
Badan Xiao Lin terkapar didalam sebuah ruangan yang berisi banyak harta dan sebuah altar, yang diatas nya terdapat sebuah kerangka.
Xiao Lin membuka matanya. Langit-langit bebatuan, membuat dirinya menjadi teringat, bahwa ia dikorbankan oleh Xiao Fu. Hari yang begitu kacau, tidak mungkin Xiao Lin dapat melupakannya.
Xiao Lin sama sekali tidak ingin kembali kedunia nyata, dan ia berpikir badannya juga tidak akan sanggup bertahan disana. Dan ia pun berpikir, 'Apa kah itu keuntungan menjadi kultivator?'
Menjadi kultivator bukan hanya jalan untuk menjadi Abadi, namun juga jalan untuk menjadi yang terkuat, dan menjadi sebuah penguasa disuatu dimenasi, atau kalau bisa, menjadi Penguasa didua dimensi.
Xiao Lin terkadang berpikir, kehidupan normalnya tidak lah membosankan namun ia tidak pernah merasakan usaha keras selain memancing disungai.
"Apa aku harus mulai berkultivasi?" Kata-kata kecil itu, membuat Xiao Lin menjadi banyak berpikir.
Ia menjadi ingat, kalau orang yang berkultivasi itu, selalu terpaku akan latihannya sehingga melupakan dunia. Namun, beberapa orang besar, berkultivasi sambil berpindah-pindah tempat, sehingga, mereka dapat mempelajari hal baru di perjalanan latihannya.
Beberapa orang yang berkultivasi, mempunyai tujuan, dan rata-rata tujuannya itu Menjadi Abadi, Menjadi Yang Terkuat, Menjadi Penguasa. Namun, tidak dengan orang besar, mereka mempunyai tujuan yang sangat berbeda, dan itu lah yang membuat kekuatan mereka sangat berbeda dari kekuatan umumnya.
Xiao Lin mempunyai bakat sampah, keberuntungan sampah, takdir yang juga sampah, bagaimana dia bisa mendaki jalan yang begitu terjang? Berpikir seperti itu, Xiao Lin tertawa kecil sebelum kembali menutup matanya.
"Lebih baik tidur disini, dan menunggu ajal menjemput." Itu lah yang ia katakan dengan senyum yang pasrah.
>Apa Kamu Mau Menyerah Begitu Saja———?< Sebuah suara masuk kedalam alam jiwa Xiao Lin, dan Xiao Lin pun dilempar paksa oleh suatu energi aneh masuk kedalam Alam Jiwa nya.
Xiao Lin yang mendapati dirinya berada di tempat yang begitu penuh dengan kesuraman hanya terdiam. >Yakin? Kalau begitu, percuma aku menyelamatkanmu!<
———Suara itu kembali terdengar. Xiao Lin segera menghadap kebelakang. Ia menemukan seorang pemuda dengan rambut hitam, namun parasnya tidak terlalu terlihat. "Siapa kau?"
Pertanyaan Xiao Lin membuat pemuda itu tersenyum dan menjawab. >Aku adalah pecahan jiwa dari Klon Dewa Sembilan Langit———— Atau bisa kalian sebut, Dewa Sembilan Alam, atau——— Aku memiliki banyak julukan! Tapi, hanya ada satu yang dapat memastikan itu aku, dan itu lah nama Lu Zhong.<
"Lu Zhong? Siapa itu? Selama aku hidup, bahkan dilegenda-legenda yang pernah kudengar, tidak pernah aku mendengar nama itu!" Xiao Lin sedikit berseru. Ia sangat yakin, bahwa ada yang aneh disini. Namun, ia sama sekali tidak meragukan, Pengakuan Identiyasnya yang seuperior tersebut. Ia berpikir, kalau Pemuda yang tidak memiliki wajah ini berada di tahap Akhir *Divinity Immortals* yang mana tahap nya sangat jauh dari Human Spesific Qi Realm.
