
Xiao Lin memasang bajunya setelah berendam. Setidaknya, ia sudah tidur setelah kejadian itu selama 1 jam.
Xiao Lin bergegas merapikan bajunya, dan segera keluar dari rumah tanpa menimbulkan suara sedikitpun, karena ia kurang menyukai adegan perpisahan.
Namun, Zhou Yu sudah berada diluar, dengan pakaian yang lengkap, dan dia seakan-akan juga bersiap untuk pergi. Xiao Lin yang melihat itu, lantas terkejut. "Kak——Zhou Yu? Kenapa kau ada diluar dipagi hari?"
"Aku akan ikut denganmu!" Zhou Yu berseru dengan koper yang ada disampingnya. "Kau sendiri sudah lihat bukan? Bagaimana para penyusup itu masuk kedalam rumahku? Dengan kata lain, kota ini sudah tidak aman!"
Zhou Yu berseru. Situasi yang ia hadapi karena kabur dari istana bukanlah situasi yang bisa ia hadapi dengan mudah. Dan mengingat kejadian yang tadi malam, kekuatan Pemuda yang ia kenal sebagai Yao Lin ini bukan sembarangan! Ia menghadapi 5 pendekar tahap True Foundation dengan sangat mudah! Bahkan dirinya yang paling berbakat di kekaisaran bukan tandingannya.
"Tidak salah, nama aslimu, Xiao Lin bukan? Berarti kamu dari keluarga agung Xiao!" Zhou Yu berseru. Ia masih mengingat jelas, gumaman Xiao Lin tadi malam. "Kamu orang yang sangat berbakat dan kuat! Jadi sebagai putri kaisar, aku memerintahkan mu untuk mengantarku!"
Zhou Yu tersenyum sinis. Kini Xiao Lin tidak bisa menolak. Walau ia bisa menghadapi para leluhur, serta beberapa tetua dan satu sekte kecil, ia tidak berani menentang Kekaisaran, karena ia masih menaruh hormat pada kaisar karena sudah diam-diam membantunya di balik layar satu tahun yang lalu.
Xiao Lin sama sekali tidak tau kenapa mereka melindungi nya saat dia masih sangat lemah. Apa itu ada hubungannya juga dengan gurunya yang seorang dewa dari dimensi yang lebih tinggi?
"Baiklah, tapi, bisakah aku mengunjungi rumah ku dulu? Aku memiliki urusan disana." Xiao Lin mengingat jasad-jasad kucingnya. Jasad-jasad itu pasti sudah menjadi bangkai saat ini. Namun, hati bocah berumur 8 tahun itu tidak lah berubah. Kebaikan hati yang amat besar dan rasa terima kasih karena sudah menemaninya selama 2 tahun tetaplah besar, dan kian membesar.
Dan juga, ada seseorang yang ingin ia kunjungi dan ingin ia lihat walau sebentar.
"Rumahmu? Beberapa jarak dari sini, ada kota cabang Xiao, apa kamu akan berkunjung kesana?"
"Ya! Ngomong-ngomong, itu cabang keberapa?" Xiao Lin menggaruk pipinya yang terasa gatal. Xiao Lin berasal dari cabang ke-101, yang pasti ada lebih dari 50 cabang dan kemungkinan kota itu milik cabang ke-101 sangat kecil.
Dan juga, Xiao Lin bahkan tidak tau, ia sebenarnya dibawa kemana sebelumnya.
"Yang ada disekitar sini adalah cabang ke-101."
Xiao Lin menghela nafas lega. Ternyata tempat dari tempat latihannya ke kota cabang tidak lah jauh. "Baguslah! Kalau begitu kita akan berkunjung kesana. Tapi, apa kak Zhou Yu tahan dengan rumah kecil? Walau itu disebut rumah kecil, itu bisa dibilang sebuah gubuk juga."
Xiao Lin tertawa dua kali setelah berkata. Ia benar-benar mengingat rumahnya yang terlihat sangat buruk.
"Aku tidak keberatan tidur diluar!" Tampaknya Zhou Yu lebih memilih yang beratap langit dibandingkan gubuk. Itu adalah pilihan wajar untuk seorang wanita yang dulunya dipenuhi dengan kekayaan serta kehormatan didalam istana Kekaisaran. "Asal itu satu hari."
"Tapi, kita akan tidur diluar sepanjang jalan."
Xiao Lin mengeluarkan pukulan yang amat kuat bagi Zhou Yu. Ia membuang mukanya. Ia benar-benar bisa bertahan tidur di luar, namun tidak untuk berkali-kali. "Kalau begitu, temani aku membeli tenda!"
