
Xiao Lin mengajak Li Qin berjalan dan bercerita semua kejadian yang dialami olehnya. Mulai dari melihat Xiao Mei di restoran sebelumnya, hingga ia melihat anak Xiao Mei dan Li Qin.
Dan tujuan Xiao Lin yang hanya untuk melihat keseriusan Li Qin terhadap kakaknya, Xiao Mei. Agar dimasa depan, ia tidak perlu repot-repot khawatir.
"Jadi begitu," Ucap Li Qin dengan tatapan sedih kesamping. Ia menyesal telah memberikan keadaan ini pada Xiao Mei. "Apa dia marah denganku ya?"
Xiao Lin yang berjalan disampingnya, menggeleng kepala dan berkata. "Ntah lah, yang pasti kau harus tanggung jawab, atau tidak aku akan memburumu sampai keneraka!"
Kata-kata Xiao Lin membuat pemuda yang luar biasa itu bergidik untuk sesaat.
Kekuatan Xiao Lin begitu begitu agak sulit ditangani oleh orang seperti Li Qin, dan dimasa depan dia pasti berada dipuncak. Untuk berada di ranah Heavenly Step dengan umur 15 tahun membutuhkan bakat, dan untuk mendalami pemahaman pedang serta pendekar membutuhkan bakat juga.
"Mari sampingkan hal ini, kamu sudah berada di pemahaman pendekar tingkat apa?" Li Qin bertanya dengan muka penasaran.
"Ntah lah, kurasa Master Pendekar." Xiao Lin menjawab dengan senyum yang lebar.
Untuk sekarang, Xiao Lin hanya memiliki tingkat pemahaman Guru Pendekar, dan tingkat pemahaman pedang tingkat Murni awal.
Untuk Tingkat Pemahaman Pendekar sama dengan Dimensi lainnya, atau bisa disebut Domain Atas untuk para Tujuh Dimensi Agung. Yaitu;
Pendekar Pemula, Pendekar Biasa Tier 1-3, Pendekar Senior Tier 1-3, Master Pendekar Tier 1-7, Grandmaster Pendekar 1-10, lalu Pendekar Dunia, Laut, dan Langit, lalu Surga, dan terkahir Celestial dan Astral.
Li Qin hanya memiliki pemahaman Master Pendekar, dan dia masih terjebak di Tingkat itu. Untuk berada di tingkat seperti itu, dengan umur 23 tahun, dia merasa itu cukup untuk meratakan sekte kecil.
Namun, pemuda yang tidak diketahui asal usulnya, dan terlihat berumur 15 tahun ini memiliki pemahaman Master Pendekar Tier 4. Itu merupakan reputasi yang luar biasa.
————Akhirnya mereka tiba ditujuan. Li Qin melihat Xiao Mei sedang bermain dengan balita berumur 2 tahun bersama seorang wanita.
Dan saat Xiao Mei sadar akan kedatangannya, ia segera beranjak lalu berlari kearah mereka.
Li Qin tersenyum lembut dan berlari kearah Xiao Mei, namun siapa sangka wanita itu melewatinya.
"Adik Lin kau tidak apa? Kau baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang sakit? Apa dia menjahilimu? Kakak ini akan memarahinya kalau iya."
Xiao Lin hanya tertawa kecil saat melihat reaksi biasa Xiao Mei saat bertemu dulu. Dan Li Qin diam-diam mengutuk Xiao Lin.
————
Setelah beberapa saat, akhirnya Xiao Mei menjadi tenang.
Untuk sekarang, Zhou Yu menggendong Xiao Yin menatap kearah Xiao Mei dan Li Qin yang sedang berduaan.
Xiao Mei hanya tenang sambil meminum teh yang daunnya ia petik di kebun, sedangkan Li Qin hanya duduk bersimpuh seakan-akan sedang di hukum.
"Mei'er ku, apa kau masih marah soal itu?" Li Qin berkata lembut saat menggodanya.
Xiao Mei yang tetap tenang itu, hanya menatap dingin Li Qin. "Kau meninggalkan ku saat sedang hamil, dan kini kau menjemputku untuk pergi? Jangan bercanda."
*Geh
Zhou Yu bisa merasakan suasana dingin yang ia ada disekitar Xiao Mei dan Li Qin.
"Gugu baba," Xiao Yin berkata dengan bahasa balita yang tidak dimengerti sambil menatap mereka. "Bababa gugu"
Xiao Lin yang duduk jauh beberapa meter dari Zhou Yu dan kedua pasangan itu, berdiri dan berjalan mendekati Zhou Yu yang sedang menggendong Xiao Yin.
"Kakak Yu, aku ingin menggendong nya juga," Xiao Lin mengangkat kedua tangannya hingga tingginya sedada.
Zhou Yu agak khawatir, ia takut Xiao Lin akan menjatuhkan Xiao Yin tepat saat sebelum ia mengopernya.
"Tidak." Jawab singkat Zhou Yu.
"Aku pamannya, jadi tidak apa-apa kan?" Goda Xiao Lin.
"Tidak."
"Iya."
"Tidak."
"Kalau gitu satu menit aja, ada sesuatu yang aku ingin lakukan."
Zhou Yu menatap heran Xiao Lin. Dia menjadi penasaran apa yang akan dilakukan. Yang pasti berbahaya, jadi Zhou Yu menggeleng kepalanya.
"Kumohon, aku akan membuatkan mu pill jika kamu bisa dapat semua bahannya." Xiao Lin menambahkan hadiah balasan.
Zhou Yu menjadi agak tergiur. Dengan ragu ia mengatakan. "Baiklah, tapi hanya sebentar."
Zhou Yu menyerahkan Xiao Yin ke Xiao Lin. Pemuda itu tersenyum lembut pada Xiao Yin yang ada di gendongannya, ia kemudian berjalan menuju Li Qin dan menaruhnya dipaha Li Qin.
Li Qin yang melihat Xiao Yin, menjadi tidak tahan untuk memeluknya.
Xiao Mei yang melihat tindakan Li Qin, menatap kearah Xiao Lin yang bergidik dan langsung menjauh dari sana.
"Baiklah, namamu sekarang Li Yue," Seru Li Qin sambil mengangkat Xiao Yin.
Xiao Mei menatap tajam kearah Li Qin dan secara tegas ia berkata. "Namanya Xiao Yin,"
Li Qin yang sadar menurunkan anaknya ke paha dan memeluknya sambil melihat kearah Xiao Mei. "Kalau begitu, namanya Li Yin."
Kali ini tidak ada jawaban dari Xiao Mei. Ia tidak akan membantahnya lagi, karena lagi pula, ia sadar bahwa Li Qin akan membawanya untuk menikahinya.
Dan sedari awal, nama Xiao Yin memang Li Yin, maka dari itu ia tidak mengoceh lagi.
Xiao Mei sekali lagi meminum teh yang ia pegang, dan dengan tenang ia berkata. "Baiklah, aku akan ikut, denganmu."
"Benarkah? Hore, mamamu akhirnya ingin ikut dengan ayah!" Li Qin berucap sambil menggerakkan tangannya. Dan Li Yin tertawa manis.
Malam terlewati. Mereka semua memesan kamar di hotel yang berbeda. Namun, bukan berarti mereka tidak makan malam bersama.
Pagi tiba, dan mereka satu persatu bersiap-siap untuk pergi.
Mereka semua sudah ada didepan gerbang, dan urusan Xiao Lin juga sudah diselesaikan oleh Xiao Mei. Sehingga, tidak ada alasan lain buatnya untuk tinggal lebih lama.
Kali ini tugasnya mengantar Zhou Yu!