Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Serangan Kera Api



Semua tim mulai mengambil posisi masing-masing untuk melakukan serangan pada kera api.


Sebagai Petarung, Bryan dan Key berada di posisi yang paling ada didepan karena mereka yang akan bergerak leluasa untuk mengalihkan perhatian dari Kera api.


Mac mengambil posisi tepat di belakang Bryan dan key untuk melindungi tim anggota yang lain.


Steve, Alline dan May berada di belakang Mac untuk membantu tim dari jarak jauh.


Sedangkan untuk Kirra, dia selalu bergerak bebas mencari kesempatan untuk Mengalahkan Kera api dalam Sekali serang.


Salah satu Kera api bergerak dengan Cepat dan segera melakukan pukulan pada Key dan Bryan yang berada di tepat didepannya.


Key menggunakan teknik meringankan langkah, diapun bisa menghindari pukulan dari kera api itu. Dan Bryan yang sebelumnya sudah menggunakan Skill penguatan tubuh, bisa menahan pukulan dari kera api itu dengan bersusah payah menggunakan kedua tangannya.


Melihat Kera api Bryan yang kesulitan menahan kekuatan dari Kera api, dengan sigap Steve Melepaskan serangan pada Kera api itu.


"Spinning Arrow!!" Panah Steve melesat cepat menuju tepat pada Kera api yang menyerang Bryan


Sadar ada serangan yang tertuju padanya, Kera api itu dengan cepat melompat ke belakang untuk menghindari anak panah Steve.


Walaupun sudah mencoba menghindarinya, anak panah Steve yang bergerak dengan sangat cepat dapat mengenai Kera api itu, dan Kera api itu mendapat luka gores pada bahunya.


Dan disaat yang bersamaan, tiba-tiba Kera api yang satunya melompat kearah Steve


"Gawat!!." Awalnya Bryan bingung karena hanya satu kera api yang menyerang dan yang satunya lagi hanya diam. Ternyata Kera api yang satunya menunggu kesempatan untuk melakukan serangan pada penyerang utama


Melihat itu, Mac bergerak cepat menuju arah lompatan Kera api itu untuk menghentikan serangannya.


Disaat melompat, tangan dari Kera api itu menggeluarkan api dan membentuk posisi menyerang ketika ketika akan mendarat.


Mac menggunakan mana untuk memperkuat seluruh tubuhnya dan bersiap dengan perisai besarnya yang mengadah keatas untuk menerima serangan kera api itu.


BOOOOM


"Uhuk!" Mac menggunakan segenap tenaganya untuk menahan serangan dari Kera api itu


"Wind push!!" May menggunakan kekuatan angin untuk menghempaskan Kera api itu. May sebenarnya adalah penyihir yang hanya mahir menggunakan elemen api, tetapi karena Kera api merupakan Monster iblis yang memiliki elemen api, menjadikan serangan Api May tidak memiliki efek padanya, dan May terpaksa menggunakan Elemen lain yang tidak terlalu dia kuasai


Kera api itu pun terhempas akibat serangan May. Dan disaat yang bersamaan, dari kegelapan muncul Kirra yang melakukan serangan pada Kera api itu.


Kirra yang dari awal menunggu kesempatan untuk menyerangpun tidak menyianyiakan kesempatannya dan melakukan serangan mematikan pada Kera api itu. Dan kera api itu pun bisa dikalahkan.


Melihat rekannya yang dikalahkan membuat kera api yang dihadapi Bryan dan Key menjadi menggila dan menyerang secara membabi buta. Kera api yang menggila membuat serangan yang dilakukannya menjadi lebih kuat dari sebelumnya, tetapi itu pula yang membuatnya memiliki banyak celah.


Memanfaatkan celah yang dibuat Kera api itu, Bryan dan key akhirnya bisa mengalahkannya dan akhirnya pertarungan dengan Kedua Kera api itu pun berakhir.


"Apa kau tidak apa-apa Mac?" Tanya Alline melihat Mac yang menahan rasa sakitnya


"Heal!!" Alline mencoba Mac


"Jika saja yang menahan serangan Kera api tadi bukan Mac, pasti orang itu sudah berada di surga sekarang." Ucap Kirra


"Kau benar." Jawab Bryan


Beberapa saat kemudian, seluruh anggota tim pun akhirnya sembuh kembali berkat sihir penyembuhan Alline.


Bryan pun merasa kebingung untuk melanjutkan Raid, karena melihat situasi mereka, melanjutkan Raid Pasti akan membawa mereka ke keadaan yang lebih berbahaya lagi.


"Apa kalian masih ingin melanjutkan Raid kali ini?" Bryan yang tidak bisa memutuskan untuk melanjutkan Raid pun hanya bisa menyerahkan keputusan akhir pada rekan setim nya


Semua mata tertuju pada Mac yang pada pertempuran sebelumnya mendapat luka yang paling parah dari semua orang di tim.


Melihat semua orang mengkhawatirkannya, Mac mengatakan dia masih bisa melanjutkan Raid nya agar menghilangkan kekhawatiran timnya.


"Baiklah, kalau begitu kita akan melanjutkannya." Ucap Bryan membuka pintu besar yang menjadi pembatas menuju lantai Ke 75