
Xiao Lin duduk di dekat gerbang, sambil melihat Zhou Yu yang sedang bermenung.
Aku penasaran, apa yang dia pikirkan sekarang?
"Adik Lin? Kenapa kau menatapku?"
Xiao Lin langsung sadar dengan suara Zhou Yu dan segera tertawa kering. "Kakak Yu, ini sudah siang, bukankah mereka terlalu lambat?"
Xiao Mei dan Li Qin sebelumnya pergi ke suatu tempat. Dia tidak tau apa itu, yang pasti sesuatu yang penting.
"Biarkan saja, tunggu saja sejenak, dan berhenti menatapku," Zhou Yu mendengus sambil menatap ke arah rombongan Kereta Tarik. Jujur, dia agak malu di tatap Xiao Lin.
Mata pemuda langsung terarahkan ke Li Qin, Xiao Mei dan anaknya.
"Maaf terlambat, mari pergi." Li Qin berkata di depan Xiao Lin.
"Tidak apa," Xiao Lin tersenyum. Lalu ia kembali menatap Zhou Yu. "Kakak Yu, ayo pergi, mereka sudah tiba,"
Zhou Yu mengangguk dan berjalan menuju gerbang. Mereka keluar satu persatu. Semua lancar, tetapi tidak dengan Xiao Lin, karena terlihat penjaga itu takut dengan topeng Xiao Lin.
Mereka akhirnya pergi dari sana. Namun, di tengah-tengah perjalanan mereka. Rombongan yang mengangkut lebih 1.000 Praktisi berhenti. Mereka berada diluar, menatap pada satu tempat.
Tempat di mana, Orang-orang dengan badan yang besar, hanya ada celana pendek dengan kapak di lengan mereka.
"Suku Raja Barbarian, bagaimana bisa ada di sini?" Zhou Yu yang berkata secara tiba-tiba membuat Xiao Lin menjadi terheran.
"Apa itu Suku Raja Barbarian? Aku tidak pernah dengar,"
"Suku Raja Barbarian adalah suku yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Rata-rata prajurit biasa mereka berada di False Mortal Realm. Dan semuanya adalah ahli. Sedangkan Pasukan Elit mereka rata-rata di Tingkat True Mortal; Tahap Akhir." Li Qin tiba-tiba menjelaskan di sebelah Xiao Mei yang sedang menggendong Li Yin.
Xiao Lin mengangguk. "Dengan kata lain mereka berada di Tingkat Forging Silver Body." Xiao Lin bergumam dan segera bertanya pada Li Qin. "Bagaimana dengan Jendral dan Raja mereka?"
"Setidaknya Jendral mereka berada di Eternal Sky; Tahap Awal. Dan untuk Pemimpinnya, Heavenly Paths, mungkin dia sudah naik ke Tingkat Heavenly Step."
Xiao Lin mengangguk. Heavenly Paths ada di bawah Heavenly Step, tetapi prajurit mereka sangat kuat.
Jika di bandingkan dengan istilah menurut Xiao Lin, maka Heavenly Paths adalah di Tingkat Forging Gold Body - Glinting Step.
Bukan masalah untuk mereka menghadapinya, tetapi yang menjadi masalah adalah dia tidak ingin mencolok terlebih dahulu. Dia masih punya waktu 3 tahun untuk tinggal di sini dan tidak ingin di habiskan sembari menarik perhatian.
>Bagaimana Lin'er? Mau menghadapinya? Ini mungkin bagus untuk latihanmu. Aku harap kamu menghadapinya,< Lu Zhong berkata secara tiba-tiba membuat Xiao Lin sedikit mengerutkan dahinya.
Dia menghela nafasnya lalu menatap ke arah Li Qin. "Jadi, bagaimana? Mau menghadapinya Kakak Ipar?"
"Aku akan melihat situasi dulu," Li Qin menatap serius ke arah Suku Raja Barbarian. "Jika situasinya tidak menguntungkan maka kita akan menghadapinya, jika situasinya menguntungkan maka kita akan pergi diam-diam." Dia kemudian menatap Xiao Mei dan anaknya dengan khawatir.
Xiao Lin tersenyum. Dia mengangguk dan berjalan ke depan.
"Mau kemana?" Zhou Yu bertanya. Li Qin juga menatap tajam punggung Xiao Lin yang menjauh.
Xiao Lin menutupi rambut gelapnya dengan jubah. "Menghadapi Raja mereka,"
————
Di depan, seorang pemuda berdiri di depan semua orang. Dia tampak seperti pemimpin dari semua yang ada di sana.
"Suku Raja Barbarian! Kenapa kalian menghalangi jalan kami?" Pemuda itu bertanya dengan gagah. Para Kultivator kuat mulai melangkah ke belakang pemuda itu.
