Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
21. Raja Yang Mencari Ratu Part 2



Seorang pemuda berjalan masuk kedalam kota dengan memakai pakaian tertutup. Mukanya yang tampan, serta pakaian mewah yang tertutup oleh jubah itu membuat orang lain meliriknya.


Orang-orang menduga kalau dia adalah seorang bangsawan, dan pasti ada perlu dengan Walikota. Namun, sebenarnya tidak.


Dia adalah pemuda, yang baru naik tahta dan mencari seorang kekasih yang ia tinggal beberapa tahun yang lalu.


Dia berharap bahwa dia bisa menemukan jejaknya disini, karena ia tidak yakin, bahwa kekasihnya itu masih menetap.


Setelah sekian lama tidak berjumpa, secara antusias pemuda itu melangkahkan kaki dan bergegas menuju gerbang kediaman walikota.


"Berhenti!" Kedua penjaga berseru. Mereka melakukan tugas mereka, jadi pemuda itu bisa mengampuni nyawa mereka. "Tunjukan identitas, dan setelah itu biarkan kami memutuskan boleh apa tidaknya!"


Pemuda itu mengerutkan dahinya, dan kedua penjaga itu menjadi merinding. "A-apa?! Kau melawan?!"


Salah seoranh dari mereka berseru dengan takut, pemuda itu menggeleng kepalanya dan mendengus. "Tidak ada, aku adalah raja dari kerajaan Naga Ilahi Timur."


Pemuda itu menunjukkan sebuah lencana dengan warna emas yang berkilau dan dihiasi oleh corak naga emas yang begitu menawan.


Kedua penjaga itu terkejut, mereka tau persis orang-orang dari kalangan atas dan segera mempersilahkan dirinya masuk.


"Silahkan..."


Setelah itu, raja tersebut disambut oleh pemandangan begitu banyaknya pendekar yang kuat serta ahli tempur yang luar biasa kuat. Mereka berlalu lelang seakan-akan sedang bertamasya.


"Apa terjadi sesuatu disini?" Pemuda itu masuk dan tidak mempertanyakan nya lebih jauh. Karena ia yakin, semua orang ini tidak punya niat jahat, dan jika mereka punya, bahkan sekota ini dia masih bisa menghadapi nya mati-matian.


Ia segera masuk kekediaman utama. Walau awalnya dihalangi, namun dengan adanya medali dari istana, semua menjadi enteng.


"Permisi, saya ingin meminta tolong pada anda," Pemuda itu memperlihatkan lencananya. "Tolong beri tau Xiao An, bahwa raja kerajaan Naga Ilahi Timur datang bertamu."


Semua orang terkejut dengan pernyataan pemuda itu. Tidak ada yang tidak tau Raja Kerajaa Naga Ilahi Timur yang dikenal sebagai, Raja Dunia Misterius Li Qin.


Li Qin memiliki reputasi yang luar biasa. Seperti; Ia membunuh Raja Iblis Timur, Kaisar Giok Naga, dan yang paling luar biasa, mengalahkan Naga Laut Hitam Surgawi yang melegenda didunia.


Orang-orang berkata, bahwa dia memiliki kekuatan yang setara dengan Xiao Chu dan Sang Kaisar Langit Wu, Huang Su.


Setelah dia menunggu 3 menit, akhirnya Xiao An datang. "Maha Raja Li Qin, terima kasih atas kunjungannya."


Li Qin hanya menatap Xiao An dengan datar, Acuh, seakan-akan tujuannya bukan untuk mengunjungi.


Xiao An mengajak Li Qin duduk, dan berbicara.


"Tuan Xiao An, saya akan langsung saja katakan tujuan saya datang kesini." Li Qin menatap Xiao An dengan sangat serius.


*Glek


Xiao An menelan ludahnya, dan menjadu agak risih. "Silahkan, silahkan,"


"Saya mencari seseorang, dan itu dari keluarga kalian," Li Qin berhenti agak ragu. Dia menatap kebawah. Jika saja dia mengaku yang dia cari adalah kekasihnya, maka ia tidak akan tau tindakan macam apa yang dia lakukan, dan hal nasib buruk apa yang mereka timpa pada calon istrinya. "Dia membunuh salah satu kerabatku, dan aku datang kesini pribadi untuk dia, apa kamu tau, wanita dengan namanya Xiao Mei?"


