Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
25. Yao Lin Vs Guurdo



Pendekar Lin yang melihat kapak yang datang secara tiba-tiba, tetap bereaksi tenang. Badannya dengan cepat menjadikan kapak itu sebagai pijakan-nya, dengan Tenaga Dalam 90% di Kaki, dia melompat sembari berputar kebelakang.


Semua orang yang melihat hal itu terkagum. Apanya yang mencari pengalaman? Dia lebih berpengalaman di bandingkan Kultivator papan atas sekalipun!


Pendekar Lin mendarat dengan anggun. Setelah mengembalikan kestabilan tubuhnya, ia segera menyebarkan kembali tenaga dalamnya.


"Pemimpin Suku Raja Barbarian memang luar biasa." Pendekar Lin memuji orang yang melemparkan kapak itu.


Bammsss!


Siluet besar dan kekar melompat ke dekat Jendral Suku Raja Barbarian untuk mengambil kapaknya. Lalu ia melompat lagi, kali ini ke arah Pendekar Lin.


"Siapa kamu?" Maha Raja Suku Raja Barbarian berkata dengan mata yang ganas.


"Saya seorang pengelana. Saya datang untuk menantang Maha Raja dari Suku Raja Barbarian. Saya harap senior mau menerima tantangan saya," Pendekar Lin tertawa kecil setelah membungkukkan badannya.


Maha Raja dari Suku Barbarian menatap dalam-dalam ke arah Pendekar Lin. Dia merasa bahwa ada yang aneh dengan hal ini.


Di antara semua orang di sukunya, dia lah yang paling pintar dan bijaksana, tentu, sifat barbar yang dimiliki Suku Berjenis Barbarian tidak akan bisa hilang.


"Baiklah, tetapi sebelum itu, aku ingin tau namamu, aku juga akan menyebutkan namaku," Maha Raja berkata dengan tenang namun di penuhi nada ganas. "Namaku Guurdo! Maha Raja dari Suku Raja Barbarian!"


Setelah Guurdo berteriak, orang-orang dari suku raja barbarian mulai menyorakkan namanya berkali-kali.


Guurdo!


Guurdo!


Guurdo!


Bisa di rasakan bahwa rasa hormat yang dimiliki oleh Suku Raja Barbarian terhadap Maha Rajanya begitu besar.


Aku jadi penasaran dengan ekspresi, ketika aku menjatuhkan Maha Raja agung mereka.


Itu lah yang terlintas di pikiran Pendekar Lin.


"Cukup!" Guurdo berteriak dalam satu kata, dan mereka terdiam. "Giliran-mu,"


Pendekar Lin membungkukkan badannya dan menangkup-kan kedua tangannya. "Nama saya tidaklah penting, tetapi jika senior berkenan untuk mendengarnya, maka saya akan menyebutkannya. Nama saya Yao Lin, seorang pengelana yang baru keluar dari pelatihan tertutupnya,"


Setelah memperagakan sikap hormatnya, dia kembali menegakkan badan. Guurdo tidak tau siasat apa yang dia mainkan, tetapi dia tetap bisa merasakan, Pemuda ini berbahaya!


"Baiklah, mari kita bertarung." Walau dia merasakan bahaya, dia tetap menantang-nya karena jiwa tempur-nya riuh dengan bahaya ini. "Kau bisa melangkah pertama,"


"Tidak, dalam hitungan ke tiga," Yao Lin berkata dengan tenang.


Diam-diam, mereka yang memperhatikan menghitung di dalam batin mereka.


1,


2,


3,


Peng! Peng! Peng!


Serangan dari Yao Lin begitu ganas dan kuat, membuat Guurdo mundur kebelakang secara perlahan.


"Uooooohhhhh!"


Teriakan itu bergema bersamaan dengan aura yang mirip dengan Diamond.


Tetapi, Guurdo tidak membiarkan itu, dia segera mengejar Yao Lin dan menebas Yao Lin dengan kuat.


Peng!


