Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
11. Keluar Dari Ngarai



Xiao Lin segera keluar dari dalam sungai sesudah mandi dan mencuci bajunya. Ia hanya menunggu Bajunya kering dan setelah itu, dia akan pergi dari tempat ini. Menuju dunia luar.


Xiao Lin menatap keatas langit yang sangat biru. Dia membayangkan, Jalan hidupnya untuk selanjutnya. Dan dalam seketika, sosok Xiao Fu dan Xiao An ada dikepalanya. "Dendam ya..."


Xiao Lin tidak ingin mengakuinya, namun, memang, untuk anak yang berumur baru 8 tahun beberapa minggu yang lalu, dendam bukanlah hal yang baik. Dan dendam yang dimiliki Xiao Lin tidak amat besar, untuk membunuh semua orang di keluarga cabang Xiao. Namun, tetap saja, ia masih ingin menghajar Xiao Fu dan Xiao An. Ia tidak rela, digitukan begitu saja. Harga dirinya terluka akibat hal itu.


>Lin'er? ada apa? apa yang ada dipikiranmu?<


"Guru, apa kamu mempunyai dendam abadi dengan orang lain?"


Pertanyaan Xiao Lin membuat guru anak itu menjadi diam untuk sesaat. >Gurumu ini, punya sebuah dendam yang amat dalam pada seseorang.<


Tatapan bocah yang memiliki tubuh yang tampak berusia 11 Tahun itu, menurunkan kepalanya. "Apa yang terjadi dengan orang itu?"


>Mati dengan mengenaskan———<


Xiao Lin terkejut dengan perkataan guru nya yang tetap tenang. ia menerka, bahwa gurunya lah yang membunuh pria itu.


>Tapi, bukan aku yang membunuhnya, Istriku lah yang membunuhnya.<


"Kenapa?" Rasa penasaran Xiao Lin semakin menjadi-jadi membuat Lu Zhong tidak menahan setiap perkataannya.


>Aku, dulu saat masih berdua dengan Lan Yin'er, kami hanya seorang teman yang jarang bertemu. Memang, aku lah yang pertama jatuh cinta dengannya, tapi, saat aku tau latar belakangnya, aku menjadi bertanya-tanya, apa aku cocok untuk menjadi pendamping hidupnya? Dan mulai saat itu, aku memiliki tekad yang amat kuat dari sebelumnya. 10 Tahun berlalu, dan aku menjadi salah satu orang terkuat di dunia. Namun, tetap saja, itu masih tingkat dunia, sedangkan Lan Yin salah satu orang terkuat di dimensi. Aku yang sadar akan hal itu, menjadi lebih giat berlatih. Namun, saat aku sedang dalam masa pelatihan, aku mendengar bahwa Lan Yin'er akan segera menikah. Itu membuatku frustasi, depresi dan menyerah dengan hidupku, saat itulah, Istri kedua gurumu, Long Jie datang menyemangatiku. Dia membuatku menjadi memiliki tekad yang sangat luar biasa, dan bahkan membuat gurumu ini berani menerobos kedalam istana Penguasa Dimensi, menentang satu dimensi, dan membunuh Kaisar Surgawi. Lan Yin, Long Jie, dan diriku kabur kedimensi lain, kedimensi yang lebih tinggi dari sebelumnya, dan itulah, dimensi Sembilan Alam Agung.<


"Jadi, siapa yang guru benci?"


>Dong Shu, Mantan Tunangan Lan Yin. Dia bukan hanya mengejar kami habis-habisan, tapi juga berhasil menculik Lan Yin dan Long Jie. Aku mengejar Dong Shu hingga kembali ke Alam dimensi sebelumnya. Aku tidak datang tepat waktu, karena saat aku datang Dong Shu sudah dalam keadaan mengenaskan.<


Xiao Lin menjadi kagum dengan kisah cinta gurunya, serta istrinya, namun, ada satu hal yang membuat Xiao Lin menjadi penasaran. "Jadi, istri guru yang ketiga kapan bertemu dengan guru?"


