelah diteriaki gurunya. "Guru,...Ada apa dengan cincin ini?"


Xiao Lin menjadi sedikit takut dengan cincin yang ada didepannya. Mentalnya menjadi lebih terganggu segelah menatap berlian yang ada didepan. >Itu adalah Cincin Permata Batu Delima———Pemilik sebelumnya, Dewa Matahari dari dimensi Tujuh Langit Yin, memiliki begitu banyak berlian dan permata———Lalu, karena suatu alasan, dia memberikan ku permata berbahaya ini. Jangan salahkan aku, karena Wanita Tua itu menjebak-ku dari awal!<


Gurunya terdengar kesal setelah membicarakan Dewa Matahari dari dimensi Tujuh Langit Yin. Xiao Lin menurunkan tangannya, dan mulai bertanya. "Guru, jika aku memegang cincin ini dengan kondisi seperti tadi, apa yang akan terjadi?"


>Yang akan terjadi, kamu akan menjadi batu. Dan selamat 1000 tahun menjadi batu, memang pada akhirnya kamu akan hidup, namun, 3 bulan setelah terbebas, setiap Dantian mu akan rusak, bahkan Alam Jiwa. Tapi, tenang saja, setelah terpasang, maka kutukannya tak akan aktif kecuali kamu yang mengaktifkan nya.<


Xiao Lin menelan ludahnya, bagaimana bisa aku memegang benda yang sangat berbahaya ini?


Tanpa pikir lebih panjang lagi, Xiao Lin memasang cincin itu di jari tengah, dan beberapa saat kemudian energi masuk dengan deras kedalam tubuh Xiao Lin. "Guru, entah kenapa.... Badanku terasa berenergi!"


>Begitukah? Energi yang masuk begitu sedikit bagiku, jadi hanya untuk sebagai penyimpanan dan gaya.< Lu Zhong terdengar datar saat berkata.


Xiao Lin hanya tertawa kecil sebelum didalam hati ia berkata. 'Bagaimana bisa murid yang bahkan belum memulai kultivasi bisa dibandingkan dengan guru yang telah menjadi dewa?——'


"Ngomong-ngomong, kita akan pergi kemana kali ini?" Xiao Lin berkata sambil menatap kesekeliling yang hanya ada batu, dan kedua penjaga yang seharusnya berjaga diluar.


>Pertama-tama, simpanlah kedua Patung Penjaga tingkat Qi Venerable suatu hari pasti berguna untuk mu.<


Xiao Lin berjalan menuju kedua patung penjaga itu. Kedua Patung itu, memiliki badan yang begitu kekar, namun wajah mereka yang sangat mengerikan membuat Xiao Lin berhenti agak menjauh dari mereka. Dia teringat dengan pengalaman yang terjadi di depan gerbang.


Beberapa saat setelah Xiao Lin berdiri menatap mereka, Kedua Patung Penjaga itu tiba-tiba berlutut dihadapan Xiao Lin. "TUAN, TOLONG BERI PERINTAH!"


"Eh?" Xiao Lin tampak sedikit terkejut dengan tingkah laku mereka berdua. Dia agak masih takut, namun tetap saja, dirinya tidak tau harus berbuat apa disaat seperti ini. "——Guru? Bagaimana caranya membuat mereka masuk kedalam Cincin?"


>Tinggal Alirkan saja.<


Xiao Lin mendadak menjadi datar setelah gurunya verkata. "Guru, apa yang anda katakan pada orang yang bahkan belum mulai berkultivasi?"


Lu Zhong menjadi terdiam. Beberapa saat kemudian, suaranya keluar dan memberikan Xiao Lin instruksi secara perlahan.


Xiao Lin disuruh menutup mata, dan merasakan aliran air yang ada didalam badannya. Itu yang disebut Tenaga dalam.


Tenaga dalam, Tenaga Luar, dan Qi adalah hal yang berbeda. Tenaga Dalam adalah sebuah energi yang menggunakan Energi kehidupan atau Energi Alam yang diserap dan menjadi energi kehidupan yang menompang raga agat tetap awet muda dan Energi dalam juga Memperpanjang umur.


