Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
14. Menyelamatkan Zhou Yu



Ditengah malam, sebuah bayangan mengendap-endap diatas atap rumah tanpa suara sedikitpun.


Sinar Rembulan membuat pandangan menjadi lebih jelas. Bayangan itu adalah seorang pria paruh baya dengan bentuk tubuh yang gemuk dibagian perut.


Tuk! Tuk!


Bunyi kaki yang berhenti diatas loteng, membuat Xiao Lin yang tengah tidur, terbangun. "Suara apa itu?"


Xiao Lin bergumam. Telinga Xiao Lin yang sudah sembuh bertambah semakin kuat dari sebelumnya, sehingga ia bisa mendengar orang dari jarak 30 meter. Suara seorang penyusup yang Mengendap-endap di atas kamar si Zhou Yu membuat Xiao Lin menjadi lebih fokus dalam mendengarkan.


Xiao Lin kemudian menghapus Keberadaannya, dan segera bangkit dari tidur. Dengan cepat, ia menuju lantai atas untuk mengecek keadaan Zhou Yu.


"Sialan! Kak Zhou Yu diculik! Guru, begegas lah bangun! aku perlu bantuanmu!" Xiao Lin bereteriak berkali-kali, dan beberapa saat kemudian sebuah suara terdengar.


"Adik Yao Lin? Apa yang kamu lakukan didepan kamar ku?" Zhou Yu muncul didepan Xiao Lin dengan keadaan baik, membuat pemuda itu menghela nafas lega.


"Tidak ada apa-apa, saya mengira kakak Zhou Yu diculik." Xiao Lin berkata sambil menggaruk kepalanya.


"Berhentilah bermimpi, tidak ada orang yang mau mencelakai ku selain dirimu."


"Haha..." Xiao Lin tidak bisa berkata setelah itu. "Baiklah, Selamat malam, Kak Zhou Yu."


"Ya, ya, selamat malam..."


Pak!


Zhou Yu menghempaskan pintunya. Xiao Lin hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu sama Zhou Yu, mengingat kesalahannya. Namun, itu bukan kesalahan Xiao Lin sepenuh nya. Karena dia juga lah yang salah mengartikan.


>Lin'er, ada apa? Kamu dalam masalah apa?<


"Tidak, tidak ada apa-apa. Guru bisa tidur kembali." Xiao Lin kembali ke tempat tidurnya diruang tamu. Dan setelah Xiao Lin sepenuhnya hilang, seseorang jatuh dari atas.


"Bocah sialan! Bagaimana bisa ia tau?" Pria itu terlihat kesal. Dia tidak menyangka akan ada hari seseorang hampir menggagalkan rencananya.


Dia adalah Pendekar Tidak Memiliki Keberadaan. Itu adalah julukannya didunia ahli beladiri dan pendekar. Itu karena jurus penghilang hawa Keberadaannya yang tinggi, bahkan orang papan atas tidak bisa merasakan keberadaannya.


"Kali ini, tidak boleh gagal!" Ia membuka pintu dengan pelan, tanpa menimbulkan suara sedikitpun. "Hehe, Putri Selir Kaisar yang terkenal dengan kecantikan nya memang tidak salah."


Pria itu menatap Zhou Yu dengan tatapan cabul. Ia sangat ingin bersetubuh dengannya, jika tidak dalam misi, mungkin dia sudah menerkam Zhou Yu.


"Sekarang, aku akan membawamu."


Pak!


Bunyi pintu yang sangat kuat terdengar. Xiao Lin tidak melihat siapa-siapa, hanya ada angin yang agak kencang, dan sebuah jendela yang terbuka. "Sudah kuduga ada penyusup!"


Xiao Lin mendorong kakinya dan dalam waktu singkat ia sudah berada di atas atap. Xiao Lin menatap kesegala arah.


