Road To The Peak Of God

Road To The Peak Of God
16. Perjalanan Yang Panjang



Xiao Lin menguap sambil berjalan disamping Zhou Yu. Ia tampak mengantuk, karena tadi malam ia sama sekali hampir tidak tidur.


"Setelah dipikir-pikir, kenapa kamu lari dari rumah Kak Zhou Yu?" Xiao Lin berkata. Ia menjadi penasaran dan lanjut bertanya. "Bukankah kehidupan di istana lebih menyenangkan?"


Zhou Yu mengangkat kepalanya, dan menatap langit orange yang mulai menggelap dan berbintang. "Kehidupan istana tidak seperti yang kamu duga, Kehidupan di Istana lebih buruk dibandingkan kehidupan diluar. Aku seorang kultivator, tapi aku selalu terkurung didalam istana yang amat besar, dan besarnya bahkan tidak sebanding dengan langit. Aku hanya ingin..... Bebas, mengepakkan sayapku pergi. Menjelajahi dunia yang tak kukenal, mencari teman, dan menemukan cintaku sendiri. Maka dari itu, aku kabur dari istana, kedesa tersebut. Karena memang, desa itu desa yang paling makmur dan paling jauh dari istana."


Tampak dimata Zhou Yu, bersedih akan sesuatu. Apa kehidupan di istana memang seburuk itu? Bukankah memiliki pelayan menyenangkan? Pikiran itu terus bergema di otak Xiao Lin.


>Anak muda, sebaiknya jangan dilanjutkan lagi.< Sebuah suara perempuan terdengar dari dalam kepala Xiao Lin, membuat Xiao Lin menjadi terkejut.


"Eh? Istri Guru?!" Xiao Lin yang berseru terkejut, membuat Zhou Yu menatapnya dengan aneh.


"Dik, kamu kenapa? Apa kepalamu baik-baik saja?" Pertanyaan tentang akal sehat bocah yang ada didepannya, membuat Xiao Lin menjadi tertawa dua kali.


"Tidak apa, tidak apa." Xiao Lin masih terkejut dengan suara Lan Yin. Karena ia tidak menduga, bahwa istri gurunya yang pertama berkunjung di alam jiwa nya.


Sekarang ada dua dewa di alam jiwa Xiao Lin! Walau, sebenarnya, ia sudah menghadapi yang lebih hebat dari dua dewa, tapi tetap saja, itu membuat-


>Lu Zhong, jangan memakai itu!<


>Kak Lu Zhong, sebaiknya jangan.....<


>Baik, baik.<


Mendengar suara perempuan lain membuat Xiao Lin hampir pingsan karena terkejut. Apa kah Alam Jiwa ku sudah menjadi kediaman para dewa?


"Hah..." Xiao Lin menghela nafasnya dengan panjang. Ia tidak menyangka, alam jiwanya akan begitu berisik. "....Guru?"


>Ada apa, Lin'er?< Kali ini suara guru nya yang terdengar dengan sangat jelas.


"Guru, bagaimana cara agar aku memutuskan sinyal ke Alam Jiwaku?"


>Hanya perlu menarik semua tenaga jiw..... kamu belum sampai ketahap itu. jadi, biarkan aku saja yang matikan,< Lu Zhong kemudian mematikan sinyal jiwanya, dan meminta para istrinya juga begitu.


"Terima kasih guru," gumam Xiao Lin. Ia langsung menatap ke Zhou Yu dan berkata: "Kak Yu, tujuan awal kita kemana setelah kota keluarga cabang Xiao?"


"Mungkin ke Kota terdekat?" Zhou Yu membalas, lalu berhenti sejenak, dan lanjut berkata: "Tapi kita tidak punya uang, jadi tidak bisa menyewa kamar,"


Zhou Yu menatap kearah Xiao Lin, sambil tersenyum, ia berkata: "Dik Lin, bukankah kamu seorang Alkemis? Bagaimana jika membuat sebuah pill dan menjualnya?"


Xiao Lin hanya bisa mendesah. Dia sudah menebak ujung dari pembicaraan ini, namun, walau dia bisa membuat Pill Pondasi biasa, dia tidak punya bahannya. Yang ia punya hanya bahan tingkat atas, yang dia perlukan untuk membuat Pill Pondasi Ruang Sejati dan beberapa pill istimewa lainnya.


Untuk sekarang, ia sudah mendapat 3 bahannya, dia hanya memerlukan 2 bahan lagi dan akan membuat Pill Pondasi Ruang Sejati.