"Hmm, kenapa kamu mencarinya?" Li Qin berkata dengan tersenyum santai. "Apa dia melakukan sesuatu?"


"Dengar tuan," Xiao An berbisik dengan tangan yang menghalangi satu sudut. "Aku ingin mendapatkan wanita cantik itu, dan aku ingin bersetubuh dengannya. Bagaimana kalau kita buat pertukaran? Aku akan memperk*sa nya dan setelah itu memberikan ruangan untuk membunuhnya secara pribadi."


Li Qin masih tersenyum santai. Namun, amarah yang ia pendam sudah berada diujung tanduk. "Itu pertukaran yang bagus, kalau begitu apa dia masih ada dikota ini?"


Ini akan menjadi akhirnya. Jika ia menjawab iya, Li Qin akan membuatnya membantu dirinya, jika dia jawab tidak, kota ini akan menjadi abu dan dikenang sebagai kota hantu.


Xiao An mengembalikan badannya kesemula. "Kalau itu saya tidak tau, karena dia kabur. Maka dari itu saya sedang mencarinya."


Kalau begini, Li Qin tidak punya pilihan selain memanfaatkan semua kemungkinan.


"Baiklah, cari baik-baik, aku akan menunggu kabar di salah satu hotel. Saya undur diri dahulu." Li Qin berdiri dan berjalan keluar dari kediaman walikota.


Namun, saat ia diluar pagar, ia dihentikan oleh seorang pemuda berambut Black Pitch, dengan pakaian jubah hitam. Dan tampaknya didalamnya juga hitam.


Pakaian yang seperti itu biasanya untuk para pembudidaya, tapi dia sama sekali tidak memiliki tenaga dalam.


"Permisi, apa anda sedang mencari seseorang?" Tersenyum hangat padanya. "Jika benar, maka saya akan membantu anda."


"Siapa kau?" Li Qin menatap tajam kearahnya. "Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang yang baru kenal."


"Saya? Nama saya Yao Lin. Seorang pengelana." Ucap pemuda itu, Yao Lin mempersingkat perkenalan. "Iya atau tidak? Itu sesuai jawabanmu, karena tampaknya kamu sedang mencari seseorang."


Li Qin masih agak curiga, namun mau bagaimana lagi? Dia harus mempercepat pertemuan nya dengan Xiao Mei, karena dia memiliki tempat besar di Rapat Dunia.


"Baiklah," Jawab Li Qin dengan sedikit ragu.


"Jadi, siapa yang kamu cari?" Tanya Yao Lin dengan tatapan tajamnya.


Li Qin menghela nafasnya dan berkata. "Xiao Mei, seorang koki dari restoran mahal disini."


"Itu bagus. Ikut aku," Yao Lin menarik tangan Li Qin dengan kasar.


Pemuda itu menariknya ke hutan dan berhenti saat Li Qin menarik tangannya lagi.


"Siapa kau?" Tanya Li Qin dengan mengerutkan dahinya. Dia merasa ada yang aneh.


Kemudian pemuda itu menghadap kebelakang. Matanya yang hitam itu, menatap tajam kearah Li Qin, seakan-akan tajamnya sudah menyentuh hidung.


"Untuk apa kau mencari kakak Mei?" Tanya Yao Lin.


"Ini bukan urusanmu, dan sepertinya kamu memiliki hubungan dengannya ya?" Li Qin mengerutkan dahinya saat berucap. "Kau ini siapa?"


Tanpa menjawab pertanyaan Li Qin, Yao Lin mencabut pedangnya dan menyerang Li Qin dengan cepat. Beruntung, Raja Muda itu menghindarinya dengan sangat cepat, jika tidak kepalanya akan putus dari badan.


"Reaksi yang bagus." Ucap Yao Lin sambil menatap dengan niat membunuh yang kuat.