Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
10. Pedang Pemakan Senjang Malam



Ruang batu-batu membuat Xiao Chen sedikit melihat kesekitar. Ia mencari sebuah jalan, menuju lantai atas.


Di barat, ada sebuah jenjang menuju keatas. Lantai rahasia, lantai yang akan menuntun Xiao Lin menuju hutan kecil diatas Gunung Pagoda. Xiao Lin segera berjalan mengarah jenjang terakhir.


Ia naik secara perlahan, angin yang mulai terasa, membuat jantung Xiao Lin menjadi lebih cepat. Ia tidak tau kenapa ia menjadi seperti ini, tapi, dia tau yang menunggu nya diatas, adalah sebuah harta tertinggi.


Xiao Lin tiba diatas. Ia hanya melihat tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh secara terbatas diatas sini, dan langit malam yang terlihat begitu indah. Dan, Ditengah-tengah, sebilah pedang panjang dengan warna agak kehitaman tertancap ditanah. "Guru, ini..."


Aura yang manis namun terasa mencengkam terasa dari arah sana. Membuat Xiao Lin menjadi sedikit mengerutkan dahinya.


>Ini adalah Pedang yang pertama kali ku gunakan saat masih seumuran denganmu. Nama pedang itu adalah Pedang Pemakan Senjang Malam. Pedang ini hampir menerobos ke tingkat Tinggi Tier 9 dan bahkan hampir menyentuh tingkat Dunia Tier 1. Namun, karena suatu keadaan, Pedang ini tidak dapat naik dan selalu terjebak ditingkat yang sama. Aku jadi agak menyesal dengan pak tua itu.<


Lu Zhong kembali mengingat, saat dia masih kecil dulu, dia sangat suka bermain pedang dan selalu mengalahkan anak-anak kecil yang ada didesanya dengan pedang kayu. Namun, waktu telah memisahkan Pertemanan Kecil mereka. Karena dulu, Lu Zhong yang dikenal sebagai, Sampah No 2 di kerajaan timur laut. Dan kawan-kawannya adalah orang-orang yang amat sangat berbakat.


Disaat-saat pasrah, Lu Zhong mulai membangkitkan tekadnya. Dia tidak ingin berpisah dengan temannya lagi. Dan akhirnya ia pergi ke Gunung Hantu Timur yang terkenal dengan keganasan serta banyaknya korban yang hilang disana. namun, di Gunung Hantu Timur, seorang pembudidaya yang amat kuat juga tinggal disana. Ia juga dikenal sebagai Ahli Besi Terbaik di Kerajaan Timur Laut.


7 Hari 7 Malam ia lewati di sana, ia melawan monster, bandit dan bahkan lari dari monster tingkat Surga, dan akhirnya ia sampai dikediaman sang Ahli Besi Terbaik. Lu Zhong meminta pada ahli besi itu untuk membuatkan sebuah pedang. Namun, ia menolak. Lu Zhong tau hal ini akan terjadi, dan setiap ia bertemu, ia selalu memintanya dan selalu ditolak.


Tiga hari dilewati oleh Lu Zhong dikediaman Ahli Besi. Dan Lu Zhong sadar, bahwa ketidak mampuannya sudah membatasi pergerakannya. Dan akhirnya, ia bersujud 10 Hari 10 Malam tanpa henti. Melewati panas dan dingin, akhirnya, Usaha Lu Zhong membuahkan hasil. Namun, Ahli Besi itu berkata; "Aku hanya akan membuatkan senjata menengah Tier 9! Saat selesai, jangan datang kembali padaku untuk membuatkan pedang lagi!"


Berbagai pertempuran dilewati Lu Zhong dan sang pedang, membuat pedang serta pemilik itu menjadi salah satu dari yang terbaik di generasinya.


Dan terkadang, Lu Zhong mengunjungi ahli besi itu. Masa-masa yang indah membuat Lu Zhong sedikit tersenyum di alam jiwa Xiao Lin, namun senyum itu menghilang. sebuah pemandangan, dimana Jasad sang Ahli besi terkapar dibawah dengan sangat mengenaskan teringat oleh Lu Zhong.


"Guru? Kenapa diam? Apakah pertanyaanku membuatmu susah menjawab?" Xiao Lin yang berbicara tiba-tiba membuat Lu Zhong menjadi sadar.


"Bisakah kamu jelaskan tingkat pusaka padaku?" Xiao Lin masih berdiri didepan pedang tersebut.


Lu Zhong berdehem sebelum mulai menjelaskan, bahwa senjata dibagi menjadi 11 yaitu; Tingkat Bawah, Tingkat Menengah, Tingkat Atas, Tingkat Dunia, Tingkat Laut, Tingkat Langit, dan akhirnya masuk kedalam Tingkat Surga Bawah, menengah, atas dan penguasa surga.


Dan setiap tingkat Dibagi-bagi lagi oleh Tier 1-9. Jarang ada Tier 10 karena setelah Tier Sepuluh, maka ada tingkat yang mana melebihi penguasa surga. Yaitu Tingkat Hampa. jumlah Tier tingkat hampa tidak dapat di hitung karena tingkatnya tidak lah terbatas.


Xiao Lin mengangguk pelan. Dia mulai mengerti dengan penjelasan Lu Zhong. Dan didalam pikirannya, guru dia pasti mempunyai senjata tingkat hampa. Namun, ia tidak berani bertanya karena takut, takut saat ditanya dibilang meminta dan tamak.


Xiao Lin mulai melangkah kedepan. Ia kemudian mencoba untuk mengangkat pedang yang tertancap bersama Sarung-sarungnya. Dan saat pedang itu berhasil ditarik, tidak ada tantangan dalam mengangkat pedang tersebut karena memang, pedang itu menerima dengan baik pemilik barunya. Xiao Lin kemudian menyimpan nya di Cincin Permata Batu Delima. >Kamu tidak memakainya langsung?<


"Tidak, menurutku belum saatnya memakai pedang itu. Sebagai pemilik pedang yang luar biasa, aku harus bisa menggunakannya dengan cara yang luar biasa pula." Xiao Lin berbalik dan segera keluar dari sana.


Dia berjalan hingga lantai terbawah Pagoda Gunung. Dulu, saat masih berada di Tingkat, Forging Human Body, bajunya pasti basah hanya untuk melewati 5 lantai dan nafasnya juga pasti terengah-engah. dan sekarang Badannya sangat kering dan pernapasannya sangat teratur. Sekarang ia tau betul, perbedaan antara ia yang dulu dan sekarang. Dan perasaan, bahwa ia sudah menjadi lebih kuat.


Xiao Lin berhenti diluar Pagoda Gunung, langit malam menyambutnya bersama suara binatang-binatang malam yang bergema di hutan. Sekarang Ia tidak tau harus mengarah kemana untuk daru pedalaman Hutan Ngarai. "Guru, lewat mana?"


>Huahhhh! Ayo kita berangkat besok saja. Hari sudah malam, dan anak kecil tidak boleh tidur terlalu malam. Kalau begitu, selamat tidur Lin'er.< Dan sinyal dari Gurunya pun terputus.


Xiao Lin hanya menatap datar ke depan. Lalu, ia menatap ke bulan yang menerangi langit malam. "Malam yang indah."


____________________