
Dimensi dibagi menjadi 7 berdasarkan kekuatan mereka, Dimensi Gu; 1, Dimensi Lin; 2, Dimensi Lan; 3, Dimensi Ming; 4, Dimensi Han; 5, Dimensi Li; 6, dan yang terlemah, Dimensi Wu.
Setiap dimensi mempunyai pemerintahan mereka sendiri, yang mana ditunjuk saat pertandingan Great Dimensional Lord.
Didalam dimensi, tentu ada sebuah dunia, dan dunia itu lebih dari sejuta. didalam Dimensi Wu, terdapat 10 Dunia Besar.
Dan disalah satu dunia besar itu, lebih tepatnya Dunia Tang, hiduplah seorang lelaki dengan umur 7 tahun. Dialah yang bernama Xiao Lin. Putra penguasa keluarga cabang ke-101 Xiao, Xiao An.
Xiao An bisa terbilang sangat berbakat, namun, anaknya Xiao Lin, tidak bisa dibilang begitu. seharusnya pada umur 4 Tahun, dia sudah bisa membudidayakan tenaga dalam. namun, hingga sekarang ia masih belum bisa.
Xiao Lin, memiliki bakat terendah, yaitu bakat Duniawi Putih. Keberuntungannya tingkat, Duniawi Putih juga, dan Alam Jiwa juga Duniawi Putih. mendengar hal ini, semua orang hanya menggeleng kepala mereka dengan kecewa.
Bakat, Keberuntungan, serta Alam Jiwa dibagi menjadi 5, yaitu ; Duniawi, Dunia, Langit, Nirvana, dan terakhir Surga.
Setiap pembagian itu, terdapat Warna Nyata. dan itulah, Putih, abu-abu, hitam, Orange Gelap, Orange, Kuning, Kuning Gelap, Abu-abu Kekuningan berkilau dan terakhir Putih Hitam. dan diantara semua pembagian itu, terdapat warna extra yang sangat lah jarang. itu lah Irregular Colours.
namun, irregulars Colours terkenal dengan pembudidayaan yang sangat susah jika tidak sesuai dengan tekhnik yang digunakan.
pada umur Xiao Lin 1 tahun, anak laki-laki kedua Xiao An lahir. Dialah Xiao Fu. Dia memiliki bakat Dunia Api Orange, keberuntungannya Duniawi Ungu, dan Alam Jiwanya Surgawi Emas! seseorang dengan Alam Jiwa Surgawi Emas sangat lah istimewa. sehingga ia diperlakukan sangat istimewa, dan Xiao Lin dibuang begitu saja dengan orang tuanya.
Dia tidak mendapatkan perhatian orang tua, dan orang sekitarnya. Xiao Lin juga bahkan hampir tidak pernah bicara dengan orang lain. karena dia hanya disuruh tinggal di gubuk yang ada di pinggir kediaman keluarga Xiao.
"wuaaaaahhhhh..."
Xiao Lin menguap dengan mulut yang sangat lebar diatas kasurnya. ia baru saja bangun dari tidurnya. di gubuk nya hanya ada, satu ruang yang luasnya setidaknya 10 meter disatiap 4 sisi. barang-barang yang ada disana hanya ada satu meja, dan satu tempat tidur. dan kain untuk kucing-kucing kesayangannya.
*Meoooong...
Suara kecil dari anak kucing yang mendekat pada kaki Xiao Lin disaat ia masih di atas kasur, membuat Xiao Lin tertawa.
"Baik, baik, akan aku buat makanan untukmu..."
**MEEOOOOOONGGGGG....
Bunyi serentak dari 4 kucing terdengar dibawah kasur, membuat pandangan Xiao Lin kebawah kasur.
Tampaknya mereka menyuruh kucing yang ada diatas kasur untuk membangunkan tuannya.
"Ehehe...."
Xiao Lin tersenyum canggung. Ia segera turun dari kasur dan membuka satu kerandi yang berisi banyak ikan. ia mengambil 10 ikan dan membawanya keluar rumahnya.
diluar gubuk, lebih tepatnya diluar rumah Xiao Lin, terdapat api unggun dengan kayu-kayu yang sudah menghitam akibat api yang membakar tadi malam.
Dia membuang kayu-kayu yang udah hangus itu, dan mengambil kayu baru yang ada disamping api unggun itu.
