
Xiao Lin menyuapkan dirinya sendiri. Setelah dia menelan makanannya, dia segera menanyakan sesuatu pada Li Qin. "Ngomong-ngomong, Kakak Ipar tau Black Heavenly Wind Sect?"
Li Qin yang sedang menelan itu segera tersedak. Xiao Mei tertawa kecil dan memberikan segelas air putih pada suaminya. "Terimakasih," Ucap Li Qin pada Xiao Mei, ia lanjut menatap Xiao Lin. "Kenapa kamu menanyakan hal itu?"
Xiao Lin kemudian menatap Zhou Yu yang termenung. Mata dia bertemu dengan mata biru laut Zhou Yu, lalu ia kembali menatap Li Qin. "Kakak Yu sedang di incar dengan mereka. Janjiku adalah mengantarnya kembali ke istana."
Li Qin mengangguk. Ia tau apa yang terjadi pada Selir Zhou beberapa tahun yang lalu. "Black Heavenly Sect adalah Sekte dari aliran hitam yang lumayan di takuti. Mereka punya 3 Leluhur yang sudah mencapai tahap Void Limbo Realm. Ketua sekte mereka berada di Nihility Sovereigns Realm."
Xiao Lin mengangguk. "Kalau begitu. sekte kelas 10 ya? Ini mengejutkan. Huh, sepertinya aku akan kesusahan memusnahkan mereka,"
Pak!
Tangan Xiao Mei tiba-tiba melepaskan sendok di tangannya, Zhou Yu tercengang, Li Qin melebarkan mulutnya.
Beberapa orang yang di dekat mereka agak terkejut dengan kata-kata itu.
"Apa? Kenapa kau mau memusnahkan mereka?" Zhou Yu bertanya dengan heran.
"Hmm? Bukankah nanti itu akan menyusahkan kakak? Aku bisa saja menyuruh penjaga ku..... " Xiao Lin menatap cincin yang ada di jarinya. "Setidaknya satu penjaga sudah cukup,"
Dia mengingat semua perkataan gurunya tentang patung yang sebenarnya berada di Tingkat Qi Venerable. Setidaknya kekuatan dari Patung itu amat sangat kuat dan dapat menghancurkan satu sekte di dunia ini.
"Baiklah, Adik Lin. Kali ini kau bicara sedikit keterlaluan," Xiao Mei angkat bicara. Dia menatap tajam Xiao Lin. "Kau tau kan, ada banyak orang yang tidak bersalah di sana?"
Xiao Lin tidak menjawab. Ia hanya tersenyum untuk menunjukkan keseriusannya.
"Kau..... Kenapa tiba-tiba menjadi begitu kejam?" Xiao Mei tidak tahan lagi.
"Kakak Mei, Xiao Lin yang polos itu sudah mati. Aku yang sekarang adalah Xiao Lin yang baru saja kembali dari neraka. Sekarang aku tidak akan segan-segan untuk memusnahkan bibit masalah," Xiao Lin berhenti sejenak, menatap Xiao Mei yang memucat. "Tetapi tenang saja. Aku masih lah Xiao Lin yang menyayangi orang yang ada di sekitar ku, dan lagi pula mereka Sekte Aliran Hitam. Bukankah wajar kalau satu di antara mereka hancur?"
Ucap Xiao Lin sembari senyum. Xiao Mei tambah kesal. "Baiklah, malam ini kamu akan aku displin kan,"
Prankkk
Li Yin menjatuhkan sendok yang di pegangnya. Entah apa yang merasukinya, dia seakan-akan takut dengan kata-kata 'Disiplin'.
Xiao Lin juga menelan ludahnya. Dia bisa merasakan sesuatu yang buruk akan datang.
Sedangkan Lu Zhong yang ada di bawah Alam Jiwa Xiao Lin, mengangguk. Dia juga setuju dengan Xiao Mei untuk perlu memberikan pemikiran yang lebih baik, atau dia akan lebih mudah untuk masuk ke dalam jalan kegelapan.
Bagaimanapun juga, perintah untuk membunuh seseorang adalah cara membunuh secara tidak langsung. Apa lagi membantai, kecuali mereka sudah punya cukup dosa ditangan si pembantai.