>Saat itu Gu Min adalah salah satu dari 9 Anak Perempuan kaisar dimensi Sembilan Alam Agung. Aku tidak perlu usaha keras untuk menikahinya, dan Gu Min sendiri lah yang memintaku untuk menikahinya. Dan saat aku menikahinya, kebetulan aku juga dinobatkan sebagai Penguasa Dimensi Sembilan Alam Agung.<


Kisah gurunya membuat Xiao Lin semakin kagum, ia menjadi penasaran, suatu hari nanti, bagaimana caranya dia akan menceritakan kisah nya sendiri. "Kisah guru sungguh sangat luar biasa! Suatu hari nanti aku pasti akan memiliki kisah yang luar biasa dari pada guru!"


Lu Zhong tertawa kecil. >Kisahku tidak lah seluar biasa itu. Kisah yang paling luar biasa adalah kisah yang bernama Cinta Abadi.<


"Cinta...... Abadi?" Xiao Lin menjadi penasaran dengan kisah yang dikatakan gurunya.


>Benar, sebuah kisah yang bercerita tentang dua orang yang saling mencintai namun selalu dipisah oleh dunia, laut, langit, dan surga. Cinta yang dikutuk oleh para dewa. Tapi, pria itu, Xiao Chen, tidak pernah menyerah, dia menentang para dewa, serta segala dimensi. Dia lah yang terkuat sebenarnya. Namun, istrinya meninggal disaat-saat terakhir. Dan setelah itu, dia menghilang.<


"Apa kisah itu nyata?"


>Tentu! Xiao Chen adalah junior serta sahabatku! Walau dibilang junior, bukan adik kecil ku, umurnya jika dihitung sebelum reinkarnasi, mungkin hampir mendekati satu juta tahun! Istrinya adalah sahabat baik Istri Guru mu yang pertama. Haha, aku menjadi merindukan masa-maa saat Xiao Chen dan Lin Qing masih berada disekitar kami.<


"Apa yang terjadi pada mereka saat pergi dari tempat guru?"


>Sudah, sudah! Jangan dibahas lagi, matahari sudah berada diatas kepala!<


Xiao Lin ingin melanjutkan percakapan, tapi sudah waktunya, jadi lain kali dia akan menanyakan. "Baik Guru."


dan beberapa saat kemudian, Xiao Lin sudah memakai baju yang penuh dengan robekan. Dia berencana akan pulang kerumah, dan mengambil baju baru dirumah saat keluar dari sini.


Xiao Lin juga memasang Pedang Pemakan Senjang Malam di pinggangnya, bersiap-siap jika monster tingkat Sky Lord menyerangnya.


Xiao Lin memberi pemanasan pada tubuhnya, dan beberapa saat kemudian, ia mendorong kakinya dengan sangat kuat.


Dan teknik yang pertama kali gurunya ajarkan adalah, Penyembunyi Jiwa dan Penyempunyi Hawa Keberadaan. Dua teknik itu akan menjadi kunci untuk keluar dari sini. Oleh karena itu, bukan teknik bertarung yang pertama kali diajari gurunya.


Ia sudah memasuki Hutan darah. Memang, semakin dalam maka semakin pekat bau dari darah. Xiao Lin menjadi penasaran, sebenarnya darah dari mana ini? Gurunya saat pertama kali datang, bau yang seperti ini tidak pernah ada. Jadi, gurunya juga termasuk orang yang tidak tau akan hal ini.


Didalam hutan, tidak ada tengkorak, atau badan, atau bahkan darah.


Dan tibalah Xiao Lin di depan gua. Pernapasannya mulai terengah-engah. tentu saja. Karena dia sama sekali tidak pernah menelusuri Hutan darah yang lebih dalam, karena itu, untuk waktu sebentar Xiao Lin tersesat. Beruntung gurunya memberi jalan.


Bau darah semakin pekat saat Anak Kecil itu mulai melangkah. Xiao Lin menutup mulutnya serta hidungnya dan bergegas melewati gua itu.


Didalam gua yang begitu sepi, bau dari darah dan bangkai menjadi lebih pekat dari sebelumnya. Langkah dari kaki Xiao Lin berhenti saat melihat, setumpuk tulang yang menjadi lantai. Ia tidak tau seberapa dalam tumpukan ini, tapi bisa ia pastikan tumpukan tulang itu sangatlah dalam, dan memakan banyak ruang juga. Setidaknya, 5 Meter kedepan sudah menjadi jalan batu kembali.


