Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Buku Misterius



Lima tahun kemudian


Sudah lima tahun berlalu sejak Charl pertama kali datang ke dunia ini. Selama itu juga dia merasakan kehangatan memiliki keluarga yang diberikan Bryan padanya, yang pada kehidupan sebelumnya tidak pernah dia rasakan.


Dan juga dia telah mempelajari banyak hal tentang dunia ini melalui buku-buku yang berada di ruang buku.


Charl banyak mencari tahu tentang penggunaan mana pada dunia ini. Dia mempelajari bahwa manusia harus bisa membentuk inti mana agar bisa memanipulasi mana, tetapi ada juga manusia yang tidak bisa merasakan keberadaan mana sehingga membuatnya tidak bisa membentuk inti mananya dan mengharuskannya bekerja seperti manusia biasa pada umumnya.


Untuk memanipulasi mana manusia terlebih dahulu harus bisa merasakan keberadaan mana, kemudian barulah manusia bisa membentuk inti mana.


Menurut buku, Inti mana bisa terbentuk dengan sendirinya, tetapi manusia bisa mempercepatnya dengan cara bermeditasi. Walaupun bisa dipercepat dengan bermeditasi, tetapi cara ini hanya bisa mempercepat tubuh hingga merasakan mana sekitar satu tahun dan awal umur merasakan mana biasanya anak usia sekitar sepuluh tahun.


Inti mana juga dibedakan menjadi tujuh berdasarkan kemurniannya yaitu : Kuning, Hijau, Cyan, Biru, Ungu, Merah dan Emas dan tiap tingkatan dibagi lagi menjadi gelap dan cerah.


Inti mana juga Bisa ditingkatkan sesuai bakat atau keberuntungan tiap orang.Semakin tinggi tingkat kemurnian inti mana seseorang, maka efisiensi, efektivitas dan skill yang bisa digunakan pun akan semakin kuat.


Siang hari, Kamar Charl


Siang hari itu, Charl sedang duduk di pinggir tempat tidurnya sambil membaca buku tentang penggunaan mana.


"inti mana ya," ucap Charl berdiri sambil menutup buku yang sedang dia pegang.


"Untuk mempercepat seseorang bisa merasakan mana bisa dilakukan dengan cara bermeditasi, tetapi paling banyak mengurangi waktu umumnya hanya satu tahun."


Charl berjalan kesana kemari kebingungan memikirkan cara untuk mempercepat dirinya untuk bisa merasakan mana.


"Apa ada cara untuk anak seusiaku bisa merasakan mana?" Charl kebingungan memikirkan cara baginya untuk merasakan mana.


"Baiklah daripada terus kebingungan, lebih baik mencari buku yang bisa memberitahu cara mempercepat merasakan inti mana," ucap nya.


Kemudian Charl berjalan menuju ke ruangan buku, tetapi ketika baru saja memasuki ruangan itu tiba-tiba Charl merasakan aura berbahaya.


"Perasaan ini?" Charl menoleh ke rak buku yang paling atas. Dia menemukan buku hitam yang menjadi sumber aura itu.


"Buku itu?"


"Kalau bukan karena aura ini muncul lagi, mungkin aku sudah melupakan tentang keberadaan buku itu," ucap nya.


"Buku apa itu sampai bisa mengeluarkan aura yang mengintimidasi seperti ini?" batin Charl yang merasa aneh dengan keberadaan buku itu.


Charl pun kemudian mengambil buku hitam itu.


"Buku apa ini? sampul hitam polos, juga tidak memiliki judul," ucap Charl melihat-lihat sekeliling buku itu.


Karena tidak menemukan apa-apa dari sampul buku itu, Charl pun mencoba untuk membuka buku itu.


Tetapi ketika Charl coba membuka buku hitam itu, tiba-tiba muncul dari dalam buku hitam itu sebuah bayangan kecil.


Bayangan itu mencoba mendekati Charl. Karena merasa bayangan itu berbahaya, Charl pun mencoba menghindarinya tetapi semakin Charl menghindarinya, kecepatan bayangan itu pun semakin meningkat. Pada akhirnya Bayangan itu tetap mengenai Charl.


Bayangan itu pun masuk ke kepala Charl.Seluruh tubuh Charl tidak bisa digerakkan Dan Charl juga kehilangan kesadarannya.


Kesadaran Charl seakan masuk ke dalam sebuah ruangan putih dan hanya ada dia dan bayangan kecil itu di ruangan itu.


