Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Sang Malaikat Kematian



Abad 21 adalah Zaman modern dimana orang mencari kebahagiaan untuk diri mereka sendiri dan berlomba-lomba membuat inovasi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Di abad ini juga kejahatan di dunia berada tingkat yang bisa dibilang rendah karena adanya hukum sangat menentang tindak kejahatan di dunia.


Agris seorang mahasiswa yang dikenal Baik dan suka tersenyum. Karena sifatnya itu dia memiliki banyak teman yang sangat percaya padanya. Tetapi, mereka tidak menyadari dibalik wajah ceria itu dia adalah seorang pembunuh bayaran yang menyamarkan keberadaannya sebagai seorang siswa.


Karena Agris dari dulu selalu hidup dalam dunia yang dipenuhi darah, dia sangat sulit untuk mempercayai siapapun selain dirinya. Bahkan dia tidak pernah menganggap siapapun yang berada bersama sebagai temannya, Karena dia berfikir mereka hanya ingin bersama dengannya karena ingin memanfaatkan kebaikannya.


Tetapi, demi menyembunyikan keberadaannya dia sengaja untuk berpura-pura menjadi orang yang selalu bisa diandalkan bagi mereka.


Sebagai seorang pembunuh bayaran Agris adalah orang yang sangat kejam, ia telah membunuh ratusan orang yang ditarget untuk dibunuhnya dan setiap kali dia menargetkan orang, dia selalu berhasil melakukannya. Karena itulah dia dijuluki sebagai Malaikat kematian.


Sore Hari


Agris dan Alex Keluar dari gerbang kampus seusai les mata kuliahnya, merekapun berjalan pulang kembali ke rumahnya.


"Apa kau ada waktu nanti malam Agris?" Tanya Alex pada Agris.


"Kalau tidak ada, sebaiknya kau ikut denganku pergi ke kafe Cliry jam 8 malam bersama teman yang lain."


Karena sebelumnya Agris sudah mendapat perintah untuk menyelesaikan misi, dia pun menolak tawaran dari alex.


"Maaf aku sibuk malam ini, lain kali saja ya," jawab Agris tersenyum canggung pada Alex.


"Padahal malam ini aku akan memperkenalkan pacar pertamaku pada kalian semua," ucap Alex menghela napas kecewa.


"Maaf ya, aku benar-benar sibuk malam ini," ucap Agris.


"Ya sudah, tapi pastikan kau memiliki waktu lain kali," ucap Alex.


"Pasti!" ucap Agris tersenyum.


Mereka pun berpisah di persimpangan di tengah kota. Bukannya kembali ke rumah, Agris malah pergi kedalam sebuah gang kecil.


Yang terlihat disepanjang gang kecil itu hanyalah orang-orang yang mabuk-mabukan dan memakai obat-obatan.


Agris pun berjalan menelusuri gang itu dan masuk ke sebuah kedai kopi yang berada di ujung gang itu.


Kling kling


Suara bel kedai kopi itu berbunyi menandakan adanya orang yang masuk ke dalam kedai. Didalam kedai kopi itu terlihat hanya ada sedikit pengunjung dan setiap pengunjungnya memiliki tatapan suram. Kemudian Agris berjalan mendekati pelayan yang berjaga di kedai kopi itu.


"Misi untuk kode 0XI**," bisik Agris pada pelayan kedai kopi itu.


"Ikuti aku!" Ucap pelayan toko itu pada Agris.


Kemudian pelayan kedai kopi itu membawa Agris ke sebuah ruangan di belakang kedai. Pelayan kedai itu pun mengambil sebuah Amplop dan menyerahkannya pada Agris.


Agris pun membuka amplop itu. Didalam amplop itu berisi sebuah foto dan surat perintah.


"Jhon Ferin, Beauty Hotel pukul 8 malam,"


"Bukannya Beauty Hotel berada didekat Cafe Cliry?" Tanya Agris.


"Benar, targetmu kali ini adalah Jhon Ferin! Jangan sampai gagal!" Ucap pelayan Kedai kopi pada Agris.


Agris pun keluar dari kedai kopi itu dan kembali ke rumahnya untuk bersiap melakukan misinya.


Pukul 7.45 malam, Beauty Hotel


Agris yang sebelumnya sudah mempersiapkan rencana pembunuhannya malam itu, segera bersiap untuk menunggu kedatangan Jhon Ferin di atas sebuah gedung yang berada di tepi jalan di depan Hotel Beauty, dengan membawa sebuah Senjata laras panjang.


Beberapa saat kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan Beauty Hotel dan Jhon Ferin keluar dari dalam mobil itu.


Agris yang sudah bersiap untuk menekan pelatuk senjatanya pun terhenti.


Agris yang sedari kecil sudah hidup dalam dunia pembunuhan, bisa dengan mudah merasakan bahaya dari keadaan yang ada di sekitarnya, karena dalam setiap misi yang dilakukannya selalu memiliki kemungkinan yang tinggi untuk membuatnya kehilangan nyawa.


Dari Setiap misi yang dilakukannya lah juga yang mengasah kemampuannya untuk mempertahankan hidupnya dari bahaya dan menyelesaikan misinya dengan sempurna. Hal inilah salah satu yang membuat dia di sebut sebagai malaikat kematian


Karena merasa ada bahaya yang mengancam disekitarnya. Dengan cepat dia mengambil sebuah pistol dan menembakkannya ke arah belakang.


