
Tepat setelah hutan besar timur, terdapat Desa yang amat besar. Orang-orang yang ada disana hidup dengan tentram dan damai, itu hanya untuk waktu 100 tahun yang lalu. Karena seekor monster surgawi menyerang desa setiap satu tahun sekali dan mengambil banyak korban.
Kini, desa yang terlihat amat indah 100 tahun yang lalu, sudah menjadi desa yang tidak layak untuk dipijak.
Saat melangkahkan kaki kedalam Desa ini, harus membayar uang masuk. Hal itu sudah ditetapkan oleh pemimpin desa. Kini para warga hanya seorang yang amat miskin. Karena pajak yang juga begitu tinggi.
Xiao Lin berada di gerbang desa tersebut. Dia sudah berada di sana sejak 30 menit yang lalu, saat ia tau bahwa untuk masuk memerlukan sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit.
Xiao Lin ingin pergi kedesa lain, namun nampaknya keputusan itu ditelan. Xiao Lin melihat banyak anak-anak kecil yang sangat tidak terurus disana. Mereka mengingatkan pada dirinya yang lama. Namun, saat Xiao Lin ingin pergi kesana, gurunya melarangnya dan berkata: "Xiao Lin, kebaikanmu suatu saat nanti akan menjatuhkanmu."
Mendengar hal itu, Xiao Lin menjadi agak ragu untuk masuk. Dan pada akhirnya, ia melewati desa itu dan langsung menuju desa selanjutnya.
Keadaan Desa yang dikunjungi Xiao Lin kali ini sangat berbeda jauh dengan desa sebelumnya, disini terasa lebih hidup dari pada desa sebelumnya.
Xiao Lin yang masuk juga tidak dikenai biaya dan langsung masuk tanpa memeriksa identitas. Untuk keadaan biasa, Desa, atau Kota akan meminta menunjukkan identitasnya agar bisa masuk. Tidak terkecuali untuk para pengelana. namun, disini tidak.
Setelah masuk, Xiao Lin segera menuju ke penginapan termurah. Namun, tetap saja, biaya semalam tidak mencukupi. Xiao Lin hanya bisa menghela nafasnya.
Setelah dia keluar dari penginapan, ia segera menanyakan tempat pelelangan disekitar sini. Dan setelah ia tau, Xiao Lin langsung menuju kesana.
Xiao Lin yang ada didepan gedung pelelangan, segera melihat kedalam genggaman tangan kirinya. Tingkat pill dibagi sama seperti tingkat senjata, dan yang ada tangannya adalah pill tingkat menengah yang dibuat Lu Zhong. Ia tidak tau, apa kah ini adalah tingkat pill yang patut dilelangkan. Namun, gurunya berkata untuk melelang, layak apa tidaknya akan dilihat nanti.
Xiao Lin mengeluarkan sebuah topeng agar tidak ada yang mengenalinya. Ia takut, saat ia bertemu dengan resepsionis atau pembelinya, dia akan diminta untuk meciptakan pill dengan kualitas yang sama.
Bagi dimensi gurunya, Pill itu hanya pill biasa yang bisa dibuat oleh Alchemist Junior Tier 8. Dan mengingat dimensi gurunya yang amat tinggi, membuat ia takut, bahwa pill ini memiliki kualitas terbaik dari yang terbaik.
Xiao Lin menelan ludahnya dan segera masuk kedalam gedung tersebut. Ia disambut oleh seorang resepsionis cantik berambut biru muda. Energi yang dipancarkan oleh wanita itu terlihat seperti energi milik kultivator Ranah Qi Refining (Ranah Sebelum Forging Gold Body).
Xiao Lin yang melihat seorang wanita yang terlihat berumur 15-16 tahun itu membuatnya menjadi tersenyum canggung. Aku seorang anak kecil, dan kekuatannya sudah melebihi orang dewasa, bagaimana reaksinya? Aku tidak bisa membayangkannya.