Didalam ruangan itu, wujud Bayangan kecil itu pun berubah kembali menjadi buku hitam, Kemudian sampul dari buku itu pun terbuka dan memperlihatkan isi dari halaman pertama buku hitam itu.


Halaman pertama dari Buku itu menceritakan tentang kemunculan menara misterius yang menjadi sarang hewan iblis.


Buku itu mengatakan bahwa ada 7 menara yang muncul bersamaan dengan kemunculan hewan iblis, Dan diujung dari setiap menara menyimpan sebuah token iblis.


Token iblis itu lah yang akan menjadi kunci untuk menyelamatkan dunia dari serangan monster iblis jika ke tujuh token nya terkumpul.


Setelah mengetahui semua isi dari halaman pertama buku itu kesadaran Charl pun kembali, tetapi tubuh Charl terasa berat dan akhirnya dia pingsan.


Charl yang pingsan akibat membuka buku hitam itu pun akhirnya membuka matanya setelah pingsan selama tiga jam.


"Ahh akhirnya kau bangun," ucap Bryan cemas memegang kepala Charl.


"Kepala ku sakit... apa yang terjadi?" Ucap Charl mencoba duduk sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Pelan-pelan!" Seru Bryan menopang badan Charl.


"Kau kutemukan pingsan di ruang buku," jawab Bryan.


"Ruang buku?... ahk benar, buku hitam itu," batin Charl mengingat yang terjadi sebelumnya.


"Ayah buku itu ada dimana?" Tanya Charl.


"Buku apa?"


"Buku hitam Yang sedang ku pegang?"


"Aku tidak melihatmu memegang apapun," ucap ayah Charl bingung.


"Apa kejadian yang kurasakan tadi itu nyata?" Charl bertanya-tanya dalam hati, dia masih merasa kebingungan dengan yang terjadi padanya.


"Kalau yang kurasakan tadi itu benar adanya, berarti dunia ini masih bisa kembali seperti sebelumnya jika bisa mengumpulkan ke tujuh token yang berada di tiap menara," batin Charl.


Kemudian Charl teringat akan suatu hal "Tapi tunggu!...kalau ada tujuh menara, berarti masih ada kemungkinan adanya manusia lain yang hidup di luar sana dengan berlindung di sekitar menara seperti kami." Charl berfikir buku hitam itulah yang akan menjadi petunjuk bagi umat manusia untuk mengembalikan keadaan damai yang dulu pernah direnggut oleh Monster Iblis


"Jadi kemana perginya buku itu?" Ucap Charl.


"Sudah itu tidak penting...yang penting sekarang kau baik-baik saja," ucap Bryan pada Charl.


"Tapi, apa buku hitam yang kau maksud itu adalah buku yang berada di rak buku yang paling atas?" Tanya Bryan.


"Benar...memang ada apa dengan buku itu ayah?" Tanya Charl.


"Buku itu adalah salah satu artefak yang tim ayahmu ini dapatkan dari dalam menara."


"Tetapi tidak ada yang tahu kegunaan dari buku itu jadi kami memutuskan untuk menyimpannya di rumah ini," ucap Bryan.


"kami?" Ucap Charl bingung.


"Benar ayah dulu juga adalah seorang penjelajah menara(Raider)," ucap Bryan dengan ekspresi yang terlihat menyombongkan diri.


"Oh benarkah?" Ucap Charl dengan tatapan tidak percaya.


"Hei bisa tidak hentikan tatapan mu yang menyebalkan itu!" Seru Bryan


"Hahaha...iya aku percaya." ucap Charl tertawa pada Bryan.


"Seandainya saja aku merasakan kehangatan memiliki keluarga seperti ini, mungkin aku tidak perlu menjadi pembunuh bayaran dan pasti aku akan lebih mudah percaya pada orang yang berdiri di sampingku," batin Charl mengingat kesalahannya.


"Hmm baiklah, aku mau pergi memotong kayu...kau istirahat lah dulu disini! Dan jangan terlalu memaksakan dirimu untuk bergerak!" Seru Bryan Berdiri.


"Baiklah," jawab Charl tersenyum.


Bryan pun meninggalkan Charl agar Charl bisa beristirahat.


"Buku itu merupakan satu-satunya harapan manusia, aku harus mencarinya!" Ucap Charl.


"Tapi, Dari tadi aku merasakan aura aneh di tubuh ku...apa ini?" Ucap Charl.


"Apa jangan-jangan ini mana?"