Doorr doorr


Dan benar saja, tembakannya mengenai seorang pria yang membawa sebuah Senjata.


"Ada yang tidak beres," batinnya.


Karena merasa ada sesuatu yang salah Agris pun membatalkan misinya. Dia memakai penutup mulut dan segera berjalan keluar dari dalam gedung.


Tetapi setelah berjalan beberapa meter dari gedung tiba-tiba terdengar suara tembakan dan tembakan itu pun mengenai kaki Agris dan saat itu penutup mulutnya juga terlepas.


Semua orang yang berada di sekitar itu menunduk panik dan seorang pria muncul membawa pistol.


Agris Sang malaikat Kematian hari ini adalah hari Kematian mu." ucapnya.


"Apa-apaan dia, beraninya melakukan serangan saat di tempat umum,"


Agris pun memaksa berlari menyeret kakinya, tetapi pria itu mengejar dengan cepat.


Agris menjatuhkan tubuhnya karena dia berfikir sudah tidak lagi memiliki harapan.


"Aku akan membalaskan kematian guruku si pemilik julukan Malaikat kematian yang sesungguhnya." Teriak pria itu.


"Balas dendam ya..., sepertinya ini ada lah akhir bagiku," ucap Agris pasrah.


Dari belakang Agris, tiba-tiba muncul Alex yang berlari kedepan Agris untuk menghadang pria itu. Melihat itu Agris pun terkejut karena tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.


"Apa yang kau lakukan disitu?.. pergilah!!" ucap Agris pada Alex.


"Apa kau tidak melihatnya?...aku sedang melindungimu bodoh...kau lah yang harus pergi!" ucap Alex melihat Agris dengan tatapan takut bercampur kasihan.


"Pergilah atau kau juga akan mati!" Ucap Agris pada Alex dengan nada marah agar Alex mendengar perkataannya.


"Apa kau pikir aku bisa pergi, jika melihat temanku dalam keadaan seperti ini."


"Teman?" Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Alex, Agris terdiam bisu tatapannya menjadi kosong.


Agris yang sudah merasa bahwa dirinya hidup di dunia yang kejam dengan bertumpu pada kakinya sendiri merasa kebingungan dengan perasaan yang bercampur aduk mendengar ucapan Alex.


Agris kemudian tersadar dari lamunannya saat melihat Pria yang mengejarnya akan melepaskan tembakan.


"Awas!!!" teriak Agris


Doorr


Sebuah tembakan mengenai dada Alex, membuatnya terjatuh lemas.


"Alex!" Teriak Agris meraih tubuh Alex


"Alex bangunlah!" Ucap Agris berulang kali sambil menepuk pipi Alex.


"Uhuk,"


"Alex kau akhirnya bangun," ucap Agris.


"A-Agris maaf sepertinya kali ini aku tidak bisa mengenalkan kau dengan pacarku,"


"Tapi tenang saja, Aku akan perkenalkan kau dengan pacarku di kehidupan selanjutnya," ucap Alex tersenyum sambil menahan rasa sakitnya.


"Ti-tidak aku ingin kau perkenalkan aku dengannya sekarang," ucap Agris.


"Ma-af temanku,"Alex pun menghembuskan napas terakhirnya.


"Haha sepertinya kau sangat menikmati kepergiannya..., tenang saja kau akan segera bertemu dengannya!" Ucap Pria itu.


"Br*ngsek," ucap Agris dengan tatapan mengancam.


"Haha, Kau kira kau bisa mengancam ku dengan kondisimu saat ini...matilah."


Doorr doorr


Tembakan itu pun mengenai tubuh Agris. Tubuh Agris terbaring lemas karena kehilangan banyak darah.


Agris pun berada dalam keadaan sekarat. Saat itu dia kemudian teringat saat-saat yang seharusnya membahagiakan baginya, tetapi karena egonya dia malah menyianyiakan dengan tetap memegang teguh pemikirannya.


"Sepertinya rumor kalau seseorang yang sedang sekarat itu merasakan waktu berjalan lebih lama itu benar," batin Agris melihat ke langit dengan pandangan kabur.


"Aku seorang yang dijuluki 'Malaikat Kematian' akan di jemput oleh Malaikat Kematian yang sebenarnya... haha, itu pasti jadi lelucon terbaik di akhirat nanti," batin Agris.


"Hah...Sepertinya aku selalu mengecewakan orang yang benar-benar berdiri bersamaku."


"Kalau saja ada kehidupan kedua, aku pasti akan menebus kesalahanku ini."


"Alex sahabatku, aku akan segera bertemu denganmu dan meminta maaf atas segalanya."


Pandangan Agris mulai memudar dan perlahan gelap. Dia pun menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan datang nya hujan.


....................…....………………………...............................


Disebuah hutan di pinggir kerajaan Bristhia


Ditengah hujan, terdengar suara tangisan seorang bayi dari dalam sebuah gulungan kain yang ada di pinggir kereta yang rusak.


"Ahk Dimana ini? Apa aku belum mati? apa aku terlahir kembali?" batin Agris.


***HALO SEMUANYA, GIMANA CERITANYA?


MAAF APABILA ADA SALAH PENGGUNAAN KATA, SOALNYA MASIH PEMULA.


IKUTIN TERUS CERITA NYA YA!


JANGAN LUPA LIKE DAN KASIH KOMENTARNYA OK***