Seusai makan malam, Xiao Lin serta Zhou Yu mendapatkan banyak informasi tentang Black Heavenly Wind Sect.
Dan mereka memesan kamar. Dan tidur. Itu lah yang seharusnya terjadi. Tetapi siapa sangka dia, Xiao Lin akan di cermahi dengan kayu. Kalau salah kata, maka kayu itu melayang ke buntutnya.
Xiao Lin juga meminta untuk tidur bersama Zhou Yu, agar keselamatannya terjamin, tetapi itu di tolak mentah-mentah, dan akhirnya Xiao Mei dan anaknya, serta Zhou Yu tidur di satu kamar, dan Xiao Lin serta Li Qin tidur di kama sebelah mereka.
Xiao Lin menutup matanya dan segera berkultivasi. Namun tepat saat matanya akan tertutup, dia merasakan hawa keberadaan yang cukup besar masuk ke dalam kamar Zhou Yu.
Tidak tinggal diam, Xiao Lin segera masuk melalui jendela setelah memasang topeng iblisnya. Membuka Jendela; dia melihat seorang pria berjubah hitam sedang mengangkat Zhou Yu.
Xiao Lin meningkatkan Aura Berliannya, dan segera melesat menuju orang tersebut dengan pedang Pelahap Senjang Malam yang sudah ia panggil dari Cincin Ruangnya.
Preeeeeenng!
Sebuah pedang menghalangi Pedang Pemakan Senjang Malam, namun pedang itu hancur seketika, dan saat itu hancur, Xiao Lin bergerak sekali lagi dan menyerang Jubah Hitam.
Si Jubah Hitam mundur dengan Zhou Yu, namun dia tidak di beri kesempatan. Xiao Lin melesat dan menusuk pundak jubah hitam itu, membuat pedangnya tertancap di pintu lalu menghancurkannya.
Sang Jubah Hitam melepaskan Zhou Yu dan meraung dengan amat keras. Sementara temannya masih sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Ren! Jangan kau lepaskan Zhou Yu itu!"
Suara dia bergema di sana. Mata dingin Xiao Lin melirik ke arahnya, dia mengalirkan Qi dalam pedangnya agar rasa sakit dan tertancap dengan kuat.
Xiao Lin melepaskan gangang pedang yang sebelumnya ia genggam, lalu dia berjalan menuju teman si jubah hitam, orang itu tidak tinggal diam, dia berbalik dan segera berusaha untuk kabur dari sana, namun akibat tangan Xiao Lin yang mengambil kakinya, badannya terjatuh.
"Ka-Kau!"
Pria itu terus menggonggong, membuat Xiao Lin menghantam mulutnya dan membuatnya pingsan.
Xiao Lin melirik ke arah Jubah Hitam, di sana sudah tidak ada lagi dirinya dan Zhou Yu.
Bam!
Ledakan terjadi dan membuat penginapan itu mengeluarkan dengungan kuat. Xiao Lin segera keluar dari jendela. Dia melompat dengan amat tinggi di atas, matanya bergerak seratus kali lipat di bandingkan sebelumnya.
Tidak ada lagi orang itu.
"Sial!"
Xiao Lin mendarat di atas atap, dan kembali ke tempat sebelumnya. Saat dia kembali, dia menyeret penyerang ke dalam kamar Li Qin serta dirinya.
Xiao Lin melempar orang itu. Di depannya, ada Li Qin dan Xiao Mei, sedangkan Li Yin tidur di atas ranjang Xiao Lin.
Xiao Mei tampak amat cemas, ia bersegera menanyakan adiknya. "Adik Lin, apa yang terjadi?"
"Kakak Yu di culik dengan mereka," Xiao Lin menendang orang itu dengan keras, sehingga dentuman bergema di ruang itu. "Bangunlah, Dasar Sialan,"
Xiao Lin melihat tidak ada tanda-tanda bangun, membuatnya menampar orang itu berkali-kali. Akhirnya dia bangun, namun ekspresinya terlihat sangat ketakutan saat menatap mata Xiao Lin.
"Baiklah, pertanyaan pertama, Siapa kalian?"