Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
30. Kehancuran Black Heaven Wind Sect



"Siapa yang berani menghancurkan sekte milikku?!"


Bertepatan dengan suara, seorang lelaki tua dengan kekuatan Sky Lord muncul dari atas langit. Orang itu adalah salah satu dari Grand elder Black Heavenly Wind Sect.


Xiao Lin melihat ke atas langit. Dia mengeluarkan senyumannya dan berkata. "Siapa kau orang tua? Hak apa yang kau punya untuk menghentikan ku? Jika aku berkata hancur maka hancur!"


Dalam seketika, Xiao Lin mengeluarkan Aura Berlian miliknya dan membuat angin kuat yang menghembuskan segalanya.


Semua orang terkejut. Bahkan patung penjaga itu yang melirik Tuannya juga terkejut. Pada hal baru beberapa bulan yang lalu dia memulai kultivasinya, dan sekarang dia sudah berada di Tingkat Forging Diamond Qi. Peningkatan miliknya jauh luar biasa darinya.


"Anak ini...." Grand elder itu bergumam. Dia tetap berdiam dengan seribu kata, sambil mencoba untuk membaca tingkat kekuatan patung bergerak milik anak muda itu walau pada akhirnya tidak bisa. "Anak ini bukan orang biasa...." Ucap nya sambil menggeleng kepala.


Dia melirik ke segala arah, seolah-olah sedang mencari seseorang. "Saudara-saudaraku, kalian memang tidak ingin membantuku?"


Kata-katanya membuat orang-orang yang ada di balik bayang tersentak karena terkejut. Mereka melirik ke arah langit dan menemukan beberapa tetua lagi.


Mereka adalah penatua dan grand elder serta beberapa orang yang memiliki jabatan tinggi.


Jika memiliki kekuatan yang sekuat ini, sudah di pastikan mereka tidak akan kalah.


Dan sekarang, ada 7 orang yang berdiri di atas langit. 3 diantara mereka adalah Heavenly Step tahap akhir, lalu 3 diantara mereka adalah Void Limbo Realm, yang mana setara dengan Internal Disaster, dan satu adalah Heavenly Zakura Realm, yang mana setara dengan Puncak Internal Disaster.


Xiao Lin hanya tidak terkejut, karena hampir semua yang di bilang Li Qin adalah kenyataan. Mungkin termasuk, jika saja mereka bukan aliran hitam, mereka pasti sudah menjadi Kaisar Dunia.


Dia hanya bisa menggeleng kepalanya. Dengan begini sudah menjadi kenyataan bahwa Aliran putih jauh lebih lemah di bandingkan Aliran hitam.


Tetapi dia mendengar, Xiao Chu, Sang Kaisar Dunia Tang, sudah mendalami Kesangsaraan, dan berarti dia sudah menjadi Seorang yang ada di tingkat Internal Disaster.


Setelah dipikir-pikir lagi, Kaisar Langit Wu, berada di tingkat apa ya? Dan selama dia berpikir, tanpa di sadari dia sudah mengacuhkan masalahnya saat ini.


"Anak Muda! Kau tidak berniat berdiam diri saja bukan?!" Teriak salah satu ketua. Dia marah, karena anak muda itu seolah-olah tidak menganggap 6 orang tetua serta grand elder mereka tidak ada apa-apa nya.


Xiao Lin terkejut lalu dia kembali melirik ke langit sambil tertawa. "Maaf! Maaf! Aku hanya memikirkan sesuatu yang penting. Ehem! Pelayanku, bunuh mereka semua dan hancurkan sekte ini!"


Xiao Lin melompat mundur dan saat itulah patung penjaga miliknya meraung dengan keras. Raungan itu bergema di langit dan membuat getaran yang amat kuat.


Penjaga Patung menghempaskan tangannya ke gedung-gedung, dan semua gerakan yang dia ciptakan membuat getaran dan suara keras layaknya ledakan.


Orang-orang tua yang ada di atas hanya mendecih, dia seharusnya kagum dengan kekuatan yang jauh dia atas mereka, namun dengan kondisi ini, mereka hanya bisa terbang menyerang Patung penjaga itu walau pada akhirnya dikirim terbang olehnya.


"Patung itu terlalu kuat!"


"Kabur selamatkan diri sendiri!"


"Aku tidak percaya sekte ini akan hancur! Aku akan keluar dari sekte ini!"


Walau orang-orang mulai bertebaran, bergegas untuk melarikan diri, namun patung itu tidak membiarkan nya. Dia sekali lagi meraung dan membuat telinga kesakitan.


Mereka yang berusaha kabur, seketika tergeletak dengan telinga yang berdarah. Para tetua hanya mengalirkan Tenaga Dalam ke telinga dan mencoba untuk melindungi telinga mereka dengan itu, walau pada akhirnya mereka tetap menutup telinga saat mendengar raungan super kuat itu.


Di sisi lain, Xiao Lin berlari melewati orang-orang yang tergeletak. Dia hanya bisa bersyukur karena sudah mengalirkan Tenaga Luar, Dalam, dan Qi ke telinga secara tepat waktu. "Patung itu tidak memikirkan tuannya ya? Susah untuk menyembuhkan telinga dasar patung sialan!" Umpat Xiao Lin.


Jika dia tidak mengalirkan Qi, Tenaga Dalam dan Tenaga Luar, maka telinganya sudah dipastikan akan lumpuh, dan mungkin juga berdampak dengan Alam Jiwanya.


Setelah beberapa saat berlari, Xiao Lin memasuki menara tempat Zhou Yu di sekap, dia bergegas naik ke atas. Sekarang dia benar-benar khawatir dengan Zhou Yu.


