
Orang itu, yang di curigai sebagai murid dari Black Heavenly Wind Sect, menelan ludahnya dalam-dalam. Ia berkata. "A-Aku,.... Namaku Wei Han, murid Black Heavenly Wind Sect....."
"Lalu? Apa tujuan kalian?" Mata Xiao Lin tambah dingin, membuat Wei Han bergidik ketakutan.
"Say-Saya tidak tau....." Wei Han tidak dapat menatap mata merah Xiao Lin, di karenakan Xiao Lin benar-benar mengeluarkan hawa niat membunuh nya dan di arahkan ke arahnya. Bahkan tangannya saja bergetar dengan amat kuat.
"Kau..... " Xiao Lin berniat untuk memukulnya namun gurunya mengeluarkan suaranya membuatnya berhenti.
[Xiao Lin, tenanglah,
Mungkin aku tau alasannya. Kau bahkan tidak menyadari hal tersebut bukan? Keanehan yang di miliki oleh tubuh wanita itu, Zhou Yu begitu jelas dan kau setiap hari melihatnya.
Pertama tenang lah. Kau bisa merasakan keberadaan dari penculik karena pedangmu mungkin ada bersama mereka,]
Xiao Lin mengangguk, dia menenangkan diri dan berkata di batin. "Jadi guru, apa yang harus ku lakukan sekarang?"
[Menunggu hingga dia tiba di sektenya]
Xiap Lin menunjukkan senyumnya kemudian menatap Li Qin. "Kakak ipar, dimana Black Heaven Wind Sect?"
Li Qin menatap Xiao Lin dengan serius. "Maaf, aku sendiri tidak tau karena Sekte Aliran hitam biasanya amat sangat tersembungi,"
Xiao Lin mengangguk. Dia sudah menduganya. Lalu matanya menatap Wei Han. Dia menggunakan kekuatan batinnya untuk menembus pertahanan Alam Jiwanya, dan kemudian menghancurkannya.
Wei Han secara tiba-tiba menutup mata, dan akhirnya tidak bernafas. "Apa.... Barusan itu?" Benak Li Qin saat sadar akan keanehan yang baru saja terjadi.
Untuk menghancurkan Alam Jiwa membutuhkan konsentrasi yang tinggi, dan Qi serta Tenaga Luar yang di miliki haruslah banyak atau itu akan berdampak pada Alam Jiwa sendiri. Namun beruntung, Xiao Lin hanya kehabisan Seperdelapan Qi nya untuk menghancurkan Alam Jiwa.
"Aku akan memulihkan diri di luar," Xiao Lin berbalik dan keluar dari kamarnya.
Setelah dia keluar, Xiao Mei menghela nafasnya. Dia tampak khawatir bahwa Xiao Lin berbuat gegabah karena hal ini. Tanpa di sadari dia berkata. "Pada hal anak itu masih kecil... "
Li Qin yang mendengarnya hanya menggeleng kepalanya. "Sayangku, semua orang bisa berubah,"
"Bukan itu maksudku. Kau mungkin tidak sadar, anak itu..... Umurnya bahkan belum genap 9 tahun. Dia sudah mengalami yang lebih dariku," Mata Xiao Mei memperlihatkan kesedihan.
Sedangkan Li Qin hanya terdiam, dia benar-benar terkejut. Belum genap 9 tahun? Jadi dia bukan berumur 14 tahun?
———————
Xiao Lin berdiri di atas atap. Angin lembut mengelus rambutnya. Setiap lambaian membuat ketenangan.
Xiao Lin bisa merasakan, bahwa orang yang menculik Zhou Yu sudah jauh. Semua terlihat dengan bayangan dari Titik Biru kecil yang terus bergerak.
Saat itu pula, titik tersebut berhenti. Lalu dia bergerak dengan lambat, dan berputar-putar. "Apa kah itu markasnya?" Gumam Xiao Lin.