Dengan pemikiran seperti itu, ia segera keluar dari gedung itu. "Guru! Bagaimana caranya menyembunyikan tingkatan?!"
Xiao Lin panik, jika orang lain tau, bahwa ada anak kecil yang ranahnya diluar nalar orang-orang didemensi yang rendah, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. >Kamu hanya perlu mematikan titik dantian. Tapi, jangan semuanya! Untuk anak yang terlihat berumur 12 Tahun, memiliki sejumlah energi tidak mencurigakan bukan?<
Xiao Lin mengangguk kecil. Ia mematikan 10 Titik Dantian dari 12 Titik Dantiannya. Dengan begini, seharusnya ia tidak akan mendapat masalah.
Anak yang terlihat berumur 12 tahun itu kembali masuk. Ia kembali disambut oleh wajah dingin resepsionis yang tampak berlamun.
Xiao Lin berjalan menuju meja resepsionis. Xiao Lin berdiam diri untuk sesaat didepan meja itu, menunggu reaksi dari wanita itu. namun, dari tadi ia tidak mendapat reaksi apapun. "Umm, Kakak?"
Wanita bangun dari lamunannya, dan menatap orang yang memakai topeng itu dengan wajah 180° berbeda dari sebelumnya. "Tuan, ada perlu apa?"
Wanita itu langsung berwajah hangat saat sadar ada Xiao Lin disana, ia bahkan tidak takut dengan topeng Xiao Lin yang seperti orang yang mencurigakan. Xiao Lin hanya tertawa kecil, lalu menunjukkan sebuah pill. "Apa..... Aku bisa menjual kedua pill ini?"
Wanita itu menatap kearah genggaman Xiao Lin. Ia melihat sebuah pill dengan warna hijau yang cerah. "Ini... Pill Tingkat Duniawi Atas? Bahkan hampir menyentuh tingkat surgawi!"
Wanita itu menelan ludahnya. "Apa kamu yakin mau menjualnya disini? Desa ini mungkin memang besar, tapi..... Takutnya..."
Xiao Lin menebak, bahwa sedikit orang yang bisa membeli pill tingkat duniawi atas didesa ini walau penduduknya lumayan berduit.
Xiao Lin sama sekali tidak mempedulikan hal itu, dan tersenyum. "Aku tidak perlu uang banyak, asal ada tempat untuk menetap malam ini."
"Tempat menetap? Kalau begitu, tempatku saja, Aku tinggal sendiri." Wanita itu tersenyum lembut saat berkata.
"Benarkah? Aku seorang lelaki, bagaimana bisa berdua dengan wanita cantik sepertimu."
"Apa yang kamu katakan tuan? Tentu saja boleh! Saya sama sekali tidak mempersalahkan nya. Namaku, Zhou Yu, salam kenal tuan." Zhou Yu memberi tangannya pada Xiao Lin.
Xiao Lin kemudian tersenyum. "Aku Yao Lin, salam kenal."
Xiao Lin segera menjabat tangan Zong Yu. Lu Zhong yang ada di dalam Alam Jiwa Xiao Lin hanya mengerutkan dahinya. >Lin'er, kamu harus hati-hati, tidak ada orang yang baru dia kenal langsung memberimu bantuan. Dia mempunyai maksud tertentu.<
"Guru, tenang saja, tujuannya sudah terlihat jelas olehku." Gumam Xiao Lin.
"Tidak ada," Xiao Lin kemudian melempar pill yang gurunya ciptakan. "Kamu bisa memilikinya, asal bisa kamu bayar."
Mendengar ucapan Xiao Lin, muka Zong Yu langsung memerah. "Tu-tuan? apa yang ada bicarakan? Saya, mana bisa...."
"Kamu akan membayarku malam ini." Xiao Lin menyandarkan punggunya kemeja. "Lagi pula, Pill itu mudah dibuat."