Yao Lin membelokkan serangannya. Pedangnya bergetar karena tekanan yang kuat.


Yao Lin tertawa kecil. Sekarang dia tau kelemahan Guurdo. Dia memberi senjatanya banyak Tenaga Dalam, jika dia benar, maka yang untuk melindungi diri adalah 30% untuk perlindungan diri dan 70% untuk senjata.


Yao Lin mulai memancarkan Qi Berlian miliknya. Angin berhembus, dan aura kuat membuat Guurdo mundur jauh kebelakang.


Yao Lin segera menyusul Guurdo dan menyerang nya bertubi-tubi.


Peng Peng Peng!


Ujung tajam senjata mereka terus membentur satu sama lain.


Bammmmm!


Guurdo secara tiba-tiba terpental jauh oleh tendangan Yao Lin.


Di dalam asap, sosok siluet yang besar dan kekar itu berdiri secara bertahap. Aura intimidasinya jauh lebih kuat di bandingkan sebelumnya.


Guurdo menarik nafasnya dengan panjang. "Uooooohhhhhhhhhhhhhhhhh!" Lalu dalam satu teriakan, semua aura intimidasinya keluar.


Teriakan itu bergema di langit, seolah-olah dia sedang mengamuk. Dan yang benar saja, matanya mengeluarkan cahaya merah yang terus berkobar, giginya merapat dan dia menggeram seperti serigala.


Yao Lin tambah waspada. Dia mengumpulkan tenaga dalamnya pada pusat Dantian, berjaga-jaga jika dia menyerang secara tiba-tiba. Jadi, dia bisa menyebarkan Tenaga Dalamnya saat terkena benturan dari kapaknya.


Swhuusssssshhh!


Kapak Guurdo melesat menuju kepala Yao Lin. Pemuda itu dengan cepat memutar badannya, dan dengan lincah mengambil kapak itu lalu mengembalikannya.


Bammmmmm!


Kapak itu melesat kembali menuju pemiliknya, namun dengan satu tangan dia menahan Kapak yang sudah di aliri oleh Tenaga Dalam Yao Lin.


Guurdo menarik kapaknya ke samping, dan layaknya pegas dia melompat menuju Yao Lin


Peng!


Getaran suara itu bergema dan membuat orang-orang menutuo telinga mereka. Itu suara yang cukup nyaring.


Yao Lin serta Guurdo mundur kebelakang untuk memberikan ruang agar dapat menyusun rencana.


Yao Lin tau bahwa menghadapi level yang ada di atasnya akan susah, tetapi dia tidak pernah sesusah ini saat menghadapi Lawannya, selain Li Qin.


Di sisi lain, Guurdo menatap Yao Lin dengan dalam. Dia berhasil membuat angin kuat dan kencang, membuat tekanan yang seharusnya bisa menghancurkan kayu, tetapi topeng itu, kenapa tidak hancur?


Sedari awal dia membidik topeng yang menutupi wajah Yao Lin karena penasaran. Tetapi siapa sangka topeng itu dapat bertahan.


Di tempat Zhou Yu dan keluarga Li Qin, mereka menonton pertarungan. Tampak di muka Zhou Yu yang cantik itu khawatir, begitu pula dengan Xiao Mei.


Li Qin hanya menatap dengan tenang. Xiao Lin masih belum mengeluarkan kekuatan penuhnya, karena dia merasa kekuatan penuhnya terletak pada Keahlian Pedang yang di gunakannya waktu itu.


Kembali ke pertempuran, Yao Lin menebas pedang kiri dan kanan, menciptakan angin kuat dan menghembuskan debu-debu yang ada di sana.


Mata Guurdo menjadi terhalangi, dia menjadi jengkel karena menghalangi pemandangan dan menebas kapaknya ke bawah. Semua debu itu langsung menghilang karena hembusan angin yang lebih kuat.


Namun, saat dia lagi mengarahkan kapaknya ke bawah, Yao Lin datang tiba-tiba. Dia menebas pipi kanan Guurdo karena Guurdo menghindari serangan tersebut.