Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
19. Xiao Mei



Xiao Lin melahap makanannya dengan mengangkat bagian bawah topeng saja. Ia sudah menduga, kalau rasanya akan berubah. Sekarang rasanya dipenuhi dengan rasa yang tidak ia kenal.


Ia sedikit menggeram. 'Kak Mei, sebenarnya apa yang terjadi padamu?'


"Adik Lin? Apa yang salah?" Zhou Yu melahap makanan yang ada diatasnya. Semua makanan itu sesuai dengan harganya. Begitu lezat. "Apa kamu tidak makan?"


"Tidak." Xiao Lin menggeleng kepalanya. "Rasanya——— Aku sama sekali tidak mengenali rasa ini,"


Xiao Lin kembali menutup topengnya. Ia kemudian, menatap Saudarinya yang ada didepan menari.


Walau selama satu tahun ini ia jarang bertemu, namun Xiao Mei tetap memiliki tempat dihatinya. Ia sudah menganggap Xiao Mei tersebut sebagai kakak serta saudaranya.


Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada saudarinya? Ia tau Xiao Mei itu orangnya seperti apa. Ia selalu bertingkah seperti laki-laki dan berlagak sebagai kakak, dan selalu melindungi Xiao Lin saat diganggu anak-anak yang lain. Ia juga tidak pernah menerima lamaran dari seorang pria dari latar keluarga yang sangat kuat.


Xiao Lin juga sadar. Kalau ada sesuatu yang salah sejak pertemuan terakhir kalinya. Pada hal, pertemuan terakhir kalinya itu adalah pertemuan setelah 1 tahun lamanya, namun ia langsung bergegas membawa belanjaan dan meninggalkan Xiao Lin.


"Itu namanya penjahat,"


>Dan Ingat, kamu boleh menjadi baik, tapi jangan terlalu baik. Kamu harus halus dan kasar secara bersamaan.<


"Baiklah." Xiao Lin mengangguk pelan.


Sedangkan Zhou Yu, menatap Xiao Lin dengan tajam. Kenapa dia mengangguk? Apa itu sesuai seleranya? Adik kecilnya menyukai sesuatu yang seperti ini? Itulah yang bergema dipikiran Zhou Yu saat itu.


"Adik Lin, kenapa kamu terlihat begitu senang?" Zhou Yu berkata dengan agak kesal. "Apa kamu menyukainya?"


"Tidak ada yang menyukai saudarinya, menunjukkan bentuk badannya didepan banyak orang, terlebih lagi orang mesum." Xiao Lin berkata dengan pelan dan datar, namun terasa emosi sedih didalam.


Pernyataan Xiao Lin membuat Zhou Yu mengerutkan dahinya. Ia kemudian, menatap wanita yang sedang menari diatas panggung. 'Saudari? Dengan kata lain, dia sudah mengenal wanita ini ya?'


Satu jam berlalu, dan pertunjukan berakhir dengan tepuk tangan dari penonton. Awalnya, Xiao Lin merasa lega kalau semua berjalan lancar dihadapannya, namun seseorang berseru.


"Nona! Temanilah aku malam ini, dan akan kuberikan segala yang kau inginkan!" Orang itu melempar sekantong koin. Dia tidak lain adalah Xiao An, ayah dari Xiao Lin. "Ambillah, disana berisi seratus koin emas. Dan bergegaslah, karena aku tidak menerima lambat!"


Xiao Lin bergetar saat mendengarnya. Ia kemudian menghadap kearah Xiao Mei yang mengerutkan dahinya.


Dia mengambil uang itu, dan menghilang dari panggung. "Kak Mei....?"


Xiao Lin merasa penasaran. Kenapa Xiao Mei mengambil kantong itu? Apa dia memang dalam masalah? Kalau begitu aku harus membantunya!


Memang benar, mungkin status Xiao Lin sudah menjadi buron, namun untuk Zhou Yu, statusnya buron di aliran hitan. Itu lebih bahaya dari pada Status Xiao Lin.


"Dik Lin, tenanglah, kita tidak bisa bertindak gegabah." Dan Zhou Yu juga memberi saran untuk tidak mengamuk. "Marah, mengamuk, dan tidak terkendali hanya akan menyebabkan kerugian."


"Baiklah," Xiao Lin menenangkan dirinya. "Aku akan mengurus ini. Kakak bisa kepenginapan. Aku akan pergi menyapa Kak Mei."


Xiao Lin berdiri, dan meninggalkan dua koin emas lalu pergi dari sana setelah membayar tagihan nya.


——— Setengah Jam Kemudian


Seorang wanita berlari ditengah gelapnya malam. Dia seakan-akan dikejar oleh sesuatu yang mengerikan.


Benar, itu adalah Xiao Mei. Walau tidak terlalu terlihat mukanya, rasa keputusasaan meluap dari dirinya.


Dia membuka pintu disalah satu rumah. Dan bergegas menuju keruang kamar. Ia melihat seorang perempuan kecil dan mungil, sedang tidur.


Xiao Mei membereskan semua bajunya, dan setelah itu mengangkat anaknya. "Tenanglah nak, ibumu akan melindungi mu."


Anak itu, Xiao Yin membuka matanya untuk sesaat, dan kembali menutupnya.


"Xiao Mei! Kenapa kamu lari?!" Suara seorang pria yang sangat kuat terdengar dari luar, membuat Xiao Mei jantungan.


Xiao Mei memutar badannya, dan lanjut berlari ke belakang, melalui jalan memutar.


Pria itu, Xiao An bersama bawahannya, mununggu selama 3 menit dan tidak ada respon. Itu membuat Xiao An menjadi kesal dan menyuruh para bawahannya untuk memeriksan kedalam. Dan hasilnya, nihil.


Xiao An mengeluarkan auranya yang penuh dengan niat membunuh.


Seorang pemuda memakai topeng, diam-diam melihat Xiao An dengan sangat tenang hanya tertawa. "Heh, padahal sudah punya anak,"


"Xiao Mei! Beraninya kau kabur dari ku!!!!"


Suaranya bergema. Amarah yang tidak terkendali, membuat para bawahannya bertekuk lutut. Untuk Pemuda yang ada diatas, kekuatannya masih dibawah rata-rata, jadi dia tetap tenang mengawasi.


"Cepat cari Xiao Mei itu sampai kesudut kerajaan! Jangan sampai kehilangan jejaknya sedikitpun!" Xiao An yang berambisi, tidak melepaskan Xiao Mei. Sedangkan Xiao Lin yang menatap dari atas, hanya tetap tenang.


Xiao Lin berbalik dan menghilang di gelapnya malam.


————