30 menit kemudian, 10 ikan itu telah selesai. Xiao Lin memberi 7 ikan untuk para kucing, dan sisanya adalah miliknya. Tepat setelah makan, Xiao Lin mengambil alat pancing dan belati.
Sudah saatnya dia pergi mencari makan. Xiao Lin menyiapkan belati untuk berjaga-jaga, jika ada monster yang menyerangnya ditengah jalan.
Hari pun hampir berakhir, dengan matahari yang sudah mulai tenggelam. Xiao Lin pulang dengan seember penuh ikan. wajahnya juga terlihat bahagia.
namun, kebahagiaan itu memudar saat Xiao Lin melihat ada sebuah ekor yang putus di depan rumahnya. dia mengenalnya. Ekor itu berbulu putih, dan ada sebuah kalung yang melingkar diantara ekor.
Xiao Lin menelan ludahnya. dia berpikir positif, kalau Kucingnya memakan tikus berwarna putih, namun kalungnya lepas.
Xiao Lin mengabaikan ekor itu, dan masuk. pintu yang terbuka, memperlihatkan sebuah pemandangan yang lumayan menjijikkan.
Usus-usus kecil itu berserak dimana-mana, begitu pula dengan darah. lalu, badan yang terlihat familiar bagi Xiao Lin, tergeletak diatas meja, dan yang ada diatas kasur, adalah kepala kucing.
"Ueeeeeegghhhhhhhhh..."
Perasaan jijik masuk, begitu pula demgan sedih. itu menjelaskan, ekspresi yang sangat mendalam.
"Ada apa? apa kucing-kucing itu punyamu?"
suatu suara terdengar dari belakang. Xiao Lin langsung menatap kebelakang. ia menemukan bahwa, ada dua orang anak kecil dengan umur selisih sedikit. Satu perempuan, satu lagi laki-laki.
Senyum mereka yang terlihat menjijikkan itu, membuat Xiao Lin mengerutkan dahinya.
"A-apa..... kamu yang melakukan ini?"
"Heh! benar, saya yang melakukannya. Apa ada masalah?"
Xiao Lin tercengang. ia tidak dapat berkata lagi. ia ingin membentaknya, memukulnya, memarahinya, mencaci makinya, dan menyerangnya secara brutal. namun, melihat baju yang sangat mewah itu, Xiao Lin tidak punya keberanian untuk melakukannya.
Entah kenapa, dirinya berkata tidak boleh menganggu bocah ini, atau kamu akan mendapat masalah yang besar. namun, akibat menahan diri itu, badannya bergetar dengan sangat luar biasa, mukanya mulai pucat dan nafasnya mulai tidak teratur. 'Apa ini rasa takut?' pikiran itu bergema didalam kepala Xiao Lin.
"Yah, biarkan saja. Lagi pula tujuan awalku hanya mencari orang bernama Xiao Lin, apa itu anda?"
Mendengar pertanyaan itu, Xiao Lin melebarkan mulutnya dan menjawab.
"Ya, itu saya."
"Oh, betapa tragisnga nasib mu!....."
anak itu mendekat ke arah Xiao Lin. tinggi mereka tidak beda jauh. dan wajah mereka juga ada rada-rada mirip, jadi sekilas, bocah itu terlihat Mirip dengan Xiao Lin.
"Kamu, ikut aku. kami, keluarga Xiao punya misi khusus untuk mu."
Bocah itu menarik Xiao Lin jeluar dari rumah. Xiao Lin mencoba untuk melepaskan genggaman tangan, namun, tangan anak itu begitu kuat. Dia menggunakan tenaga dalam agar cengkraman tangannya jadi lebih kuat.
Xiao Lin di bawa ke Rumah Utama. Orang-orang melihat Xiao Lin dengan tatapan merendah.
"Siapa yang dibawa Tuan Muda Fu?"
"Apa dia sudah membuat Tuan Muda Fu marah?"
"Oh, betapa kasiannya anak itu."
Tatapan Merendah, tatapan belas kasih, tatapan yang bahkan membuat Xiao Lin bergemetar, berkumpul disatu tempat.
Namun, Xiao Lin menundukkan kepalanya. Dia sama sekali tidak mempedulikan mereka. Yang dia pedulikan saat ini adalah kata 'Fu' saat seseorang berkata.