"Aish, Kakak Zhou Yu Benar-benar manja." Xiao Lin mengatakan sesuatu yang membuat Zhou Yu itu seakan-akan dipukul dengan palu dan kena dimuka. "Baiklah, aku akan menemanimu."
Sementara, Lu Zhong menatap layar yang memperlihatkan muridnya sedang berbelanja dengan seorang wanita. Ia hanya menatap datar layar yang mengambang itu.
Lalu ia mengangkat kembali kepalanya. Menatap sebuah pohon yang sudah sangat besar serta hutan yang ada di kaki pohon tersebut dari atas. "Pengembangan Dunia kecil ini sudah hampir sempurna, tidak boleh mengulur waktu lagi. Sudah saatnya mengajarinya Inner Power."
Inner Power, adalah kekuatan batin yang dapat mengendalikan dunia kecil seseorang saat sudah berada ditahap Internal Disaster. Namun, Lu Zhong sudah membangun dunia kecilnya sejak saat ia sudah menginjak Ranah, Forging Diamond Qi. Dan kini, hal itu menurun ke muridnya.
Hanya saja, perbedaannya adalah level dari ranah mereka saat itu. Lu Zhong sudah mengembangkan Dunia Kecil sejak hampir melewati ranah Forging Diamond Qi. dan Xiao Lin hanya perlu Forging Diamond Qi Realm; 1st Level!
Beberapa saat kemudian, Lu Zhong merasakan ada sebuah kekuatan yang memaksa untuk menerobos kedalam Alam Jiwa Xiao Lin. Dia tidak lain adalah istri Lu Zhong, Lun Yin.
Lun Yin datang untuk memeriksa keadaan Alam Jiwa Xiao Lin. Namun, ia tidak menyangka akan ada yang menyambutnya disini.
Lu Zhong mencoba untuk menggoda Lun Yin, namun, Lun Yin hanya mengacuhkan pria itu. Ia memperhatikan kesekeliling. Lalu menemukan pohon yang amat besar tumbuh didekat Menara Cahaya, dan kolam Inti Dantian Jiwa. Ia segera mendekat kearah pohon itu. "Ini..."
Wajahnya menunjukkan sebuah kekaguman yang amat luar biasa. Lu Zhong mengikutinya, dan berhenti disamping. "Bukankah ini luar biasa? Hanya perlu beberapa bulan lagi, dan dia sudah bisa menarik jiwa kedalam sini. Beruntung aku menyegel kekuatannya 70%, jika tidak, Dimensi Wu sudah hancur karena tekanan alam jiwa ini."
"?!" Kali ini Lun Yin terlihat sangat terkejut. Ia sama sekali tidak sadar, kalau alam jiwa ini 70%-nya disegel oleh Lu Zhong.
Lu Zhong berhenti sejenak. Ia menutup matanya. "Alam Jiwa ini, setidaknya sudah seluas Dunia Besar. Namun, kekuatannya sama sekali belum cukup, dan akhirnya hanya bisa menumbuhkan pohon sebanyak ini. Lalu, saat ia masuk keranah Forging Qi Diamond, Sebuah gunung juga keluar dari sana, namun menghilang dikemudian waktu. Bakat ini tidak bisa dimensi ini tampung. Hanya bisa ditampung oleh dimensi surgawi."
Lu Zhong menggeleng kepalanya. Lun Yin kemudian naik keatas. "Mau kemana? Apa sudah mau kembali?"
Lun Yin hanya terdiam saat Lu Zhong mengikutinya dari bawah. "Yin'er, tunggu aku~~~~"
Mendengar nada Lu Zhong yang kian terdengar cabul membuat Lun Yin mengencangkan terbangnya.
Lalu, Lun Yin berhenti, tepat diatas langit. Ia sudah tidak bisa melihat dataran. Ia juga tidak bisa melihat ujung dari langit ini. Awan-awan yang berkumpul diatas, membuat mata Lun Yin melebar dan kagum.
"Yin'er~ Tertangkap!" Lu Zhong memeluk Lun Yin dari belakang. Lun Yin sama sekali tidak mempedulikan si cabul, karena saat ini ia melihat sebuah keindahan yang tiada tara.
"Lu Zhong, menurut mu, apa kita memang sebaiknya turun tahta?" Lun Yin sedikit bergumam pada dirinya. Namun, Ku Zhong mendengarnya dengan jelas.
