
Zhou Yu hanya bisa terdiam di belakang Xiao Lin. Dia terkejut sekaligus heran. Banyak pertanyaan muncul di kepalanya.
"Apa ada yang kamu lepaskan?" Ucapan dari Xiao Lin membuat patung tersebut menggeleng kepalanya.
"Tidak tuan."
"Bagus," Xiao Lin mengangguk. Lalu matanya mengarah pada Zhou Yu yang masih terdiam. Dia sudah bisa menebak apa yang ada di kepala Zhou Yu. "Tempat ini adalah Black Heaven Wind Sect. Tadi malam kita diserang dan kakak berhasil di bawa mereka, jadi aku datang ke sini untuk menyelamatkan kakak,"
Zhou Yu masih terdiam. Dia tidak tau apapun pasalnya dia begitu tidak sadarkan diri atau bisa di bilang, Tidur.
Beberapa saat kemudian Zhou Yu hanya bermuka pahit. Dia sama sekali tidak menyangka tempat ini akan hancur sebelum jawaban yang ia tunggu hadir.
"Uhmm, Maaf Kakak Yu," Xiao Lin sedikit bersalah karena tidak meloloskan para elder dan ketua sekte. Dia lupa kalau Zhou Yu punya pertanyaan dengan Sekte yang dia hancurkan. "Karena tidak meloloskan beberapa orang,..."
Zhou Yu menggeleng kepalanya. "Tidak apa. Lagi pula sudah saatnya aku maju dan melupakan semua itu,"
Xiao Lin hanya terdiam. Lalu dia kembali bersuara. "Sebelum kembali, mari kita rampok sekte ini, Kakak Yu bisa dapat bonus sebagai permintaan maaf!" Seru Xiao Lin yang kemudian menarik tangan Zhou Yu.
Dia tau dimana letak gudang tersebut, karena saat ia menuju ke menara tempat Zhou Yu di tahan, dia melewati tempat itu.
Mereka berhenti di depan sebuah bangunan. Xiao Lin melepas genggamannya dan segera berjalan menuju pintu gudang. Tempat itu masih bisa dibilang di sudut karena mungkin gedung ini tidak hancur.
Saat ia membuka pintu tersebut, Xiao Lin menemukan banyak hal disana. Walau masih malam dan di dalam Ruangan sangat gelap, mata Xiao Lin masih bisa berfungsi,
Tetapi tidak dengan Zhou Yu, jadi sebelum ia melihat-lihat, ia menghidupkan satu persatu obor yang ada di sana.
Banyak hal ada di sana, contoh, banyak pedang yang bisa dibilang Kualitas nya cukup bagus. Yah, bisa dibilang barang untuk murid Sekte,
Ada beberapa tanaman disana, jadi Xiao Lin bisa membuat beberapa pill dengan tanaman tersebut. "Banyak! Terlalu banyak!"
Xiao Lin memeluk kotak yang penuh dengan tanaman ajaib. Lalu ia menyimpan 8 kotak yang penuh dengan tanaman ajaib.
Sedangkan Zhou Yu mendengus melihat Xiao Lin yang bersemangat menyimpan banyak tanaman.
Dia ingin terkejut dengan Cincin Ruang, namun untuk sekarang ia tidak bisa lagi terkejut saat melihat Cincin Ruang milik Xiao Lin karena sekarang dia sudah terlalu banyak dikejutkan.
Zhou Yu juga melihat beberapa lalu ia menemukan sebuah senjata.
Itu adalah Rapier.
Rapier yang amat sangat tipis.
Bilah putihnya sangat tipis layaknya benang atau lebih.
Xiao Lin yang melihat pedang itu hanya terkagum dan terkejut karena pedang yang dipegang Zhou Yu adalah Pedang Tingkat Atas. Pedang tersebut pasti sangat tajam dan bisa melukai beberapa Ahli Forging Gold Body.
"Pedang yang bagus," Kata Xiao Lin sembari menyimpan beberapa kotak dalam cincin penyimpanan nya.
"Ya," Zhou Yu berdiri lalu mengibaskan pedangnya. Dan seketika kotak berisi tanaman ajaib hancur. "Pusaka Surga," Gumam Zhou Yu yang terkejut.
Xiao Lin hanya bisa menangis tanpa air kata saat tau bahwa itu juga kotak berisi tanaman ajaib. Ia hanya menyimpan beberapa yang selamat dari pedang Zhou Yu.
Setelah mereka selesai, Xiao Lin keluar dari tempat tersebut dan bersegera menemui penjaganya.
Saat setelah sampai, ia melihat patung itu masih bertekuk lutut disana. Hal itu membuat Xiao Lin menggeleng kepalanya dan berkata. "Apa ada gudang harta di sini?"
Pertanyaan itu membuat Zhou Yu tertawa kaku. Ternyata Xiao Lin orang yang cukup rakus.
Sebelumnya hanya ada Gudang berisi barang 'biasa', berarti bukan berisi Harta. Jika yang berisi harta maka yang didapat bakal lebih dari yang ada di gudang. Tetapi itu hanya kemungkinan, mengingat Zhou Yu menemukan pedang super tajam disana.
Sedangkan Patung itu menjawab dengan tegas. "Benar tuan, saya tidak menghancurkan gedung yang berisi harta dan benda,"
Saat tiba, dia melihat ada banyak Pill Peningkatan. Terlebih lagi Tingkat Menengah. Ini cukup untuk membuatnya naik ke Ranah Internal Disaster dalam waktu 1 minggu.