Mencari kesegala sudut. Matanya bergerak dengan cepat, tanpa melewatkan sedikitpun bayangan. Ia tidak menemukan apapun disana.


Tanpa keraguan, Xiao Lin melompat dengan sangat tinggi. Matanya kembali bergerak dengan cepat, memeriksa segala sudut.


Sebuah bayangan dengan cepat bergerak di jarak, 10 kilometer. Bayangan itu sudah berada dalam wilayah penglihatan Xiao Lin dan sudah terlihat olehnya.


Badannya jatuh, dan saat ujung kakinya menyentuh atap, badannya langsung melesat jauh, hingga 2 kilometer.


Pria yang melihat aksi Xiao Lin, ketakutan. Ia seolah-olah dikejar oleh monster gaib ilahi. lalu, ia langsung menambah kecepatannya 30× lipat dari sebelumnya.


"Kau kira akan lolos dariku?!" Xiao Lin memberi lebih banyak tenaga dalam pada kakinya. Dan dalam waktu dekat, ia sudah berada di 10 meter dibelakang pria itu.


"Hiiiiii?!" Pria itu tambah takut, ia kembali menambah kecepatannya. ".....A-aku anggota sekte Pedang Bayangan! Ja-jangan mendekat!"


Xiao Lin kembali menekan kakinya, ia melompat hingga ke kepala pria tersebut.


Xiao Lin mendarat tepat dikepala yang kemudian membentur ke atap rumah. "Aku tidak tau apa-apa soal itu!"


Xiao Lin melompat kebelakang setelah kepala pria itu membenturkan atap. Xiao Lin menghela nafas lega. "Sepertinya usaha latihan ku tidak sia-sia."


Xiao Lin merasa lega, bahwa dengan kekuatan ini dia bisa melindungi orang. Setidaknya, ini sudah cukup baginya untuk menjadi bukti bahwa ia sudah menjadi lebih kuat.


"Siapa ini?!" Zhou Yu berseru dan segera menendang pria itu jatuh dari atap. "Dan kenapa aku ada disini?!"


Zhou Yu berseru dengan heran, namun keheranannya berhenti saat menatap Xiao Lin.


"Adik Yao Lin, apa kamu yang mau menculikku?" Zhou Yu bertanya seolah-olah dia sangat mencurigai Xiao Lin.


"Tidak." Xiao Lin menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Aku hanya mengejar pelakunya, dan seseorang yang baik menurunkan tangannya untukku."


Xiao Lin melihat kearah Pendekar tadi, namun kini ia sudah menghilanh dari tempat. Xiao Lin tiba-tiba, merasakan hawa keberadaan dari jarak dekat, namun ia tidak melihat siapapun disini.


"Siapa itu? Keluarlah!" Xiao Lin berseru. Ia benar-benar yakin, kalau ada orang disekitarnya, menatapnya dengan niat membunuh yang besar.


"Adik Yao Lin! Cukup, aku tidak ada waktu untuk bermain-main denganmu!" Zhou Yu berseru melewati Xiao Lin.


Beberapa saat kemudian, mereka dikelilingi oleh tujuh orang pendekar. Mereka masing-masing memiliki kekuatan yang setara dengan Qi Refining.


Zhou Yu panik dan segera mendekat kearah Xiao Lin. Xiao Lin hanya menutup matanya, tetap tenang.


"Nona Zhou Yu, tolong ikutlah dengan kami." Salah seorang dari pendekar itu berbicara. "Atau bisa kami bilang, Fang Yu."


"Aku bukan..." Zhou Yu terlihat tekejut saat seseorang tau tentang identitasnya. Xiao Lin juga tampak sangat terkejut. "...Fang Yu."