Dia melewati tangga dan langsung melewati lorong. Tepat saat itu lah, dia melihat orang yang begitu ia kenal.


"Ren benar?" Katanya berdiri dengan wajah serius.


Ren, adalah pria yang berumur 27 tahun, dengan badan yang tidak terlalu kurus. Dia seorang ahli tahap Forging Silver Body. Dan sekarang dia berdiri di lorong, mencoba untuk menahan Xiao Lin maju.


Xiao Lin mengenal pedang itu dengan sangat baik. Itu adalah Pedang Pemakan Senjang Malam. Dia hanya tersenyum melihat pedang itu.


"Ada apa? Apa kamu menginginkan pedang ini kembali?" Tanya Ren dengan senyuman mengerikan.


"Aku memang menginginkan pedang itu kembali, bisakah kau serahkan?" Xiao Lin yang masih tersenyum saat bertanya.


"Mana mungkin. Pedang ini sangat bagus. Bagaimana bisa aku memberikan nya padamu?" Dia berkata dengan senyuman.


"Oh? Begitu? Kalau begitu,....." Xiao Lin mengarahkan telapak tangannya ke arah Ren. Dan dalam sekejap Pedang itu melesat menuju tangan Xiao Lin. ".... Aku hanya perlu mengambilnya lagi,"


"Ba-bagaimana bisa?!" Ren hanya terkejut. Bukan hanya terkejut, tetapi mukanya tampak amat buruk.


Pedang Pemakan Senjang Malam adalah Pedang bertuan, dia bisa kembali ke tangan tuannya dan tidak ada yang bisa mengambil serta mengeluarkan potensi sejatinya selain tuannya. Jika menginginkan pedang itu, maka dia harus memakai suatu metode untuk menghapus tanda Tuan atau Tuan dari pedang itu harus mati.


Xiao Lin mendengar hal itu dari Gurunya. Makanya dia tetap tenang.


Kakinya dia tarik ke belakang, dan kemudian dia melesat menuju Ren. Ren hanya ketakutan dan berbalik, namun belum sempat ia melakukan hal tersebut, sesuatu terjadi.


Secara tiba-tiba pandangan Ren menjadi gelap. Tidak ada yang dia bisa lihat dalam kegelapan itu. 3 detik kemudian, sebuah cahaya biru melintas di mata Ren. Sebuah cahaya, yang menerangi muka tampan seorang pemuda yang dalam seketika menebas badannya.


"Guhuk!"


Batuk keras yang di sertai darah segar membuat badannya segera runtuh.


"Tarian Pedang Dewi Bulan," Gumam Xiao Lin menyimpan pedangnya dan semua pandangan kembali normal. Lalu dia melesat kembali, meninggal kan Ren yang kini tidak bernyawa.


Sesaat kemudian, dia akhir nya tiba di mana tempat Zhou Yu di tahan. Dia dalam keadaan pingsan, tangan dan kakinya terikat serta mulutnya di tutupi oleh kain.


Xiao Lin mendekati Zhou Yu, lalu melepas kain yang ada di mulut, lalu tangannya. Setelah itu dia menepuk pipi Zhou Yu. "Bangunlah,"


Tidak ada tanda-tanda dia bangun, membuatnya memukul kembali pipi Zhou Yu. Masih belum ada tanda bangun. "Apa dia masih terlelap? Setelah semua itu?"


Xiao Lin menutup matanya dan mulai mengeluarkan niat membunuhnya. Segera badan Zhou Yu bereaksi. Dia menyerang Xiao Lin di bagian leher, dan Xiao Lin melompat mundur untuk menghindar, namun belum selesai, Zhou Yu menggunakan ilmu peringan badannya lalu dia menangkap tangan Xiao Lin dan membuat Xiao Lin terhempas ke lantai.


"Kakak Yu! Ini aku! Kau tidak mengenali saudaramu sendiri?!" Teriak Xiao Lin yang merintih kesakitan di lantai.


"Adik Lin?" Lalu dia sadar dan segera melepas tangan Xiao Lin.


"Sakitnya... Sepertinya aku masih belum berpengalaman," Rintih Xiao Lin sambil memegang tangannya. "Tanganku terkilir, bagaimana bisa Kakak Yu begitu kuat? Bahkan Forging Diamond Qi merintih kesakitan gara-gara kakak,"


"Haha, jika aku sudah mencapai Heavenly Step, mungkin kamu sudah kalah," Ucap Zhou Yu dengan sombong. Namun dia langsung sadar akan sesuatu. "Forging apa?"


"Tidak ada," Xiao Lin berdiri. Dia mengalirkan tenaga dalam nya agar dapat tangannya sembuh. "Mari kembali. Mulai hari ini tidak akan ada lagi Black Heaven Wind Sect,"


Xiao Lin berjalan menuju pintu keluar. Zhou Yu mengikuti Xiao Lin dari belakang. Ia sadar karena tempat ini bukan hotel yang dia tinggali sebelumnya.


Dia ingin bertanya namun itu nanti saja.


Dalam perjalanan Zhou Yu melihat mayat yang tergeletak dengan genangan darah. Itu adalah mayat Ren, namun Xiao Lin tampak biasa saja dan mengacuhkan nya saja.


Mulai saat itu banyak pertanyaan muncul di kepala Zhou Yu.


Saat mereka di luar, sebuah patung berlutut pada Xiao Lin, dan membuat Zhou Yu terkejut.


"Tuan..... Misi telah selesai," Suara dari patung itu terdengar mulus dan perkasa. Zhou Yu juga tidak bisa membaca tingkatan dari Patung tersebut.


Patung itu memang sangat mengejutkan, Namun satu yang paling membuat Zhou Yu terkejut. Yaitu betapa hancurnya tempat ini.