'Tuan Muda Fu? Xiao Fu?' Xiao Lin mengerutkan dahinya. dia pernah mendengar nama itu disuatu tempat. ia juga sering mendengarnya saat sedang bercerita dengan salah satu pemilik kedai langganannya.
Xiao Fu, adalah anak dari Xiao An. Orang-orang bekata bahwa Xiao An adalah satu-satunya anak Xiao An. namun, kenyataan itu tidak lah benar. Hanya beberapa orang yang mengetahui bahwa Sang Pemimpin Klan Cabang Xiao ke-101, memiliki anak lain.
Xiao Fu juga terkenal dengan bakatnya yang luar biasa, karena berhasil menembus tahap; Human Specific Qi Realm. Human Specific Qi Realm adalah Ranah setelah berhasil mengumpulkan tenaga dalam untuk pertama kali; Qi Collector.
Human Specific Qi Realm² seharusnya bisa didapatkan setelah umur 13 Tahun untuk orang awam, dan 8 Tahun untuk orang yang berbakat.
Namun desas-desus tidak enak terus berputar di nama prestasi 'Anak Paling Berbakat Digenerasinya'.
"Ayah! aku membawa orang yang ayah suruh!" Xiao Fu berteriak dengan lantang di ruangan yang sangat besar.
Xiao Lin tampak gelisah. ia tidak tau apa kesalahannya, dan apa yang akan terjadi setelah ini. dia hanya pasrah dan menatap tegas kedepan.
Xiao Fu berjalan kedepan dengan sangat cepat, dan diikuti oleh Xiao Lin dari belakang. "Bagus! Kemarilah, anakku."
Xiao Fu yang tadinya berhenti sejenak di samping Xiao Lin, bergegas ketempat ayahnya yang duduk tepat didepan Xiao Lin.
Setelah Xiao Fu berdiri disamping pria itu, ia mulai mengeluarkan suaranya yang berat itu. "Terima kasih sudah datang, Nak Xiao Lin. namaku adalah Xiao An, dan seperti yang kau tau, aku adalah pemimpin klan cabang. Dan kami punya misi untuk mu, dan jika berhasil, maka kami akan memberimu uang 10.000 Spirit Coin."
Xiao Lin menelan ludahnya. ia merasakan perasaan; sangat gugup. Dia tidak tau apa yang harus ia jawab. namun, Aura Intimidasi nya hampir berhasil membuatnya berlutut. Xiao Lin yang tidak ingin berlutut, berkata; "Tuan Besar Xiao... saya tidak merasa ini menguntungkan saya."
10.000 spirit coin, itu jumlah yang sangat banyak. Dan dengan uang tersebut, dia bisa membeli Pill tingkat atas atau mungkin Pill Tingkat Langit. Namun, dimata Xiao Lin itu tidak lah berguna, karena dia adalah orang normal dan tidak ingin membeli sesuatu yang menguntungkan kultivator.
kata-kata Xiao Lin yang keluar, membuat ruangan menjadi hening. namun, aura intimidasi semakin besar. "Lalu apa yang engkau mau?"
"Glup..." Sekali lagi Xiao Lin menelan ludahnya. kakinya sudah bergetar, nafasnya tidak beratur, dan kulitnya sudah mulai memucat. ".... Sa-saya mau, sebuah rumah sederhana. dan 20.000 Gold. "
"Bisa aku tanya, apa alasanmu meminta itu?"
"Sebenarnya ini tergantung apa permintaan anda... tapi, karena anda seorang Pemimpin Clan Cabang Terbesar, maka saya hanya akan meminta itu. Permintaan ini..... tidak terlalu sulitkan?"
20.000 Gold, dan satu rumah sederhana adalah harga yang sangat murah dibandingkan 10.000 Spirit Coin. Itu menguntungkan Xiao An, namun,
"Tidak, ini sama sekali tidak sulit."
Buk!
____________________
Xiao Lin membuka matanya di ruangan yang sangat gelap. Tanah yang terasa lembab itu, membuat kulit Xiao Lin menjadi dingin.
Kemudian, Xiao Lin bangun dan memeriksa sekitar. Tidak ada siapapun disana. namun, bau aneh dan tekanan disini terlalu besar.
