Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
20. Raja Yang Mencari Ratu Part 1



Pagi disambut oleh matahari yang membuat embun yang cukup untuk menutupi kota keluarga cabang Xiao tinggali saat ini.


Dipagi hari, tidak sedikit orang diluar. Pengelana dan beberapa pendekar yang sebelumnya disewa oleh Xiao Chu untuk menjemput tuan muda yang misterius sudah saatnya bubar.


Setengah dari jumlah sudah keluar, namun setengah dari mereka tidak keluar, karena mereka adalah pendekar dan pengelana yang terkenal akan kehebatannya.


Maka dari itu, mereka keluyuran kesana kesini hanya untuk melihat salah satu kota terbesar yang dimiliki klan Xiao.


Klan Xiao adalah keluarga yang sangat besar, dan diluar dimensi, Keluarga Xiao termasuk keluarga surgawi. Keluarga terkuat. Namun, Keluarga Xiao di dimensi Wu begitu lemah, sehingga tidak dapat mendominasi Dimensi.


Untuk sekarang, keluarga Xiao dihadapi oleh seorang pemuda misterius serta istrinya yang begitu cantik.


Pemuda berada diranah misterius, sehingga tidak ada yang tau kekuatannya yang sebenarnya. Yang mereka tau, dia dapat melenyapkan dunia ini jika mau.


Maka dari itu, sekarang para pemimpin dari macam keluarga datang keibu kota. Ke Altar Surga, tempat portal dimensi agar penjelajah dari dimensi lain bisa datang.


Untuk beberapa alasan, Kepala Keluarga Li, Kepala Keluarga Wu, dan Kepala Keluarga Chu datang ke Kota Keluarga Cabang Xiao Ke-101.


Saat mereka tiba seminggu yang lalu, mereka begitu disambut oleh penduduk lokal.


[Disalah satu penginapan di Kota Cabang Xiao Ke-101]


"Kak Yu, aku pergi dulu." Xiao Lin menutup pintu kamar. Awalnya dia akan kembali ke rumahnya, tapi karena Zhou Yu, dia ketiduran.


Untuk sekarang ia harus pergi kembali kerumahnya, karena setelah membereskan masalah Saudari Xiao Mei, maka ia akan segera pergi.


Kini, pemuda itu tidak memakai topeng, karena topeng adalah identitasnya sebagai sang ahli tahap Heavenly Step.


Untuk sekarang, dia ingin makan terlebih dahulu, jadi dia langsung kebawah dan makan lalu segera pergi ke rumahnya.


Didalam perjalanan, bisa dilihat kalau ada banyak kultivator yang tiba. Sehingga aura disini lebih luar biasa, penduduk tidak ada yang berani diluar lama-lama, karena pasti akan terjadi sesuatu karena pada dasarnya, orang awam melihat para kultivator adalah orang yang begitu sombong dan jahat.


Memang, ada beberapa diantara mereka baik, tapi, itu hanya beberapa, karena zaman para ahli tahap Dominasi Raja sudah tiba.


Kenapa dibilang demikian? Karena sekarang, kebanyakan kultivator sudah berada di Ranah Dominasi Raja.


Xiao Lin melirik kesegala arah. Tidak ada masalah disini, dan tidak ada hal aneh. Tentram, bagi kultivator. Intimidasi, bagi para awam.


Xiao Lin berjalan menuju toko yang menjual roti. Karena sekarang, ia begitu ingin makan roti. Setelah itu, ia bergegas menuju rumahnya.


Saat tiba, Xiao Lin melihat kalau rumahnya itu hampir hancur karena badai. Biasanya, kalau terjadi badai, dia akan segera memperbaiki nya. Namun, karena dia pergi terlalu lama, rumahnya sekarang rusak.


"Haishhh...." Xiao Lin mendesah dengan pelan. Ia benar-benar tidak ingin memikirkan keadaan tubuh kucingnya saat ini.


Ia kembali melangkah. Langkah demi langkah ia lewati, namun langkah itu berhenti saat seorang wanita keluar dari rumahnya.


Xiao Lin melebarkan matanya. Ia mengenalnya, dan menyayangi nya sebagai seorang kakak.


Xiao Lin berjalan pelan menuju wanita tersebut. Punggung yang kecil, serta rambutnya yang hitam mengkilat, membuatnya teringat dengan masa-masa saat ia masih dibawah perlindungannya.


"Permisi, Nona." Xiao Lin membuka suaranya saat ia sudah berada tepat didekatnya. Wanita itu terkejut, dan secara perlahan melihat kearah belakang.


"Siapa?" Xiao Mei bertanya dengan dingin, sambil menatap ke belakang. "Apa urusan anda datang kesini?"


"Apa anda saudari Xiao Mei?" Xiao Lin mencoba bersandiwara lebih jauh lagi. Namun, melihat Xiao Mei tiba-tiba menggigil, membuatnya agak cemas. "Tenang, saya mencari nona Xiao Mei atas nama Xiao Lin."


Dia mencoba untuk menggunakan namanya, dan ingin melihat reaksi Xiao Mei. Namun, tampaknya itu diluar dugaan.