Walau Xiao Lin berumur 7 tahun, ia bisa merasakan bahaya yang sangat tinggi, dan bahaya itu tidak termasuk kedalam bentuk manusia. Jadi, bisa ia pastikan, kalau Jiwa Orang ini bukan jiwa sembarangan.
>Kalian berdua memasuki tanah pewarisan, dan kalian sama sekali tidak tau legenda itu? Bukankah seharusnya aku sudah bilang sama pemuda itu, kalau dia harus mencari pewaris ku?————< Orang itu tambah heran. ia benar-benar tidak tau apa-apa. Bahkan tentang Ruang Bawah Tanah milik orang yang paling melegenda!
"Apa kamu benar-benar tidak tau? Bahkan tentang, Ruang Bawah Tanah milik Kaisar Langit Dimensi Wu?"
>Kaisar Langit Dimensi Wu? Siapa namanya?<
"Tidak salah, Tang Ming? tidak, Tang.....Tang... Tang Wu! benar, nama Kaisar Langit Dimensi Wu yang terakhir kali adalah Tang Wu."
>Oh, Pemuda yang terjebak di ranah, Orange Limbo? Apa dia sudah naik kedimensi lain sekarang?< Lu Zhong mempertanyakan suatu pertanyaan yang mustahil bagi anak yang baru hidup setelah nama Tang Wu bergema didimensi Wu 5000 Tahun yang lalu.
Xiao Lin jarang untuk pergi ke perpustakaan milik wali kota. ia juga jarang menyelediki hal yang tidak berguna, namun sekarang, ia tau bahwa memiliki sedikit pengetahuan itu bagus. "Maaf, saya tidak tau. Saya dengar dia menghilang 3000 tahun yang lalu."
>Huh~~~~ Benar-benar disayangkan! Jika dia masih ada disini, mungkin aku akan menyuruh nya untuk menjaga murid pertamaku!< Lu Zhong terlihat kecewa saat mendengar berita itu. Dia berjalan menjauh dari Xiao Lin >Ikuti aku.<
Kata-kata singkat itu membuat Xiao Lin sedikit mengangkat alisnya dan segera menyusul Lu Zhong. Bahkan, setelah sedekat ini, Xiao Lin tetap tidak dapat melihat wajahnya yang sebenarnya. Seakan-akan, ada sesuatu yang membatasi. Apa karena dia seorang roh?
Pertanyaan Xiao Lin membuat langkahnya Mu Zhong terhenti dan sedikit tertinggal dibelakang. >Apa yang kamu tanyakan? Tentu saja murid pertama ku adalah kamu bukan?<
Xiao Lin tersenyum kecil. "Itu candaan? Tolong kalau mau bikin sebuah candaan jangan se-"
>Serius.<
"Eh? tidak, tidak, tidak! Aku yang memiliki bakat, takdir yang sampah, mana mungkin bisa menjadi murid makhluk agung seperti mu?!" Xiao Lin berseru mencoba menolak pernyataan Li Zhong.
>Apa yang kamu katakan sekarang? Demi diriku, apa anak-anak jaman sekarang sangat merendahkan diri seperti ini?<
"Apa yang anda katakan? Demi diriku?"
>Iya, karena aku dewa. Kenapa harus repot-repot bilang Demi dewa kalau dirimu adalah dewa?<
Xiao Lin menepuk jidatnya. Ternyata calon gurunya akan seperti ini. "Kembali ke topik. Saya tidak bisa menerima itu, karena saya memiliki bakat terburuk."
>Ya ampun nak——— Apa yang kamu katakan sebenarnya! Kamu memiliki bakat terbaik yang pernah ku temui! Bahkan bakat ini lebih dari bakat ku! Dengan sedikit bumbu dan di matangkan dengan sematang-matangnya maka seluruh Heavenly Dimensional akan tunduk padamu!< Lu Zhong berseru dengan senyum kebanggaan lanjut berkata; >Diriku memanglah sangat beruntung! Bisa bertemu dengan anak yang paling berbakat diseluruh dimensi!<
"Apa yang anda kata-" Kata-kata Xiao Lin terpotong saat Lu Zhong kembali berjalan.
