
Xiao Lin memerhatikan ke sekeliling, yang begitu sunyi dimalam hari. Tidak ada yang aneh kalau tidak diperhatikan baik-baik, pasalnya jika memakai insting, maka akan terasa, Nafsu membunuh yang sudah meliputi hutan dengan lebat.
Xiao Lin mendesah pelan. Kini dia benar-benar harus menghadapi mereka satu persatu? Lebih baik diberi tau ke Pemimpin Pedagang,
Jika ada yang menebak bahwa itu Bandit, maka dia benar sekaligus salah.
Bukan hanya bandit, Monster super kuat juga bisa dirasakan hawa keberadaannya.
Xiao Lin yang merasakan itu, masuk kedalam kereta dari belakang. Dia melihat Zhou Yu berserta gadis teman seperjalanan nya sedang berbaring dan terlelap dilantai.
Xiao Lin jadi tidak tega untuk membangunkan mereka, tetapi ia tetap harus membangunkan mereka.
"Kakak Yu, gadis yang tidak dikenal, bangunlah!" Suara Xiao Lin besar namun tidak ada efek untuk mereka. Xiao Lin maju dan tangannya siap untuk memukul badan Zhou Yu, namun ia tarik lagi pikirannya dan diganti dengan goyangan tubuh.
Masih belum bangun.
"Ayolah!"
Jika begini maka satu hal yang bisa dilakukan nya.
Xiao Lin mundur keluar, karena kereta terus berjalan ia mengikuti nya dari belakang. Sembari menutup mata ia mengeluarkan nafsu membunuh nya yang mengarah ke Zhou Yu serta gadis itu,
Mereka berdua tersentak dan segera menghantam muka Xiao Lin, namun naas, kedua pukulan itu ditahan oleh Xiao Lin menggunakan kedua tangannya yang sudah dialirkan Tenaga Dalam, ia sudah tau hal ini akan terjadi.
"Akhirnya bangun juga," Xiao Lin mendengus pelan. Lalu melepaskan kedua tangannya yang mencengkram tangan dua gadis tersebut. Dia merasakan tangannya sedikit kebas.
"Adik Lin? Kenapa kau ingin membangunkan kami?" Zhou Yu sedikit merasa sakit dibagian tangan. Sepertinya ia sudah tau bahwa dirinya yang menyerang sebelumnya hanya kebetulan belaka.
Begitu pula dengan Tian Lan. Dia sedikit terkejut, bahwa pemuda didepan dapat dengan mudah menahan serangannya. 'Siapa dia sebenarnya?' Batin Tian Lan.
Bahkan Sky Domination Peak Stage saja akan merintih kesakitan saat menahan serangan nya. Yang berarti, kekuatan orang yang ada didepannya berada di Sky Domination ke atas.
"Ada bandit serta beberapa monster dihutan ini, Kalau soal monster aku tidak peduli, tetapi kalau soal bandit, aku takutnya mereka sudah menunggu disuatu tempat untuk melancarkan serangan,"
Dengan tampilan deretan kereta kuda yang mengangkut banyak barang, tentu akan menarik perhatian. "Bandit ya? Aku akan mengatakannya pada Pemimpin Tempat ini," Tian Lan berkata sambil menatap topeng Xiao Lin. Dia menjadi sedikit penasaran dengan wajahnya.
"Baiklah," Pemuda itu mengangguk dan segera melompat ke pohon, menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik. Dia berencana untuk membunuh beberapa dari mereka.
Tian Lan yang melihat pemuda itu menghilang, segera membawa Zhou Yu untuk ikut bersamanya.
———
Xiao Lin mengeluarkan Pedang Pemakan Senjang Malam. Dia melirik ke segala arah, melihat pepohonan yang ditutup kegelapan malam, belum bergerak dan tidak akan bergerak sampai mereka yang menyerang nya,
Teng!
Dan sesuai tebakan Xiao Lin, mereka menyerang, namun hanya ada satu pisau yang mereka lempar dan dengan mudahnya ia tangkis memakai pedang hitamnya.
Teng! Teng! Teng!
Tiga dentingan yang menggetarkan suara terdengar dan bergema dalam gelapnya hutan, dan sekali lagi tetap ditangkis dengan mudah.
"Tsk," Xiao Lin mengumpulkan Tenaga Eksternal dan segera mengibaskan pedangnya, menciptakan angin yang kuat, menghembus kan segala daun yang ada disekitar, serta mengguncang pepohonan.
"Siapa kau?!"
Suara itu terdengar panik, dan hal itu membuat Xiao Lin tersenyum. Kakinya berputar dan dengan kuat menciptakan kembali anginnya.
"Aku akan bermain dengan kalian. Bisakah kalian keluar? Aku akan menghadapi 10 dari kalian, dan sisanya boleh pergi merampok. Bagaimana?" Xiao Lin berkata ditengah debu, yang secara perlahan menghilang,
Saat debu-debu itu menghilang, bisa dilihat bahwa ada lagi 3 orang disana.
Xiao Lin sedikit kecewa, mereka hanya mengirim anak kecil, bagaimana bisa Qi Refinning melawan yang sudah berada di tahap Forging Diamond Qi?