Sedangkan beberapa barang di antaranya adalah Barang Tingkat Bawah. Jika di bandingkan dengan dunia ini,
"Sekte ini memang pantas di sebut sekte aliran hitam terkuat ke-9, mereka punya banyak Senjata dan barang Tingkat Atas Puncak." Kagum Zhou Yu sambil melihat barang-barang yang berada di jalan mereka.
Xiao Pin sendiri tidak mengerti aturan tingkatan dari Dunianya. Yang dia tau barang Tingkat Bawah sudah sangat luar biasa bagi mereka.
"Aku harus cepat naik ke dimensi yang lebih bagus. Barang-barang murahan seperti ini harus segera di ganti dengan Barang Tingkat Menengah."
Xiao Lin berucap begitu walau dirinya sendiri menyimpan barang tersebut. Yah, dia perlu untuk tambahan uang sebab ia tidak tau sampai kapan uangnya bertahan.
Lalu mata Xiao Lin terpaku pada sebuah cincin. Dia sedikit menyipitkan matanya dan memperhatikan cincin emas dengan berlian merah tersebut lalu bergumam. "Guru, itu cincin apa?"
[Itu? Cincin Ruang Tingkat Bawah] Jawab suara seorang perempuan. Sepertinya Istri Guru sedang berkunjung.
"Oh," Xiao Lin berjalan menuju cincin itu dan mengambilnya. Dia melirik ke arah Zhou Yu yang tengah memegang beberapa barang ditangan kiri dengan muka cerah dan tersenyum sambil melirik ke barang lain.
Xiao Lin berjalan menuju Zhou Yu, saat tiba, dia mengambil tangan kanan Zhou Yu dan memasangnya ke jari manisnya.
"Tu-tunggu, Adik Lin?!" Zhou Yu hanya bermuka merah. Xiao Lin hanya tersenyum sambil menjawab bahwa ini adalah Cincin Ruang dan hadiah untuknya, sedangkan Lu Zhong hanya menepuk jidatnya karena tingkah laku muridnya.
Lan Yin hanya melirik Lu Zhong sambil berpikir bahwa dia mirip sekali dengan suaminya. Begitu pula dengan Long Jie dan Gu Min.
Sedangkan Lu Zhong hanya tersenyum kecut saat merasakan bahwa ketiga istrinya menatapnya dengan aneh.
Xiao Lin dengan sikap acuh tak acuhnya kembali melihat barang dan menyimpan, sedangkan Zhou Yu tetap bermuka merah. Itu berlawanan dengan warna rambut nya yang berwarna biru.
Walau Zhou Yu tau bahwa Xiao Lin hanya bertindak dengan polos dan tidak tau menahu, dia tetap saja merasa malu seolah-olah memang di lamar.
Zhou Yu menghela nafasnya dan menggeleng kepala. "Apa yang sedang ku pikirkan?, huh~~~"
Disisi lain, Xiao Lin menyimpan semua yang dia lihat, dan pada akhirnya, matanya terpaku pada suatu tanaman. Tanaman itu adalah Daun berwarna hitam dengan aura yang hitam berbintik putih layaknya malam berbintang.
Xiao Lin yang tampak tegang dan tidak percaya, segera menelan ludahnya.
"Salah satu bahan Pill Ruang Sejati. Daun Kekosongan Hitam. Tanaman Tingkat Penguasa Surga."
Dada Xiao Lin terus berdetak dengan amat sangat cepat. Sedangkan Lu Zhong menganga karena tidak percaya. Begitu pula dengan ketiga istrinya.
Pasalnya, Daun Kekosongan Hitam adalah Daun yang bahkan amat sangat sulit untuk ditemukan, dan tempatnya adalah Tanah di Ruang Hampa.
Tanah di Ruang Hampa adalah Tanah yang melayang di Ruang Hampa. Sedangkan Ruang Hampa ia lah Jarak antara Ruang yang terisi dan Ruang Yang terisi lainnya.
Sebagai Contoh, di antara dua Dimensi ada jarak 1 triliun tahun cahaya sebagai pemisah. Dan jika ada Tanah yang melayang di sana, maka itu disebut Tanah di Ruang Hampa.
Cukup sulit untuk dijelaskan, anggap saja sebagai meteor, namun meteor tersebut ia lah tanah yang biasa kita pijak, dan di sana ada Tumbuhan.
Jika memang ada, maka tumbuhan tersebut ia lah Berjenis Tanaman Hampa. Cukup penjelasannya,
Bagaimana pun juga, Tanaman Hampa amat sangat susah untuk di cari dan di dapatkan, pasalnya hanya orang-orang yang ada di Ranah Limbo Jingga (Orange Limbo).
Tepat saat-saat diujung Sangsara ke-2.
Xiao Lin dengan amat pelan mengangkat tumbuhan tersebut dan memperhatikan nya dengan baik. Dia masih kurang percaya, karena baginya Dimensi ini tidak mungkin punya Harta Tingkat Penguasa Surga. "Bagaimana guru. Apa ini tumbuhan nya?"
[Aku bahkan tidak percaya tumbuhan ini ada disini, kemungkinan besar mereka dapat dari lelang, ini benar-benar sebuah ketidakmungkinan] Lu Zhong menggeleng kepalanya. Dia tampaknya meremehkan ke Tujuh Dimensi Agung sebelumnya. Dengan ini, kedudukan Tujuh Dimensi Agung semakin tinggi dimata Lu Zhong.
Xiao Lin tersenyum dan menyimpan Daun Kekosongan Hitam. Dengan begini ia mendapatkan dua dari 3 bahan Pill Ruang Sejati.