>Ikuti saja aku! maka kamu akan melihat sebuah kebenaran yang luar biasa————Oh, ini dia.< Nie Ling berhenti beberapa saat kemudian.
Ia berhenti. Didepannya ada sebuah jurang gelap yang sangat dalam. Xiao Lin tidak melihat ujungnya, namun, entah kenapa ada sebuah angin yang sangat menyejukkan. "I-ini..."
Tubuh Xiao Lin untuk sesaat bergetar dengan perasaan kagum. Lu Zhong melompat kedalam jurang itu. Xiao Lin yang melihat itu, tanpa pikir panjang melompat kedalam Jurang nan-dalam. Ia mungkin akan menemui suatu rahasia yang luar biasa didalam jurang tersebut.
Dan yang benar saja, dirinya langsung disambut oleh pemandangan bola qi yang menguap-nguap layak nya api, namun bola qi itu dikelilingi oleh rantai yang sangat panjang. Rantai-rantai tersebut seakan-akan mengunci bola qi dengan sangat ketat, namun, Tampaknya, Bola Qi itu terlalu kuat untuk dikunci.
Xiao Lin yang menatap takjub pemandangan didepannya, tidak sadar bahwa secara tiba-tiba, badannya melayang. Xiao Lin sedikit terkejut saat sadar beberapa detik kemudian, dan segera melihat Lu Zhong yang tersenyum kagum akan bola qi tersebut.
>Ini adalah Titi Dantian Utama Jiwa mu. Titik utama dantian dan titik utama dantian jiwa adalah hal yang berbeda, jadi tolong diingat. Titik ini bisa dibilang, batas dari kekuatan dirimu. Sekarang pertanyaan nya, apa kamu bisa melihat ujung langit?<
Xiao Lin mengingat kembali saat ia melihat keatas, hanya ada ruang hampa. Hanya ada kegelapan yang mulai meluas. "Tidak."
Lu Zhong melayang kearah Xiao Lin yang tidak jauh darinya. >Pertanyaan kedua, apa kamu———Bisa melihat ujung dari jurang ini?<
Xiao Lin melihat kebawah. Dibawah jurang ini juga tidak memiliki apa-apa, mirip seperti langit Alam Jiwa nya. Dia sedikit mengerutkan dahinya. "Tidak."
Lu Zhong kemudian kembali menatap kearah Bola Qi itu. >————Dan itu adalah jawaban dari batas kekuatan, takdir dan kemampuan mu. Aku memiliki langit yang tidak berujung, itu menandakan takdirku, tapi, aku memiliki dasar jurang yang menandakan kekuatanku. Jika dihitung baik-baik, 1000 Km lagi adalah dasar dari takdirku. Tapi kau———tidak memiliki dasar, dan saat aku menyelam kebawah selama kau tidur, aku tetap tidak menemukan Dasar takdirmu. Jadi, ini pertanyaannya——————< Lu Zhong menatap Xiao Lin dari depan. >—————Kamu memiliki takdir, atau tidak———?<
Xiao Lin membatu disana. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Lu Zhong itu katakan. namun, setelah ia menatap kebawah dengan dalam, ia akhirnya percaya. Lu Zhong menghembus nafasnya. Jubahnya berkibar-kibar, senyum yang ia perlihatkan terlihat sangat hangat. >————Kamu sebagai muridku, dilain waktu jika ada yang menghianati mu, kamu harus membunuhnya! Tidak ada kesempatan lain saat mengkhianati murid Dewa Sembilan Alam! Saat kamu direndahkan orang lain, kamu harus merendahkan mereka melalui tindakan dan balas berkali lipat! Disaat kamu terpuruk akan suatu situasi, kamu tidak boleh pesimis dan selalu optimis! Jika kamu berpisah dengan kawan, maka kamu harus memberi mereka sesuatu yang dapat membayar kebaikan mereka dimasa lalu! Dan itulah caraku dan murid ku bertindak!<
Xiao Lin menatap kebawah, mengangkat kepalanya dan dengan senyum lebar, ia memberi untuk kepada gurunya. "Baik Guru!"
BERSAMBUNG————>