
Vins melesat cepat kearah Charl, terlihat dia menggunakan mana untuk mempercepat gerakannya.
Vins melepaskan tusukan ke Arah dada Charl. Charl dapat menahan tusukan Vins menggunakan pedangnya agar arah tusukannya melebar menjauhi dadanya.
Para penguji lain bereaksi ketika Vins yang melakukan serangan pada Charl tetapi melihat Charl bisa menahan serangan itu membuat mereka sedikit lega, sementara penguji yang berdiri di pinggir arena untuk mengawasi Vins terlihat semakin terlihat fokus.
Charl memang merasa kecepatan Vins terbilang sangat cepat dan bisa saja membuat luka parah jika terkena, tetapi dibanding kecepatan Alfond itu masih bisa dibilang lambat.
Kemudian Vins menarik kembali pedangnya dan melakukan tusukan bruntun dengan cepat Kearah Charl.
Charl memang bisa menghindari setiap tusukan yang terarah padanya dengan tepat, tetapi Charl juga tidak bisa melakukan serangan akibat gerakan nya yang terbatas akibat tusukan Vins.
Serangan terakhir Vins kembali terarah pada dada Charl, tetapi Charl bisa menghindarinya dengan melengkungkan badannya ke belakang sambil melakukan tendangan pada Vins.
Tendangannya Charl membuat Vins terpukul mundur dan memberi jarak beberapa meter darinya.
"Anggar?" Ditengah rasa lelahnya, Charl mengenali teknik pedang yang digunakan Vins sama seperti teknik anggar di bumi.
Charl sebelumnya hanya melihat Vins menghindari serangan dari tiap musuhnya jadi Charl belum melihat teknik Vins menyerang.
Sementara itu Vins merasa semakin geram karena setiap serangannya dapat dihindari oleh Charl dan malah dia yang terkena tendangan Charl.
Orang yang melihat pertarungan itu pun semakin merasa takjub melihat ada seorang peserta yang bisa mengimbangi penguji.
Vins kembali mengambil posisi menyerang dan segera melakukan serangan cepat ke arah Charl.
Melihat Vins yang kembali melakukan serangan, Charl tidak tinggal diam, Charl tidak menyianyiakan kesempatannya untuk menyerang Vins. Teknik berpedang Charl dan Vins saling beradu sengit di tengah arena.
Para pendaftar yang menonton pertarungan itu merasa pertarungan itu menarik melihat belum ada Pendaftar yang bisa mengimbangi Penguji sejauh ini.
Disisi lain para penguji terlihat mengerutkan dahinya karena merasa teknik berpedang Charl terasa tidak asing di mata mereka.
"Apa kau mengenali permainan pedang anak ini?" ucap seorang penguji
"Aku tidak terlalu mengingatnya, tetapi aku merasa tekniknya terasa tidak asing."
Pertarungan antara Charl dan Vins pun terus berlangsung. terlihat pertempuran itu sangat berimbang.
Orang yang melihat pertarungan itu Banyak yang menganggap Vins memang mengurangi kekuatannya, tetapi ada juga yang menganggap Charl memiliki kemampuan yang setara dengan Vins.
"Akh, aku mengingatnya.... teknik ini mirip seperti yang digunakan oleh si pedang kilat." ucap Salah seorang penguji
"Maksudmu Alfond."
"Sekilas permainan anak ini terlihat sama dengan permainan pedang si pedang kilat, tetapi terlihat ada sedikit perbedaan diantara keduanya," Sela Penguji lain
"Maksudmu."
"Permainan pedang si Pedang kilat lebih terarah pada penyerangan, tetapi permainan anak ini bisa merangkap menjadi bertahan."
"Aku baru menyadarinya."
Para penguji beranggapan bahwa teknik pedang yang digunakan Charl itu sama dengan teknik yang dipakai Alfond tetapi karena adanya perbedaan dalam teknik itu membuat anggapan itu memudar.
Teknik yang digunakan Charl memanglah teknik yang diajarkan Alfond, tetapi Teknik pedang itu akan berkembang menyesuaikan perkembangan penggunanya dan hal itu menyebabkan teknik itu memiliki perbedaan pada tiap penggunanya.
Setelah beradu pedang selama beberapa menit, Charl dan Vins akhirnya melepaskan serangan yang membuat keduanya mendapat jarak.
Charl selama pertandingan memang bertarung serius, tetapi Charl hanya memanfaatkan teknik-teknik dasar pada kekuatannya. Charl bahkan hanya menggunakan mana sedikit mungkin agar kemampuannya tidak terlalu mencolok.
Disisi lain Vins mulai memperlihatkan aura mematikan pada Charl. Charl mulai mengambil kembali posisinya untuk bertahan. Penguji yang berdiri di pinggir arena pun mulai bergerak.
CLAK!!
Pedang yang dipakai Vins terlihat sudah tersarung kembali dipinggangnya. Aura mematikannya pun ikut menghilang.
"Baiklah, sepertinya aku sudah berlebihan untuk melihat kemampuanmu."
"hah...."
"Kau juga terlihat tidak ingin menunjukan kemampuanmu sebenarnya."
Charl merasa terkejut melihat Vins yang mengetahui niatnya.
"Kau lulus."
Vins keluar dari arena dengan wajah yang tersenyum lebar dan kembali duduk di kursi penguji.
"Tidak heran dia dijuluki si sombong yang perhatian," ucap seorang penguji sambil tersenyum melihat Tingkah Vins."
Charl kemudian kembali ke ke kursi penonton tempatnya duduk sebelumnya. Charl merasa lega akhirnya bisa menyelesaikan ujiannya dan selanjutnya akan dikenal sebagai seorang Raider.
"Dia sangat hebat." Ben masih merasa terkejut melihat petarungan Charl.