"Dimana aku?" Xiao Lin berjalan kedepannya tanpa melihat apapun. dan tanpa disadari, ada sebuah dinding yang kemudian membentur kepala Xiao Lin. "Ouch!"
Xiao Lin memegang bagian yang terbentur. "Selamat pagi, Xiao Lin."
Sebuah suara membuag Xiao Lin langsung menghadap kearahnya.
Seorang bocah, berdiri dijalan keluar dari ruangan itu. namun, senyuman dari bocah itu membuat Xiao Lin menjadi lebih resah dari sebelumnya. "Misi yang kami ingin berikan adalah Ekspedisi Ruang Bawah Tanah milik Kaisar Langit Dimensi Wu. Didepan sana mungkin terdapat banyak jebakan, namun, jika tidak ada dan kamu sampai di ruangan harta, jangan ambil apapun dari ruangan itu. Jika tidak, nyawamu akan melayang. Selamat bersenang-senang..."
Pak!
pintu itu tertutup kembali. dan cahaya kembali menghilang. Xiao Lin hanya mengerutkan dahinya dan memukul dinding dengan sangat keras.
Darah mengalir dan menetes kebawah. Rasa balas dendam Xiao Lin membesar. "Tunggu aku sampai keluar dari sini, aku akan berlatih dan menghancurkan tempat sampah para Xiao itu!."
Xiao Lin memejamkan matanya, dan beberapa saat kemudian, dia menjadi tenang. Ia mulai berjalan ditempat itu.
Setiap langkahnya bergema didalam lorong yang nan-panjang itu. Xiao Lin mungkin tidak sadar, namun satu hari telah berlalu, dan selama perjalanan itu, tidak ada yang terjadi.
Di hari kedua perutnya mulai menggelegar kelaparan. badannya ingin ambruk, namun ia tetap berjalan dengan harapan bahwa ia dapat keluar dari sini dan memukul bokong para orang gila itu.
"Hah.... hah....." Desahan itu terdengar dari Xiao Lin. ia benar-benar sudah kehabisan nafas. Tangannya yang pucat menyentuh dinding bersama badannya. ia berpikir bahwa ini batasnya, namun, beberapa saat kemudian ia seakan-akan melihat suatu cahaya.
Xiao Lin melebarkan matanya dan segera berjalan kedepan dengan tergesa-gesa. dan saat ia sampai, badannya ambruk.
Xiao Lin tersenyum. 'Benar juga, dengan badan seperti ini, bagaimana bisa bertahan setelah 1-3 hari? Ini mustahil.'
"Huh! sungguh mengecewakan! tidak ada jebakan atau apapun ternyata!" Sebuah suara yang sangat Xiao Lin kenal terdengar dari belakangnya. "Kerja bagus budak! tunggu saja setelah semua ini selesai, kami akan menghadiahimu."
Xiao Lin yang terkejut, ingin membalikkan badannya namun, tentu sana badannya tidak bisa bergerak. Xiao Lin benar-benar terkejut. ia tidak menyangka bahwa selama ini diikuti oleh Xiao Fu. Namun, itu sebuah keuntungan bagi Xiao Lin, karena dia bisa meminta makanan kepada Xiao Fu. "Xiao Fu? Ji-jika kamu ada makanan, tolong beri ak- aghhhhhhhh!"
Buk!
Kaki Xiao Fu memukul keras punggung Xiao Lin yang membuatnya berhenti bicara. "Dimana kesopananmu, sialan?"
Air liur keluar dari mulut Xiao Lin yang tampak babak belur. Raut wajah yang sangat berputus asa itu, membuat Xiao Fu sedikit tertawa. Kondisi yang sangat Putus Asa, membuat Xiao Lin berkata; "Tuan Muda Xiao, Tolong Beri Saya Makanan....."
"Baiklah...." Xiao Fu mengangkat kakinya dan sebuah roti jatuh kedepan Xiao Lin. "Silahkan nikmati roti itu..."
Dan Xiao Fu pun pergi.
Xiao Lin menggapai roti yang terlihat berkilau itu. ia segera memakannya. dan cara makannya terlihat tergesa-gesa. Satu buah roti itu membuat Xiao Lin menjadi agak lebih berenergi. ia bangun secara perlahan. badannya masih saja terasa lemas, namun setidaknya ini lebih baik dari sebelumnya.
