Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
4. Tingkatan Ranah Menurut Dimensi Sembilan Alam Agung



Xiao Lin membuka matanya. Ia kembali menatap langit-langit yang menyambutnya saat pertama kali bangun. Xiao Lin bangun sambil memegang kepalanya dengan tangan kanan. "...Apa tadi mimpi?"


Xiao Lin kembali mengingat kejadian yang luar biasa di Alam Jiwanya. Sebuah pemandangan yang luar biasa, dan sebuah fakta. Xiao Lin juga mendapatkan seorang guru yang luar biasa. Guru yang bahkan bukan dari dimensi tempat Xiao Lin tinggali saat ini.


>Apa kamu sudah bangun?< Sebuah suara masuk kedalam kepala Xiao Lin.


Xiao Lin yang mendengar itu, langsung duduk berimpuh dengan tangan diatas paha. "Ya, Guru!"


Xiao Lin berseru dengan lega, bahwa semua kejadian yang terjadi dialam jiwa Xiao Lin bukanlah mimpi. >Bagus! Sekarang mari bersiap-siap, kita akan melakukan perjalanan yang penjang selama 3 tahun, dan kamu harus berada di Ranah Internal Disaster tingkat High aat berumur 10 tahun!<


Lu Zhong berseru didalam kepala Xiao Lin. Xiao Lin sedikit tersenyum canggung. Ia sama sekali tidak tau tahap mana yang dibicarakan gurunya. "Guru,..... bisa jelaskan apa maksudmu?"


>Oh, benar, aku lupa———Bahwa ada perbedaan kekuatan di sini.< Lu Zhong sedikit berbatuk saat sebelum ia mulai berkata; >Muridku, aku punya pertanyaan. Kamu mau memakai Istilah Ranah menurut dimensimu, atau dimensiku?<


"Aku ingin mempelajarai istilah yang dari Dimensi Guru!———" Xiao Lin menjawab itu karena dia tau, bahwa setelah ia melaksanakan dendamnya, ia pasti ikut ke alam dimensi gurunya untuk berlatih. "———Bisakah guru memberitahunya?"


Lu Zhong kemudian tertawa dengan lantang. >Muridku! itu pilihan bagus! Ternyata kamu sadar tidak akan berada disini 3 tahun lagi! Baiklah, orang tua ini akan memberikan pelajaran dasar dari dimensi Sembilan Alam Agung!<


Lu Zhong mulai menjelaskan, bahwa Ranah Pertama adalah Forging Human Body dan yang kedua adalah Qi Refining, lalu Forging Silver Body. Dan yang keempat dan kelima adalah Forging Gold Body dan Diamond Forging Qi.


Setelah melewati kelima ranah, maka itu akan menjadi kali pertama nya ia melewati Sangsara, atau biasa disebut Kesengsaraan.


Sangsara atau Kesengsaraan adalah Bencana dari langit yang diturunkan secara misterius. Menurut salah satu teori kultivator orang terkemuka, Kesengsaraan terjadi setelah orang itu sudah bisa menyerap makhluk hidup kedalam alam jiwanya, ada juga yang berkata, itu adalah ujian dewa untuk tekadnya dalam melawan langit.


Setelah melewati Kesengsaraan pertama, maka orang itu sudah bisa naik ke ranah berikutnya. Dan ranah setelah Diamond Forging Qi adalah, Internal Disaster.


Xiao Lin menyela penjelasan Lu Zhong dan bertanya, karena ada yang membuat nya menjadi penasaran; "sudah berapa banyak guru mendengar Istilah Ranah dari seluruh dimensi ini?"


Lu Zhong yang mendengarkan pertanyaan itu langsung menjawab; >sudah banyak aku mendengar istilah-istilah dari Ranah-ranah di penjuru dimensi. Dan 89% dimensi memiliki istilah yang sama, dan sisanya adalah Alam Surgawi tingkat atas, yang jika dibandingkan dengan dimensi tempat aku lahir sangat berbeda, mulai dari segi kekuatan, segi kemampuan, bahkan segi ilmu dasar.<


Xiao Lin memberi tau Seven Great Dimensions. dia ingin mendengar apa pendapat gurunya tentang itu. Dan mungkin ada sebuah fakta.


Lu Zhong yang mendengar pernyataan dari Xiao Lin, menolak mentah-mentah teori bahwa hanya ada tujuh dimensi.


Lu Zhong menjelaskan, bahwa ada keanehan di Tujuh Dimensi ini. Ketujuh dimensi ini adalah dimensi alam yang lebih rendah, namun, kenapa harus sangat jauh? Dan Lu Zhong mengatakan, bahwa pasti ada dalang dibalik semua ini. Dia juga bercerita, bahwa ditengah-tengah 6 Dimensi ini, terdapat sebuah portal energi yang sangat besar, dan berkumpul pada satu dimensi. Lu Zhong curiga bahwa dimensi yang memiliki energi alam Surgawi ini adalah dalangnya.