Marga Fang adalah marga milik Kaisar Timur Laut saat ini. Dan salah seorang keluarga Fang ada disini. Setelah melihat reaksi Zhou Yu, mereka mengeluarkan senyum dibalik. "Sudah kami duga. Kami juga punya informasi tentang Selir Zhou Lan, selir tercantik milik kaisar yang mati ditangan Black Heavenly Wind Sect saat tragedi 15 tahun yang lalu. Apa mau tau? Hidup Atau Matinya Selir Zhou Lan? Hehe,"


Zhou Yu semakin terpojok. Ia ingin tau informasinya, namun ia tidak tau, apa ini jebakan atau tidak. Dia juga sebenarnya tidak tau, siapa yang memerintahkan mereka.


"Sebenarnya kalian siapa?" Xiao Lin menanyakannya secara terang-terangan. "Sebaiknya jujurlah, atau kalian akan kubuat babak belur."


"Heh! Hanya False Foundation! Sudah berlagak didepan kami, para True Foundation yang berada dipuncak." Pemuda itu tampak sangat percaya diri didepan Xiao Lin.


Beberapa saat kemudian, udara di sekitar menjadi berubah sepenuhnya. Kini udaranya menjadi lebih panas dari sebelumnya. "Hanya cecunguk Qi Refining, sudah sangat percaya diri didepan Forging Diamond Qi Realm."


Beberapa saat kemudian, mereka sadar, bahwa semua suasana itu berubah karena anak kecil yang ada didepan mereka. "Ka-kau?! Siapa kau sebenarnya?!"


Mereka langsung mundur jauh kebelakang. Tampak ketakutan. Mereka hanya bisa menelan ludah saat melihat sekumpulan Tenaga Dalam yang seakan-akan akan meledak.


"Semuanya, mundur!" Pemuda itu bergerak mundur, tepat sebelum sesuatu membuat mereka susah untuk bergerak. Walau begitu, mereka tetap lari dalam ketakutan. "Sial! Dia seorang Guru Besar! Seorang Abadi!"


Xiao Lin hanya berdiam diri. Dia tidak melihat adanya keuntungan membuat mereka kalah atau tunduk.


"Xiao Lin! Kenapa kamu membiarkan mereka?" Zhou Yu berseru dengan lantang. Namun, Xiao Lin tidak melirik nya sedikitpun.


"Seorang yang abadi? bahkan aku belum menyelesaikan sangsara pertama dan sudah dibilang abadi, apa memang sekecil itu kekuatan dimensi ini, tujuh dimensi agung ini?" Xiao Lin tertawa kecil. Ia menertawai kekuatan dimensi mereka yang begitu rendah. Dan betapa bodohnya ia melihat awan dari sumur, pada hal masih ada langit.


"Yao Lin....." Zhou Yu terdiam dibelakang Xiao Lin. Ia tampak terkejut dengan kekuatan Xiao Lin yang sangat besar. "....Apa kamu memang seseorang yang sudah abadi?"


Pertanyaan Zhou Yu, membuat Xiao Lin mengangkat kepalanya melihat bulan biru yang amat terang diatas. Ia kemudian mengembalikan posisi kepalanya, dan menatap Zhou Yu dengan senyum.


"Belum, aku bukan seorang yang abadi." Xiao Lin kemudian memutuskan untuk jujur pada Zhou Yu. Ia menggeleng kecil sebelum berkata, "Bahkan aku belum menghadapi Malapetaka."


"Ta-tapi,.... Dengan tubuh dan kekuatan mu saat ini, ini semua tidak bisa dijelaskan. Kekuatanmu bahkan bisa menyaingi ayahku, seorang Ranah Heavenly Foundation." Zhou Yu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Lin. "Apa kamu orang dari dimensi Gu?"


"Aku, Xiao Lin asli dari dimensi ini, dunia ini," Ia bergumam kecil sebelum berbalik. "Kalau begitu, mari kembali, besok aku harus bersiap-siap."


Xiao Lin menguap, dan segera pergi dari sana. Zhou Yu hanya berenung disana. Ia masih meragukan perkataan Xiao Lin saat itu. "Benarkah begitu?"