Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
27. Great Tian City



[1 Minggu Kemudian]


Di gelapnya malam, Xiao Lin beserta Li Qin menyiapkan tenda. Ada dua tenda yang ada di sana, satu milik Li Qin serta keluarga nya, satu lagi milik Zhou Yu atau Fang Yu.


Jujur, Xiao Lin merasa bingung mau memanggil Zhou Yu dengan apa. Tuan Putri atau Kakak Yu? Dia sudah bertanya, tetapi dia hanya diam dan tidur.


Xiao Lin sudah tidak dapat menebak sifatnya yang satu ini. Awalnya dia tidak melihat tanda-tanda merajuk dari Zhou Yu, tetapi setelah dia berkata; bahwa setelah semua ini usai dia akan pergi entah kemana, Zhou Yu mulai terdiam dan sejak saat itu dia hampir tidak berbicara seolah-olah sedang berfikir.


Xiao Lin duduk di luar sambil membelakangi kedua tenda itu, berkultivasi di bawah sinar rembulan. Suara langkah kaki terdengar dari arah belakang, tetapi dia tidak bergerak karena tau bahwa itu adalah Xiao Mei.


Xiao Mei duduk di samping Xiao Lin, sembari menatap rembulan. Sesekali matanya menatap wajah Xiao Lin, seolah-olah dia sedang mengingat semua yang terjadi bersama dirinya.


Wanita dewasa itu sadar selama perjalanan bersamanya, adik kecil yang dulu selalu ia lindungi sekarang sudah sangat besar.


Dan dia sekali lagi sadar, bahwa ada alasan besar yang di pikul oleh Xiao Lin selama dia pergi beberapa bulan sebelumnya. Pada hal dia baru saja berumur 8 tahun walau tubuhnya tampak seperti seorang anak berumur 12~13 tahun.


"Adik Lin, apa sesuatu terjadi selama aku tidak.... " Xiao Mei terdiam. Dia ingin berkata, tetapi perasaannya bertolak belakang dengan pikiran.


Xiao Lin membuka matanya dan menatap bulan. "Huh, banyak yang terjadi, Kakak Mei." Xiao Lin berkata dengan senyumnya.


Xiao Mei tidak melihat Adik kecilnya lagi, dan kembali menatap ke bulan. "Apa kamu merasa kesulitan?"


Xiao Lin tersenyum dan dengan lembut berkata. "Tidak. Hanya saja, sebuah fakta yang tidak dapat ku terima."


"Apa itu?" Xiao Mei mengangkat alisnya dan bertanya.


Xiao Lin mulai bercerita. Dia memulainya dari saat dia kembali dari berburu, bertahan hidup di goa misterius dan masuk ke dalam tempat latihan khusus.


Ada sedikit perbedaan dari cerita asli. Dia hanya bercerita bahwa dia menemukan sebuah kitab, dan kitab itu berisi tentang semua ilmu yang ada di Great Seven Dimension, dan yang ada di luarnya.


Xiao Mei tiba-tiba terkagum dan merasa marah dengan cerita Xiao Lin. Dia bukan marah pada adiknya, melainkan leluhurnya yang gila.


Sedikit demi sedikit Xiao Mei semakin tau, bahwa dunia-tidak, Great Seven Dimensions hanyalah debu di bandingkan dimensi luar.


"Jika perkataanmu benar, maka Heavenly Step adalah Forging Diamond Qi? Maka tahapku saat ini..... " Xiao Mei mengerutkan dahinya. Dia berada di Tingkat True Mortal, jika di bandingkan dengan tahap di kitab Xiao Lin, maka dia hanya berada di Tahap Kedua, Qi Refining.


"Jangan terlalu di pikirkan, berlatih lah dengan baik, siapa tau kakak beruntung dan pindah ke dimensi yang normal," Xiao Lin tertawa.


"Haha, Aku saja tidak bisa mengalahkan suamiku, sedangkan kamu berkata dengan mudahnya kalau aku bisa pindah dimensi," Xiao Mei berdiri dan kembali setelah pamit dari Xiao Lin.


Xiao Lin tersenyum dan kembali menutup matanya. "Tenang saja, aku akan mewujudkannya,"


Bagi langit malam kata-kata itu bagaikan semut, tetapi di Alam Jiwanya sendiri, Kata-kata itu bergema dengan kuat, sehingga membuat Lu Zhong terbangun dan tersenyum lalu kembali tidur.