Xiao Lin menatap kearah depan, ia melihat dua buah patung besar yang tampak seperti seorang pendekar. dan sebuah gerbang yang amat sangat besar ditengahnya.
"Apa-apaan ini?" Mulut Xiao Lin melebar, dan perasaan kagum membuat badannya bangun tanpa sadar. Xiao Lin secara perlahan melangkah kedepan. Matanya berbinar-binar saat melihat itu.
Xiao Fu meletakkan kedua tangannya didepan gerbang itu dan mencoba untuk membuka gerbang. Namun, tidak ada pergerakan dari gerbang tersebut. Yang bergerak sebenarnya adalah mata kedua patung itu. dua pasang mata itu tertuju pada Xiao Fu yang bergemetar saat sadar akan kedua tatapan itu. "" ORANG YANG TIDAK MEMILIKI WEWENANG DILARANG UNTUK MASUK. CODE; 2....... EXTREME JUDGE ACTIVATE........... PILIH DUA PILIHAN: PERGI TINGGALKAN TUMBAL ATAU MELAWAN KAMI. ""
"Si-" Xiao Lin berbalik dan langsung lari dari tempat itu setelah kedua patung itu berkata. 'Benda itu berbahaya! aku harus se-'
Buk!
Xiao Lin langsung jatuh, tepat sebelum kakinya melakukan langkah kedua untuk lari. Kaki Xiao Lin berdarah dan tidak bisa bergerak seinci pun dari sana. Xiao Lin juga mengalami shock berat sehingga ia tidak bisa bicara. namun, auman kesakitan yang sangat keras bergema disana. "AAAAAAAAAGHHHHHHH!"
"Xiao Lin! Beraninya kau menginginkan ku untuk tinggal! Jika ayah tau apa yang kamu perbuat, apa yang akan mereka lakukan padamu saat keluar dari sini?" Xiao Fu melepas kedua tangannya dari gerbang itu. Ia berjalan kearah depan kedua patung itu dan memberi hormat. "Wahai kedua penjaga agung, maafkan diri ini yang sudah menyinggung anda berdua....... Terimalah, tumbal ini sebagai permintaan maaf saya."
Xiao Fu mengangkat kembali kepalanya. patung itu hanya diam. tidak ada respon.
Xiao Fu berjalan kearah Xiao Lin, dan kembali dengan menyeret Xiao Lin kearah kedua patung itu. Ia memberi hormat sekali lagi. "Kalau begitu, saya akan pergi. Selamat tinggal, saudaraku."
Dan Xiao Fu pun pergi meninggalkan ruangan. Meninggalkan Xiao Lin yang terkapar tak berdaya, didepan kedua penjaga itu.
Kedua pasang mata Xiao Lin menguat. kerutannya menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya. dan aura membunuhnya terasa sangat kental dan seakan-akan dapat meledak kapan saja.
'Xiao Fu! Akan kuingat penghinaan, serta apa yang kau lakukan Tiga Juta Kali Lipat! aku bersumpah demi bumi dan langit!' Jiwa semakin gelap, dan gelap. matanya yang dulu sangat bercahaya, kini terlihat gelap. Penuh dengan dendam.
Xiao Lin terus mengumpat didalam hati yang semakin gelap. >Sungguh Kasihan<
Sebuah suara tiba-tiba masuk kedalam alam jiwa Xiao Lin. >Dikhianati oleh saudara kandungnya sendiri, dan kemudian meninggalkan luka berat mau di tubuh atau mental. Pertanyaannya; Apa Roh Mu benar-benar sanggup bertahan didunia fana? sungguh roh yang Naif. namun, aku suka itu. Sekarang tidurlah, sehingga hari besok akan datang. Dan saat hari besok datang, maka kesempatan mu untuk membalas dendam semakin besar. Tidurlah, wahai Roh yang Putih...............<
Xiao Lin mengeluarkan air mata. dan kemudian, kesadarannya menghilang dan akhirnya ia terlelap diluar. dan saat matanya sepenuhnya tertutup, Sebuah suara lantang terdengar.
>Wahai Penjaga.....!< Suara yang sangat lantang itu bergemuruh di ruangan yang mulai menggelap itu. >Bawalah anak itu kedepan altar ku! Jangan sampai tubuh itu terluka!<
"" BAIK, DEWA SEMBILAN ALAM. ""