Xiao Lin yang duduk berdiam, menjadi tidak percaya, bahwa selama ini dimensi mereka dijebak. Tapi, jika benar, maka dimensi mereka dijadikan perternakan untuk Dimensi Gu.


Xiao Lin tau bahwa, di salah satu dari keenam korban dimensi ini, ada klan yang sangat ia benci. Namun, mengingat banyak orang yang tidak bersalah ia menjadi tidak tega membiarkan dimensi-dimensi ini terus diruang hampa. "Guru, apa ada yang bisa kita lakukan?"


Lu Zhong melihat sikap Xiao Lin, memegang dagunya dan mencoba untuk berpikir solusi untuk masalah ini. >Lin'er, Aku memang melihat portal yang sangat besar, tapi tidak memiliki akhir. Maksudku, Semua energi yang terkumpul, tidak ada portal lain yang mengantar, jadi bisa disimpulkan, bahwa ada sebuah alat di suatu tempat di dimensi yang paling kuat Tujuh Dimensi Agung.<


"Guru! Apa dengan waktu 3 tahun aku dapat membantu keenam dimensi ini?! Aku ingin membebaskan mereka dari tempat yang terisolasi!" Xiao Lin menjadi tidak terima, kalau ternyata selama ini, lebih dari 40 triliun orang terjebak di Ruang yang memiliki ujung, namun, mereka tidak tau, bahwa sebenarnya, Ruang tidak ada ujung. Dan mereka juga selama ini tertipu. Tapi, bagaimana? Bagaimana leluhur-leluhur menerima semua ini dengan mudah?


Lu Zhong tertawa kecil sebelum berkata; >Lin'er, kamu tidak akan bisa melawan Dewa Alam Dimensi. Kekuatanmu saat umur sepuluh tahun akan melebihi Internal Disaster; High Stage. Mungkin sampai ke, Sky Lord; Void Sky Stage, atau lebih! Tapi, untuk menjadi sosok dewa yang sesungguhnya, kamu harus berada di tahap God's Avatar, dan itu membutuhkan waktu setidaknya 1000 tahun didimensiku. Maka dari itu, saat kamu berhasil melaksanakan Sangsara kedua, saat itulah kita akan langsung ke Dimensi Alam Limbo Surgawi.<


"1000 Tahun lebih? Dimensi Alam Limbo Surgawi?" Xiao Lin langsung menanyakan hal yang sangat membuatnya terheran. Seharusnya dia akan pergi ke dimensi yang gurunya miliki, namun kenapa tiba-tiba gurunya mengajak ke Alam Dimensi lain?


"Jika begitu! Apa ada cara lain membebaskan mereka guru?!" Suara Xiao Lin begitu lantang. Begitu banyak emosi yang berkumpul disatu tempat. "Jika begini terus, mereka akan terjebak dibatas yang sama!"


Didalam Alam Jiwa Xiao Lin, Lu Zhong terlihat menyesal memberi tau semua itu pada seorang anak kecil. Dia tidak berpikir, bahwa tujuan muridnya bukan dendam lagi, tapi membebaskan Tujuh Dimensi Agung. namun, itu bagus, karena dengan begini kekuatan Xiao Lin tidak akan terjebak pada satu tempat.


Karena setelah ia membalas dendam kecilnya, maka dia akan kehilangan arah, dan pertumbuhannya akan menjadi lambat. >Lin'er, saat kita kembali kesini lagi, guru mu ini akan membantu mu membebaskan 6 dimensi yang ingin kamu selamatkan, bersama para Penguasa Dewa lainnya.<


Xiao Lin kemudian mengeluarkan senyumnya. Dia hanya akan mengikuti perkataan gurunya dan percaya akan hal itu. Namun, tetap saja ada satu hal lagi yang membuatnya sedikit penasaran. "Guru, kenapa ada perubahan rencana? Bukankah tujuan kita, Sembilan Alam Agung?"


>.... Aku akan menjelaskan nya di lain waktu.< Kemudian, Lu Zhong menyuruh Xiao Lin untuk berdiri dan menatap kearah Altar. Xiao Lin yang mendapat perintah dari gurunya, langsung bangun dengan pelan-pelan,


Badanku, tidak lelah atau lemas lagi? Xiao Lin langsung berdiri dan tidak merasakan sedikitpun lemas dan lelah. Badannya seolah-olah sudah diberi makan.


Tanpa memikirkan hal itu, dia langsung menatap kearah belakangnya. Dibelakangnya terdapat sebuah altar kecil dan sebuah cincin dengan permata biru.


__________________