————


Paginya, Xiao Lin segera bergegas untuk membereskan semua tenda bersama Li Qin setelah sarapan.


Usai itu, Kelompok Xiao Lin kembali berjalan. 1 Minggu berlalu dalam perjalanan membuat semuanya sudah menjadi terbiasa.


Tentu, semuanya juga terkejut dengan hasil latihan yang mendadak cepat terjadi pada Xiao Lin. Tetapi, Xiao Mei hanya biasa, seolah-olah itu sudah menjadi hal normal.


Zhou Yu kini sudah kembali normal, tidak ada yang di pikirkannya lagi, atau lebih tepatnya ia sudah selesai dan sudah memutuskan untuk melakukan apa yang harus ia lakukan agar Xiao Lin tetap bersamanya.


Satu minggu juga berlalu kembali dengan sangat cepat, kini kelompok Xiao Lin berdiri di depan gerbang yang ukurannya sedikit lebih kecil di bandingkan dengan Kota Cabang Keluarga Xiao Ke-101.


Nama kota itu adalah Kota Tian Agung. Sebuah kota yang memiliki penghasilan yang sebanding dengan Kota Cabang Keluarga Xiao Ke-101. Atau sedikit lebih kecil.


Dan seperti hal yang normal, Xiao Lin serta yang lainnya di suruh untuk menunjukkan kartu Identitas mereka. Semuanya di Terima, kecuali Xiao Lin karena topengnya.


Namun, saat ia melihat nama Yao Lin di kartu Identitas nya, dia segera menjadi hormat pada Xiao Lin. Zhou Yu menebak bahwa nama Yao Lin kini telah menyebar ke penjuru Dunia Kultivator.


Seusai itu, mereka langsung ke restoran yang ada di dekat sana. Restoran Tian adalah restoran yang di gunakan oleh keluarga Tian untuk memperoleh uang pribadi.


Itu lah yang dikatakan Li Qin. Tetapi, jujur Xiao Lin tidak memedulikan hal itu dan melangkah ke dalam.


Saat dia masuk, dia di sambut oleh pelayan wanita yang terlihat sangat cantik. Xiao Lin sedikit terpana tetapi setelah di cubit oleh Zhou Yu dari belakang, dia segera sadar.


"Selamat datang tuan," Kata-katanya begitu datar, namun suara lembut itu langsung menghilangkan semua suara datar yang menjengkelkan.


"Ya, antar aku ke meja terbaik kalian," Xiao Lin mengeluarkan sekanton kecil emas dan memberikannya pada Pelayan itu.


Pelayan itu membungkuk dan segera menuntun mereka ke meja yang ada di lantai 2.


Saat kelompok Xiao Lin naik ke atas, mereka di sambut oleh pemandangan yang penuh dengan suasana khusus untuk bangsawan atau orang kaya.


Ini tidak sama dengan Restoran yang dia kunjungi sebelum nya.


Xiao Lin dan yang lainnya berjalan di tengah, membuat semua orang meliriknya. Jubah coklat kusam dengan topeng mengerikan, itu membuat semuanya menjadi terganggu.


Namun mereka tidak melakukan apapun, pasalnya wanita berambut biru dan beberapa lagi orang di belakang, terlihat seperti bangsawan. Terutama pria dan wanita berambut biru tersebut, Membuat mereka menjadi sedikit waspada karena sadar bahwa orang yang memakai jubah coklat kusam itu orang yang tidak bisa mereka singgung.


Setelah duduk, Xiao Lin segera memesan apa yang menurutnya enak.


Sembari duduk, Zhou Yu tiba-tiba berbicara. "Adik Lin, kau sadar akan sesuatu yang ada di perempuan tadi?"


Xiao Lin menggeleng kepalanya. "Tidak, aku tidak terlalu memedulikan nya, karena kesan pertamaku dia adalah wanita yang cantik."


Zhou Yu segera menendang kaki Xiao Lin. "Seriuslah, aku merasa dia bukan dari ..... "


Segera kata-kata Zhou Yu terhenti saat wanita itu kembali menghampiri dengan pelayan yang membawa semua makanan yang di pesan.


Wanita itu menatap Zhou Yu dengan sedikit aneh, namun dia kembali normal dan menaruh semua makanannya di meja.


"Te-terima kasih," Kata Zhou Yu yang tertawa kering.


Xiao Lin hanya mendengus dan segera makan, dia tidak peduli dengan mereka.