"Benar. Saya hanya akan berbicara disini." Xiao Lin tersenyum lembut pada Xiao Mei dan lanjut berkata. "Apa terjadi sesuatu beberapa hari ini? Mungkin aku bisa membantunya."


"Tidak, tidak ada." Xiao Mei menggeleng kepalanya. "Hanya beberapa tahun ini aku....."


Tiba-tiba kata-katanya terhenti saat melihat anak gadisnya merangkak keluar dari rumah. Dia langsung berjalan kearah anak itu dan menggendong nya. "Aduh, sayang, kenapa keluar?"


Xiao Mei berkata dengan lembut, sedangkan pemuda itu tampak amat terkejut. "Ini... Apa ini anak anda? Xiao Mei, ternyata anda sudah menikah."


Mendengar perkataan Xiao Lin, Xiao Mei membuang mukanya dan tidak menatap langsung muka pemuda itu. Dia menggeleng kepalanya dan berkata. "Ini anak dari hubungan terlarangku."


Xiao Lin tersentak. Dia benar-benar terkejut pada pernyataan Xiao Mei. "Lalu, dimana ayahnya?"


Xiao Mei berkata dengan wajah yang sangat ragu. "Beberapa tahun yang lalu, Pendekar dari suatu negeri datang ke kota ini. Ia datang ke restoran tempat aku kerja, dan dia terpikat olehku. Dia mencoba mendekatiku secara perlahan dan tidak agresif seperti para pria breng*ek lainnya. Dan pada akhirnya, kami melakukannya. Awalnya kehidupan kami biasa-biasa saja, tapi akhirnya para orang-orang itu membawa kekasihku pergi."


Air mata mulai mengalir dipipi. "Anak ini adalah bukti kasih sayangku pada suami ku, jadi aku membesarkannya, agar kelak, ia dapat bertemu dengan ayahnya dan mencapaikan rasa kasihku padanya."


Xiao Lin yang melihat kearah Xiao Mei, hanya mengerutkan dahinya dengan sangat kuat. Ia menggigit bibirnya.


Namun, ia tidak memikirkan nya lebih lanjut dan berkata. "Tidak masalah. Itu pasti tersampaikan. Apa yang akan terjadi jika dia ada disini?"


Mengingat betapa banyaknya pendekar serta ahli beladiri disini, ada kemungkinan kalau pria itu akan ada disini.


"Tapi, apa maksudnya dengan 'orang-orang itu'?"


"Mereka memakai pakaian hitam, dan pedangnya terdapat corak naga emas."


"Itu dari Kerajaan, Naga Ilahi Timur," Suara seorang perempuan terdengar dari arah belakang Xiao Lin, membuat semua orang melihat kearahnya.


"Kak Yu? Kenapa kau disini?" Xiao Lin melihat kearah Zhou Yu yang bersandar di pohon. Dia tampak heran akan kehadiran Zhou Yu disana.


"Kenapa? Apa kau tidak menginginkan kehadiranku?" Zhou beranjak dari sandarannya dan berjalan menuju mereka berdua. "Corak yang nyonya ini katakan adalah Corak Kerajaan Naga Ilahi Timur. Walau tidak sebanding dengan Kekaisaran Dewa Astral-ku, setidaknya kekuatannya dibawah Kekaisaran Dewa Astral?"


"Apa yang membuatmu yakin?" Kata Xiao Lin.


"Hanya ada satu Corak yang seperti itu didunia." Itulah jawaban Zhou Yu. Lalu dia menghelus kepala Bayi yang berumur 2 tahun itu dengan sangat pelan dan lembut. 'Sungguh nasib yang malang.'


Kemudian, Zhou Yu mengembalikan tangannya kesemula, dan menatap kearah Xiao Lin. "Jadi, Adik Lin, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Saat aku berjalan kemari, aku melihat corak yang samar, sama dengan Corak Naga Ilahi Timur. Tapi, tampaknya dia kekediaman utama Keluarga Cabang."


"Mari kita amati dulu keadaannya, jika dia mencari Kak Mei, maka kita bisa berbicara dengannya dan memastikan betapa besarnya kasih sayangnya." Xiao Lin berkata dengan serius sambil menatap Zhou Yu.


"Tidak, jika dia tidak mau melihatku, itu tidak apa." Xiao Mei berkata dengan tidak enak dipandang.


Xiao Lin menguatkan mulutnya. "Kakak Mei, aku akan membawanya kehadapanmu, dan minta tanggung jawabnya."


Xiao Lin membalikkan badannya dan pergi berjalan mengarah kota.


Xiao Mei melihat kearah Zhou Yu yang kemudian menggeleng kepalanya dan berkata. "Jangan hentikan dia, dia adalah saudaramu, jadi biarkanlah dia membalas kebaikanmu dimasa lalu."


"Maaf, nona sepertinya anda salah paham disini." Xiao Mei berkata dengan dingin. "Dia adalah utusan adik Lin, mungkin itu sudah termasuk perintah Xiao Lin. Jika dia tidak ada, mungkin dia tidak akan seperti ini."


Zhou Yu tertawa kecil dan berkata. "Sepertinya kamu sudah ditipu olehnya."


"Maksud anda?"


"Dia adalah, Xiao Lin itu sendiri."