>Dan bahannya susah dicari.<
"Uh-uhmmmmm, Tuan? Sa-saya tidak meminta ini." Muka Zong Yu tambah merah saat berkata.
"Aku tidak punya uang, jadi pill itu bisa jadi bayaranmu. Jadi, kapan kamu selesai bekerja? Aku akan menunggu." Xiao Lin beranjak dari sandarannya dan berjalan menuju salah satu kursi yang ada di depannya.
Dan setelah itu, Zong Yu sekali-kali menatap Xiao Lin dengan wajah merah.
Seusai Zong Yu bekerja, mereka berdua segera kerumahnya. Xiao Lin hanya heran melihat muka Zong Yu yang merah.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai dirumah Zong Yu. Rumah itu terlihat biasa-biasa, namun biasa-biasa itu membuat Xiao Lin tersenyum. Rumah seperti ini adalah rumah idamannya.
"Silahkan masuk....." Muka Zong Yu hingga kini masih terlihat merah. Xiao Lin hanya membiarkan wanita itu dan masuk kedalam rumah Zong Yu. "Ka-kalau begitu, aku mandi dulu."
Wanita itu bergegas pergi dari ruang tamu. Xiao Lin yang meliat reaksi wanita tersebut, segera duduk di meja yang ada dibelakangnya. "Guru, apa kamu merasa ada yang aneh?"
...
Tidak ada jawaban. Xiao Lin menduga bahwa gurunya telah tidur sebelumnya. "Yah, setelah ini aku akan mandi."
Beberapa saat kemudian, Zhou Yu selesai mandi. Ia sudah memakai baju, namun, baju yang ia pakai sedikit terbuka. Xiao Lin masih tidak memedulikannya dan mandi setelah meminta izin.
"Huaahhhh...." Xiao Lin terlihat bahagia saat masuk kedalam bathtub yang airnya sudah dipanaskan. ".....Nyamannya..."
Beberapa saat kemudian, suara pintu terdengar. Xiao Lin langsung bangun dan segera mengeluarkan pedangnya.
Langkah kaki terus terdengar, dan beberapa saat kemudian, anak itu melihat sesuatu yang seharusnya ia lihat setelah menikah.
"Uwaaaaahhhhh?!" Xiao Lin langsung menutuo matanya. "Dasar wanita cabul, apa yang kamu lakukan?!"
"Hahhhhh?! Anak kecil?!" Zhou Yu langsung menutup badannya saat tau, bahwa tuan yang dia bawa kerumah hanya seorang anak kecil.
Mereka berdua terlihat sangat canggung setelah keluar dari kamar mandi. Sedangkan Lu Zhong;
>Wahahahahahaha! Lin'er, wajahmu terlihat menyedihkan sekali! Hahahahahahah! Aku sudah sakit perut! ahahahaah!<
Xiao Lin hanya bisa menahan emosinya. Dan Zhou Yu hanya bisa menahan malu didepan anak kecil itu. Dia kini sudah memakai baju tidur yang lebih tertutup.
"Ghhhhhhh.... Kesucianku sudah memudar!" Xiao Lin bergumam dengan kesal.
"Hah?! Itu perkataanku! Lalu, bukankah kau yang memintanya?!" Zhou Yu terlihat sangat malu dan juga kesal.
"Aku tidak pernah memintanya!"
"Kamu pernah!"
Xiao Lin menarik nafasnya dengan sangat panjang. Lalu menghembusnya. "Mari lupakan semua ini. Aku hanya ingin tempat tidur malam ini, bukan melakukan hal senonoh."
"Hmph!" Zong Yu segera berbalik dan pergi dari sana. Xiao Lin hanya membiarkan dia pergi.
—————
Author Note: Sebenarnya aku hanya pengen buat adegan seperti ini, jadi ku lampiaskan aja disini, Sorry Jika Kurang Bagus :v
Sampai Jumpa lagi 🙂