Xiao Lin mengumpulkan Energi Internal dikaki kanan dan kiri. Dan dalam satu dorongan, Xiao Lin hampir melewati tumpukan itu, hanya tersisa 3 Meter. >Lin'er! Segera tarik semua energi dalam mu, dan bersembunyi! Sesuatu datang!<


Mendengar peringatan Lu Zhong, Xiao Lin memadamkan semua titik dantiannya dan kemudian jatuh kedalam tumpukan tengkorak itu.


Dugh! Dugh! Dugh!


Suara langkah kaki yang amat besar, terdengar dari segala arah jadi dia sama sekali tidak bisa memastikan, dari mana arah suara itu berasal.


ROAAAAAAARRRRRRR!


Auman yang begitu keras, membuat Xiao Lin menjadi sakit kepala. Dia ingin berteriak kesakitan, namun semua rasa sakit itu ia pendam. Darah segar juga keluar dari telinganya. Lu Zhong hanya bisa menutup matanya dan memikirkan sebuah cara. Namun, belum ada satu pun yang datang.


>Lin'er, kerahkan Empat persepuluh tenaga dalammu ke dalam telinga. Berjaga-jaga jika auman itu datang lagi. Dan gunakan semua teknik yang kuajarkan padamu.<


Xiao Lin mengikuti arahan gurunya, dan mengarahkan tenaga dalam menuju telinga. Ia juga menutup hawa keberadaan sepenuhnya. dengan begini, seharusnya keamanan dia akan jadi lebih baik dari sebelumnya


Telinganya masih terasa amat sakit dan sekarang terasa lebih sakit. Sekarang ia tau, seberapa besar kesenjangan antara Forging Diamond Qi dan Sky Lord yang mendekati tahap terakhir. Jika saja, dia berada diranah Internal Disaster, apa hasilnya akan berbeda?


Dughrkkk! Drkkkk! Drkkk!


Tampaknya monster itu melangkah ke Tengkorak-tengkorak yang berada dijalan.


Xiao Lin menghela nafas lega. Sekarang ia bisa keluar dari sini. Xiao Lin memanjatkan tengkorak-tengkorak itu. "Permisi, maaf,"


Dan iapun tiba keatas dengan permintaan maaf yang tak terhitung jumlahnya. Mata Xiao Lin menatap kebawah, ia berpikir semua menusia yang ada di sini, pasti menderita.


>Lin'er, segera keluar dari gua itu dan tutup jalan keluarnya, sepenuhnya!< Lu Zhong berseru. Didalam Alam Jiwa Xiao Lin, ia menggertakkan giginya. Rasa amarah yang tak terhingga ia rasakan. Monster ini memakai ilmu gelap agar bisa sampai di ranah Sky Lord. Dia pantas mati saat bertemu Pembudidaya Aliran Putih.


Saat aku mendapatkan tubuhku kembali, yang pertama kuinginkan adalah nyawamu.


Kata-kata yang ada didalam hati Lu Zhong saat itu adalah sebuah pernyataan yang pasti akan ia perbuat suatu hari nanti.


Xiao Lin sudah melihat jalan keluar. Anak kecil itu tersenyum dan bergegas untuk keluar. Dan saat ia berada diluar, dia kegirangan. "Akhirnya! Aku keluar juga!"


Xiao Lin yang merasa selalu dikurung itu, merasa sangat senang. Ia Akhirnya bisa memulai perjalanannya sebagai Kultivator. Sebuah cerita yang luar biasa akan ia ciptakan, dan ia ceritakan pada generasinya selanjutnya. Sama seperti saat gurunya menceritakan masa lalunya yang mengagumkan.


Lu Zhong hanya tersenyum dan segera berkata; >Lin'er, Segeralah tutup jalan keluar itu agar dia tidak pergi, dan setelah itu kita akan memulai perjalanan kita yang panjang.<


Xiao Lin mengambil batu yang besarnya sama dengan telapak tangan orang dewasa dibawahnya. "Baik guru!"


Darrrrrrrrrrr!