Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Plat Raider



Beberapa jam telah berlalu. Dan seluruh pendaftar sudah selesai di uji. lebih setengah dari pendaftar yang memasuki arena harus dihadapkan dengan kegagalan.


Pengujian itu diakhiri dengan pengumuman seorang penguji yang mengatakan para pendaftar yang lulus untuk datang mengambil lencana mereka 3 hari setelah ujian berakhir.


.......


Tiga hari telah berlalu sejak pengujian, Charl pun kembali mendatangi Assosiasi Raider untuk mengambil lencana miliknya.


Saat Charl memasuki Assosiasi terlihat banyak orang yang menatap Charl. Banyak juga yang terlihat berbisik.


"Apa yang terjadi," batin Charl.


Charl sedikit merasa canggung dengan Keadaan disekitarnya tetapi perasaan itu teralihkan ketika seseorang mamanggil nama Light.


Yang datang setelah nama itu disebut adalah Ben yang sedang melambai pada Charl. Ben menghampiri Charl sambil memegang suatu barang di tangannya.


"Lihat ini." Ben memegang pundak Charl sambil menunjukkan plat berwarna perunggu miliknya dengan tersenyum lebar.


"Sejak kapan kami se akrab ini?" Batin Charl.


Charl tidak mengusik tentang plat yang dipegang Ben tetapi menanyakan tentang alasan dari orang yang berada di Assosiasi memandangnya.


"Dari yang kudengar mereka membicarakan tentangmu yang berhasil mengimbangi penguji saat duel," jawab Ben


"Aku tidak menyangka hal itu sampai tersebar seperti ini," batin Charl sambil memegang topengnya


"Aku juga merasa kau sangat hebat kemarin," ucap Ben


"Sudah itu tidak penting...dimana ruangan untuk mengambil plat."


Ben menunjuk kearah pintu ruangan yang digunakan untuk melakukan Tes inti mana tiga hari yang lalu.


"Baiklah kau bisa mengambilnya, aku akan menunggu disini," ucap Ben sambil mendorong pundak.


"Aku tidak memintamu untuk menunggu." batin Charl.


Charl hanya menghela napas terhadap tingkah Ben kemudian berjalan menunju ruangan yang ditunjuk oleh Ben.


Didalam Charl disambut Wanita yang menjadi penguji Inti mana pada pendaftaran yang lalu. Charl pun berjalan mendekati wanita itu.


Charl tidak menanggapi perkataan Wanita itu dan terus berjalan mendekatinya "Bagaimana dengan plat Raiderku."


"Sepertinya kau sangat buru-buru ya...baiklah langsung saja dimulai."


"Mulai?" batin Charl


Wanita itu kemudian menunjukkan sebuah plat kecil yang terbuat dari kristal yang berwarna biru dan meletakkannya di hadapan Charl.


"Ulurkan tanganmu!" seru wanita itu


Sesuai perkataan Wanita itu, Charl pun mengulurkan tangan kirinya. Kemudian Tangan kiri wanita itu meraih tangan Charl dan mengarahkan tangan Charl ke atas plat itu.


Tanpa Charl sadari, tangan kanan wanita itu bergerak dengan cepat menggoreskan pisau ke ke jari telunjuk Charl yang berada tepat di atas plat itu.


Charl merasa terkejut dengan kejadian itu dan segera berusaha menarik tangannya, tetapi tangan wanita itu menggenggam erat tangan Charl.


Tangan kanan Charl sudah berada di gagang pedang di pinggangnya dan siap melakukan serangan ke arah wanita itu.


Tetapi sesaat sebelum melakukan serangan, niat Charl terhenti karena melihat wajah wanita itu yang masih tersenyum lembut padanya.


Kemudian setetes darah menetes dari jari Charl dan jatuh ke atas Plat itu. Tangan Wanita itu akhirnya melepas tangan Charl.


Charl mundur beberapa langkah dengan tangan kanan yang masih berada di atas gagang pedangnya dan tidak menurunkan kewaspadaannya sedikitpun sambil menata Wanita itu.


Sesaat kemudian perhatian Charl teralihkan pada Plat yang terkena tetesan darahnya. Plat itu mengeluarkan cahaya biru terang yang memenuhi seisi ruangan setelah wanita itu mengeluarkan sihirnya pada plat itu.


Cahaya itu lama-kelamaan berubah menjadi emas, perak dan berakhir menjadi perunggu sebelum akhirnya redup dan cahayanya pun menghilang.


**Maaf, beberapa hari ini gak bisa update karena banyak tugas dari sekolah.


Curhat:


Gak tau kenapa tiba-tiba aja guru-guru dari sekolah ngasih tugas serempak. kalo tugasnya dikit sih gapapa, cuma ngasih tugas nya itu udah banyak ribet lagi.


Ntah mungkin para guru dah janjian buat ngasih tugas itu, tapi bener ini tugasnya menggunung. Tapi yodah lah yang penting siap aja dulu. Ok itu aja dulu, mungkin kedepannya dah lancar lagi**.