"Kak Yu, walau aku bisa membuatnya, aku tidak memiliki segala kebutuhan." Xiao Lin menggeleng kepalanya dan lanjut berkata: "Setidaknya, Pill Pondasi Biasa yang kuberikan padamu, walau sangat mudah didapat bahannya, tapi sebenarnya bahannya hanya bisa didapat di Pedalaman Hutan."


Sebelumnya, saat Xiao Lin membuat pill itu, ia mendapat semua bahannya di tempat latihannya. Begitu pula dengan Pill Pondasi Ruang Sejati.


———— Malam


Dibawah bulan dan langit yang hitam, Xiao Lin berkultivasi, sedangkan Zhou Yu terlelap. Sudah 3 Jam ia berkultivasi, dan hanya sedikit kemajuan yang dia rasakan.


Sekarang ia yakin, kurang dari 2 Tahun lagi, mungkin ia sudah menghadapi kesengsaraan. >Lin'er, sudah menembus?<


Xiao Lin yang mendengar pertanyaan gurunya, menggeleng kepalanya. "Belum guru, saya masih belum."


>Begitu? Kalau seperti itu, mungkin sudah saatnya belajar tentang Inner Power.<


Beberapa saat kemudian, Xiao Lin dipaksa masuk kedalam Alam Jiwanya. Anak itu hanya terkejut saat mendapati dirinya melayang dilangit, dan dibawahnya ada daratan.


"Lin'er," Suara tampan, terdengar dari belakang Xiao Lin yang langsung memberi hormat.


"Salam Guru." setelah itu, dia menegakkan kembali kepalanya. Wajah tampan gurunya, selalu membuat nya kagum.


"Sekarang, ikuti lah aku," Lu Zhong terbang menurun diikuti oleh Xiao Lin dibelakang.


Dan kemudian, Xiao Lin terkejut akan sesuatu. Sebatang pohon yang amat tinggi, berdiri didekat pusat Alam Jiwanya.


"Apa guru yang menanamnya?" Batin Xiao Lin.


Lu Zhong hanya mendengus pelan saat melihat tatapan kagum muridnya. "Lin'er, ini adalah pohon kehidupan. Hanya 20 orang yang memiliki ini diseluruh dimensi. Dan mungkin, sudah menjadi 21 orang."


"21? Kenapa?" Xiao Lin menatap gurunya dari samping. "Apa karena guru yang mengembangkan nya? Baru saja?"


Lu Zhong menggeleng kepalanya. "Sebenarnya tidak, aku tidak memiliki pohon kehidupan. Yang kumiliki adalah Danau Yin Yang. Pohon Kehidupan pertama kali ditemukam oleh sang Heavenly Samsara Emperor Xiao Chen. Dan kemudian, kembali ditemukan oleh, Space Lord Gu Chen, dan seterusnya. Diantara semua orang yang memiliki Pohon Kehidupan, terdapat 5 orang, yang mana adalah orang yang sama,"


Xiao Lin mengerutkan dahinya. "Maksudnya?"


"Sang Kaisar Samsara Surgawi Xiao Chen, memiliki 5 kehidupan, dan selama lima kehidupannya, ia selalu berada di puncak. Xiao Chen, Long Chen, Mu Chen, dan Huang Chen. Mereka berlima adalah orang yang sama, sekarang sudah ada 6, dan yang terakhir memiliki nama yang sama dengan yang pertama."


"Xiao Chen..... Apa guru pernah menceritakan nya padaku sebelumnya?" suatu ingatan terlintas di kepala Xiao Lin saat itu, dan lanjut berkata. "Apa mereka orang yang sama?"


Lu Zhong mengangguk. "Mereka orang yang sama. Kudengar dari istriku, Lan Yin, Saudara Chen, sudah membuat True Heavenly Dimension hampir runtuh,"


"True Heavenly Dimension?"


"Itu adalah Dime-tidak, lebih tepatnya lapisan ruang yang ada diatas kita lebih tepatnya. Bisa dibilang, Alam yang lebih tinggi," Lu Zhong menatap kearah pohon kehidupan dan lanjut berkata. "Orang-orang disana sangat kuat, lebih kuat dari pada diriku, terakhir kali aku bertarung dengan salah satu dari mereka, sekitar 35.000 tahun yang lalu. Salah seorang Lord dari True Heavenly Dimension."


"Kalau begitu, kenapa disebut dimensi?" Xiao Lin menyela ditengah percakapan.


"Karena memang seperti itulah yang dipercayai mereka. Awalnya aku juga percaya, namun kedatangan Saudara Chen, membuat mataku terbuka, bahwa masih ada langit diatas langit." Lu Zhong berhenti sejenak. Dan beberapa saat kemudian, terbang menuju pohon kehidupan. "Kalau begitu, mari berlatih, Lin'er,"