Mereka berdiri dengan bangga dan tidak ada rasa takut pada Suku Raja Barbarian.
"Kami semua berencana untuk menghapus semua Ahli yang ada di sini." Salah satu dari mereka berkata dengan suara beratnya. "Jika kami menghapus kalian, maka apa yang akan terjadi pada Pondasi Dunia Kultivasi ya?"
"Berhentilah bercanda! Jika kau memang ingin, maka tidak ada cara lain selain perang." Pemuda itu tetap melantangkan suaranya.
Orang-orang mulai melihatnya sebagai sosok yang hebat. Mereka berdecak kagum karena pemuda misterius itu berani menantang Jendral Suku Raja Barbarian.
"Baiklah, kita akan pe-!"
"Tunggu sebentar!" Kata-kata lantangnya di sela oleh sebuah teriakan. Orang yang menyuarakan suaranya di depan situasi yang tegang membuat semua orang melirik ke arahnya.
Dia adalah seorang pria dengan badan yang terlihat berumur 13-14 tahun. Jubahnya yang kusam dan berwarna coklat menutupi rambut hitam pekatnya. Semua orang tidak dapat melihat wajahnya karena di tutupi oleh topeng hitam yang tampak seperti iblis.
"Siapa kau?" Jendral bertanya pada dia dengan sedikit kekesalan. Jika dia tidak menyela bicaranya, maka perang pasti akan terjadi di lapangan ini.
Dia berdiri di depan semua orang. Lebih jauh dari pada pemuda sebelumnya. "Namaku tidaklah penting. Tetapi jika ingin menyebutku, maka sebutlah diriku Pendekar Lin,"
Pendekar Lin tiba-tiba mengeluarkan pedang Hitam Pekatnya dari Cincin Ruangnya. Semua orang berdecak kagum melihat dia punya Cincin Ruang.
Cincin Ruang hanya bisa di miliki oleh Para Kaisar. Jika dia memiliki Cincin itu, apa dia salah satu dari Kaisar? Tetapi tidak ada pengumuman pergantian posisi selama ini!
"Apa urusan Pendekar Lin maju kedepan? Apa anda mau meminta nyawa anda?" Jendral itu tertawa dengan keras.
Pendekar Lin tertawa kecil. "Apa anda yakin siapa yang meminta nyawa siapa?"
Mendengar nada mengejek membuat Jendral menjadi marah. "Seseorang yang akan mati tetap mengoceh di sana,"
"Setelah memburu Pemimpin kalian, mungkin aku juga akan memburumu," Pendekar Lin berucap sambil menggeleng kepalanya.
Jendral sudah muak. Dia menarik kapaknya dan melompat untuk menyerang Pendekar Lin.
Pengggggg!
Pendekar Lin bertahan dengan mata pedang. Jendral itu tampak terkejut dengan tangkisan Pendekar Lin. Dia mundur jauh kebelakang dan berhenti tepat di depan para prajuritnya.
"He-Heavenly Step! Kau..... Apa Kau salah satu dari kaisar besar?" Jendral itu tampak terkejut dan ketakutan setengah mati.
"Bukan. Aku hanya seorang pengelana yang baru saja keluar dari latihan tertutupnya." Pendekar Lin mengibaskan pedangnya ke arah Jendral.
Bammmsssss!
Angin kuat menghembus segala tang ada di sana. Para prajurit suku raja barbarian mundur 3 langkah karena ketakutan.
Ini benar-benar kekuatan seorang Heavenly Step!
Pendekar Lin melesat ke arah Jendral, dan dengan cepat dia tiba di depan sang Jendral.
Peng! Peng! Peng!
Suara benturan antara kapak dan pedang terus bergema di padang rumput nan luas tersebut.
Selagi menyerang dan bertahan dari serangan Pendekar Lin, Jendral Suku Raja Barbarian mundur selangkah, dua langkah, lalu berbalik dan melompat belakang.
Pendekar Lin tidak membiarkan hal itu terjadi, dia segera memotong jaraknya dan dalam waktu dekat dia sudah di belakang Jendral Suku Raja Barbarian.
Saat setelah Pendekar Lin mengayunkan pedangnya kebawah, sebuah kapak tiba-tiba menghalangi. Kapak itu dilempar tepat saat pedang dari Pendekar Lin akan menerjang punggung dari Jendral Suku Raja Barbarian.
Semua orang terkejut serta kecewa, pada hal tinggal satu langkah lagi maka Jendral Itu sudah tamat.
Sedangkan prajurit Suku Raja Barbarian, hanya terlihat senang melihat kapak yang bercorak Palu.
"Ma-Maha Raja!"