"Anak baik tidak boleh bermacam-macam," Xiao Lin melangkahkan kakinya satu kali. Tersenyum dengan mengerikan. Dia lupa bahwa dirinya lah yang anak-anak,
"Berisik!" Salah seorang segera menerjang Xiao Lin dengan pedangnya, namun naas, saat Xiao Lin berhasil menangkis satu serangannya, segera Pedang Hitam itu menebas orang yang menyerang,
Tepat dileher.
Mereka yang ada disana tertegun. Orang bertopeng mengerikan dengan jubah hitam kusam ini benar-benar mengerikan,
Dalam sekali serangan berhasil membunuh lawannya!
"Jadi, apa kalian mau melanjutkannya?" Setelah Xiao Lin berkata dengan dingin, mereka berbalik dan segera pergi.
Mereka yakin, bahwa Pria itu adalah monster tua yang sangat mengerikan!
Xiao Lin hanya terdiam setelah mereka pergi. Dia memiliki alasannya tersendiri untuk membiarkan mereka kabur.
Setelah keberadaan mereka benar-benar menghilang, dia melihat tangannya yang dilumuri darah, bergetar.
"Ini adalah kedua kalinya aku membunuh seseorang,"
————
"Penyerang? Aku yakin itu adalah bandit Naga Gunung,"
Pemimpin regu dari para pedagang, Tao Wei mengangguk setuju setelah diberi tau oleh Tian Lan bahwa bandit akan menyerang, terlebih lagi dibelakang nya ada putri kaisar dari Kekaisaran yang luar biasa besar.
Walau dia merasa kurang percaya dengan mereka, tetapi bagaimana bisa dua mengatakan tidak pada putri?
Hanya orang yang mau mati jika begitu!
"Kalau begitu, anda harus segera menyiapkan semua pertahanan terkuat kalian." Dan secara mengejutkan, Zhao Yu angkat bicara. Dia yakin saat ini Xiao Lin hanya sanggup melawan 5 atau 10 orang,
Perkumpulan Bandit rata-rata memiliki jumlah orang 50-100 orang dengan kekuatan False Mortal yang mana setara dengan Qi Refinning.
"Tuan! Para bandit menyerang!"
Seseorang menerobos kedalam kereta, memberi taukan berita yang sudah ia, Tao Wei ketahui. Tao Wei segera menyuruh untuk memanggil semua pendekar yang ada disini untuk datang dan membantu mereka,
Lagi pula itu memang kewajiban bagi yang ikut dengan rombongan mereka, dan beberapa dari mereka adalah kultivator yang sudah disewa oleh Tao Wei.
"Tuan Putri Kaisar Feng, apa Tuan Yao akan bergerak?" Tao Wei memiliki keresahan, bahwa Yao Lin tidak akan bergerak. Tetapi itu hanya kemungkinan, jadi dia menyampaikan isi pikiran nya,
"Dia sudah bergerak. Bahkan dia yang menemukannya," Walau dia berkata dengan tenang, dia memiliki kekhawatiran. Xiao Lin kuat, tetapi tidak mungkin dia sanggup menahan 100 orang,
Tao Wei tersenyum. Dia mengangguk dan keluar dari kereta setelah kereta tersebut berhenti. Para kultivator sudah bertarung dengan para bandit, dan mereka cukup kuat untuk bisa menahan serangan para Kultivator Tingkat True Mortal
Tidak mengecewakan, karena pada dasarnya, mereka adalah kultivator yang sudah berpengalaman jadi sudah kewajaran jika tidak takut,
"Serahkan semua barang-barang kalian! Maka aku akan membiarkan kalian untuk hidup! Oh, jangan lupa wanitanya!" Seorang pria kekar dengan baju-tidak, hanya ada celana sehingga bert*elanjang dada, berkata dengan arogan dibelakang semua peperangan tersebut.
Muka Tao Wei terkejut sekaligus takut, dia mengatupkan bibir nya. Ada beberapa pemanah dibelakang, jika mereka menyerang, bukan hanya sisi Tao Wei yang kena, tetapi prajuritnya juga!
Apa dia tidak tega?
Zhou Yu keluar dari kereta, segera matanya terpaku pada Pria Kekar bert*elanjang dada. Mata birunya berubah menjadi dingin, dia memanggil pedang putih miliknya dari Cincin Ruang dan mengeluarkannya dari sarung.
Pedang itu tipis.
Sangat tipis.
Bahkan jika dibandingkan dengan benang, pedang itu lebih tipis.
Pria Kekar bert*elanjang dada tersebut tertegun. Dia tidak pernah melihat pedang tersebut. Itu adalah Pusaka Tingkat Atas, tidak salah lagi, atau bahkan lebih,
Zhou Yu tersenyum tipis melihat ekspresi pria tersebut. Wanita itu segera melesat kearah pria tersebut, melewati jalannya peperangan,
"Te-tembak dia!" Dia ketakutan, pria itu tidak tau entah kenapa dia ketakutan saat Zhou Yu melesat. Mereka akan menembak. Zhou Yu mendecih, dia mundur jauh kebelakang,
Jika para pemanah itu menembak, ada kemungkinan dia akan kena.
"Adik Lin, cepatlah kembali," Zhou Yu bergumam dengan pelan.