"Aku akan turun, karena sudah saatnya diriku turun. Kita sudab hidup lebih lama dari kebanyakan kultivator, dan bahkan sudah menjadi dewa hampir selama Heavenly Samsara Emperor Xiao Chen."
"Kau selalu membandingkan dirimu dengan orang yang sudah hidup selama jutaan tahun." Lun Yin tertawa kecil. "Aku jadi penasaran, bagaimana akhir cerita mereka."
"Aku juga tidak tau, Orang-orang dari True Heavenly Dimension sangat kuat, kita bahkan kesulitan menghadapi mereka, dan junior Xiao Chen hanya sekuat seperempat dari mereka." Lu Zhong mengeluarkan sedikit kegelisahan. "Kesempatannya menang sangat kecil."
"Kalau begitu, mari pergi ke True Heavenly Dimension! Juniormu sudah membuat True Heavenly Dimension hampir runtuh selama 10.000 tahun terakhir!" Lun Yin berseru, dan muka Lu Zhong tampak terkejut. Ia tidak menduga, hari dimana para penguasa sejati akan runtuh semakin dekat. namun, tetap ia tidak peduli.
Ia melepaskan pelukan nya dan terbang kesampingnya. "Aku tidak peduli, itu urusannya, aku..."
"Kau hanya takut!" Lun Yin berseru dengan sangat lantang. Untuk sesaat, Lu Zhong terdiam. Ia menatap Lun Yin dengan tatapan nya yang tetap datar. Ia kembali menatap kearah depan.
"Benar, aku takut. Aku takut, kehilangan kalian semua. Kehilangan semua yang Ku peroleh selama ribuan tahun. Kehilangan kasih sayang dari kalian. Kehilangan mereka. Aku takut, membuat langkah yang salah. Aku bukanlah manusia yang sempurna, bukanlah seorang pria yang sempurna, setidaknya, sebagai suami aku harus bisa melindungi istri-istriku dan membuat kalian bahagia."
"Ghkkkk,.... Lu Zho-!"
"Kau kira mudah berada diposisi ku?! Menanggung beban lebih dari milyaran orang! Melihat junior serta sahabatku sendiri menghadapi yang terkuat sendiri! Sedangkan aku perlu melindungi kelian! Apa kau kira aku tidak ingin bertindak juga?! Aku sangat ingin! Aku lebih menginginkan itu lebih darimu, Lan Yin! Tapi apa?! Pada akhirnya yang terkuatlah yang berkuasa!" Tangis mulai mengalir. "Aku tidak ingin melewati masa-masa itu lagi! Aku takut, takut kehilangan kalian! Aku bukanlah pria yang kuat! Aku hanya bisa membuktikan kekuatanku, hanya kekuatan yang ku peroleh dengan tujuan bersama dengan orang yang ku cintai selamanya! Melindungi mereka yang kucintai! Aku hanya kuat diluar! Didalam aku sangat rapuh! Aku seorang dewa! Bukan berarti aku bisa mengatur sesuka hati! Satu kesalahan bisa brakibat fatal!"
Lan Yin sudah tidak bisa berbicara lagi. Ia membuang mukanya dengan mulut yang terlihat berkerut.
Ia sangat tidak menyangka, bahwa ia membuat Lu Zhong menangis untuk kedua kalinya, dihadapannya. Ia sudah membuat langkah yang sangat salah kali ini. Kemudian, Lun Yin memeluk Lu Zhong dengan amat erat.
"Maaf, maaf..... Aku hanya..... Ingin berbuat sesuatu untuk mereka berdua. aku tidak ingin berdiam diri. Aku tidak ingin selalu dilindungi. Aku juga ingin berdiri disampingmu, bertarung bersama mu." Lun Yin mengalirkan air mata. "Saat kamu melindungi ku, aku hanya dapat melihat dan tidak membantu. Terutama saat Xiao Chen.........."
"Itu tidak apa. Itu tidak apa. Selama kamu baik-baik saja, selama kalian yang ku cintai baik-baik saja." Lu Zhong berbalik memeluk Lan Yin. "Bukan kita yang akan membantunya, tapi seseorang yang akan ku kembangkan hingga melebihi diriku serta Xiao Chen. Dia akan membawa seluruh manusia naik Ke entitas yang lebih tinggi. Dia lah yang akan berada dipuncak para dewa."
Lu Zhong membuka matanya, dan melihat kearah cahaya menara yang amat tinggi. Matanya menunjukkan tekad yang amat besar. Kali ini, dia akan mengajar Xiao Lin jauh lebih ketat lagi.