Tenaga Luar adalah Tenaga yang bukan dari dalam tubuh, dan biasanya digunakan untuk teknik berpedang dan bela diri. Bisa dibilang, energi yang membungkus Senjata agar semakin kuat, lincah dan tajam. Energi Luar sangat sulit di kendalikan karena perlu Ilmu Pengendali Batin yang luar biasa. Orang yang terbiasa mempelajarinya, akan kesulitan untuk menerobos karena yang sangat diperlukan dalam berkultivasi dan menerobos adalah Tenaga Internal.


Dan yang terakhir, Qi adalah energi yang khusus untuk mengeluarkan unsur sejati dan Hukum Alam. Qi, adalah tenaga yang memerlukan Tenaga Dalam, Diekstrak dari luar secara murni. Dengan kata lain, Qi adalah Tenaga yang masih murni Dari luar, tanpa adanya campur tangan dari dalam, dan tenaga itu masuk kedalam tubuh.


Dan untuk menggunakan cincin, memerlukan Tenaga Internal yang ditransfer kedalam cincin. dan dengan sedikit bayangan Kedua Patung Penjaga itu, maka mereka akan masuk kedalam cincin.


Xiao Lin mengikuti perkata gurunya. Ia mengalirkan tenaga dalamnya kedalam jari tengah kirinya, lalu dengan konsentrasi penuh, Tenaga Internal (Dalam) memasuki cincin, dan dengan bayangan dari mereka berdua, semua akan selesai.


>Kamu akan terbiasa seiring waktu, dan kamu bahkan belum memulai perjalananmu sebagai Pendekar kan? Kalau begitu, mari pergi———<


"Ngomong-ngomong, guru, kamu seorang pendekar?" Xiao Lin menatap kesekeliling.


>Gurumu ini seorang pendekar juga lah seorang ahli bela diri. Gurumu sangat bertalenta, jadi banyak talenta yang guru mu pelajari.< Lu Zhong berkata dengan datar, seolah-olah itu bukanlah hal yang sangat luar biasa.


Xiao Lin setelah mendengarkan ocehan gurunya, ia berjalan kearah gerbang. >Tunggu! Lin'er, kamu salah mengambil jalan.<


"Eh? Maksud guru." Xiao Lin berhenti berjalan.


>Jalan mu ada dibalik batu Altar.<


Xiao Lin segera menghadap kearah Altar dan berjalan menuju kebelakangnya. Ia menemukan sebauah lobang seukuran orang dewasa disana. tanpa pikir panjang, ia segera melewati pintu itu tanpa ragu sedikit pun. "Guru, kita akan pergi kemana?"


>Kita akan mendapatkan uang untuk pertama!<


beberapa saat kemudian, sebuah angin lembut membelai pelan rambut hitam legam Xiao Lin. dan 5 langkah kemudian, ia sudah berada diujung jalan. Langit biru menatap Xiao Lin dengan bersahabat, begitu pula dengan matahari yang begitu hangat. Namun, ia sama sekali tidak senang, karena sekarang ia berada ditepi ngarai. "Guru? Untuk apa aku harus ada disana?"


Xiao Lin kemudian, menatap kesekeliling. yang ada hanya Ngarai-ngarai yang memutari hutan yang begitu lebat.


>Pertama mari kita pidik Forging Gold Body Realm; Last Stage!<


"Eh? Guru? Kamu berencana mengirimku ke bawah sana?" Xiao Lin menjadi agak ketakutan. Ia ragu, apa keselamatan nya akan terjamin jika langsung terjun tanpa payung kesana.


>Ya! Tenang aja, yang paling tinggi ranahnya disana adalah Sky Lord Realm; Gray Sky Stage!<


"Saya tidak yakin, entah kenapa Ranahnya terdengar lebih Agung dibandingkan dengan Internal Disaster!" Xiao Lin bermuka buruk ketika berkata.


>Jika kamu tidak turun, maka———<


"?"


Huufhhhhhh!


Sebuah angin yang sangat kuat menerjang Xiao Lin dari belakang dan memaksanga untuk Terbang yang pada akhirnya akan jatuh layaknya batu. "Uawaawwwwwwh!"


Xiao Lin berteriak dengan sangat keras, dan beberapa saat kemudian, badannya segera menbentur pada pohon dengan sangat kuat.


Trkkkkk! Tak! Tak!


Xiao Lin mendarat dengan sempurna, dan hanya ada lecetan pada badannya. Badannya menghadap langit-langit yang dihalangi pohon-pohon yang kebat seta banyak. >Baiklah! Saat nya mengajari dasar-dasar berkultivasi untuk pemula!<


__________________