Markas merek ternyata cukup dekat, jika mereka memutuskan untuk menyerang kota ini, maka.....
[ Apa sudah berhenti? Kalau begitu mari langsung saja. Panggil satu penjagamu ]
Xiao Lin mengikuti perkataan gurunya, dia jatuh di tanah dan mengeluarkan penjaganya yang berukuran sangat besar. Setidaknya sama besar dengan rumah yang ada dia sekitar.
Dia bertekuk lutut sambil berkata. [Perintah anda tuanku,]
Xiao Lin mengangguk. "Bawa aku ke tempat Pedangku. Kamu tau bukan?"
Penjaga itu mengangguk. Xiao Lin melompat keatas pundak patung tersebut, lalu tubuh patung tersebut secara perlahan melayang tinggi. Kurang dari 10 detik, mereka sudah berada di atas Kota. Kota yang tidak begitu luas namun indah.
Dengan rembulan di atas langit, membuat pemandangan malam tampak amat indah. Seandainya semua ini tidak terjadi, mungkin Xiao Lin akan menikmati pemandangan ini.
Xiao Lin sedikit terkejut saat patung ini bisa terbang. Pada hal dia sebuah patung tetapi bagaimana bisa dia terbang? Tetapi itu wajar jika mengingat dia adalah seorang Qi Venerable.
Setelah melewati Sangsara pertama, maka akan ada tingkatan kekuatan; Internal Disaster, Sky Lord, Dragon Body, Qi Venerable, Sky Emperor dan terakhir Orange Limbo.
Saat kita sudah melewati Sangsara pertama, maka kita bisa terbang, walau itu hanya sejenak. Namun saat sudah mencapai Sky Lord ke atas, maka kita bisa terbang berjam-jam bahkan bertahun-tahun.
Yah, pada dasarnya, Terbang adalah keahlian biasa.
Kembali ke cerita,
Tubuh patung itu berhenti sejenak. Lalu dia terbang dengan sangat kencang. Jika tidak ada pelindung di sekitar tubuh patung, mungkin Xiao Lin sudah terbang dan hancur.
Dalam sepuluh menit, Xiao Lin sudah berada di tempat sekte yang berdiri tegap
Tempat Black Heavenly Wind Sect, di tutupi oleh rawa dan ngarai yang luas. Ini lah alasan kenapa Li Qin berkata Black Heavenly Wind Sect hampir tidak dapat di temui.
Tubuh patung yang di atas pundaknya ada Xiao Lin duduk, secara perlahan turun. Semua orang terlelap, namun saat kaki Patung menyentuh tanah, sebuah suara di sertai getaran menghampiri tempat sekte tersebut.
Booooommm!
Saat itulah semua orang terbangun. Beberapa dari mereka hanya terdiam dalam ketakutan. Beberapa lagi keluar dan mencari asal suara. Dan saat itu lah mereka melihat Xiao Lin serta penjaga nya.
Xiao Lin yang ada di pundak Patung, segera turun. Ia menatap ke arah menara tinggi di mana pedangnya berasal. Dia juga bisa merasakan keberadaan Zhou Yu dari sana.
"Orang-orang kepa*rat sialan! Keluarkan Kakak Yu atau akan ku musnahkan sekte kalian!"
Suara bagaikan guntur membuat orang-orang yang ada di sekte menjadi ketakutan. Mereka menggigil.
Terutama sang penculik yang ada di dalam menara, yang di sebutkan bahwa namanya adalah Ren. Dia benar-benar menggigil bahkan tidak bisa bergerak.
Orang-orang yang melihat Xiao Lin hanya menelan ludahnya. Wajah tampan Xiao Lin yang terlihat amat muda, membuat mereka yang diam-diam memerhatikan dari balik bayang tertegun saat tau kekuatan nya setara dengan Heavenly Step.
"Siapa yang berani ingin menghancurkan Sekte ku?!"