
Sudah beberapa jam berlalu sejak Charl, Bryan dan Fery memulai perjalanan mereka menuju Kota Utama. Mereka pun akhirnya sampai di gerbang Kota utama Kerajaan Bristhia.
Charl melihat kota yang begitu megah itu hanya menggelengkan kepala mengingat dia selama ini hanya tinggal di rumahnya yang berada di dalam hutan. Walaupun selama beberapa tahun terakhir dia menghabiskan waktu di desa untuk berlatih bersama Alfond, tetapi melihat kemegahan kota itu sangat tidak bisa dibandingkan dengan desa tempatnya berlatih.
Mereka pun mulai memasuki Kota itu. Kota itu terlihat sangat ramai penduduk, tidak jarang juga terlihat beberapa kereta kuda bangsawan yang melintas di daerah itu mengingat kota utama sebagian besar menjadi tempat tinggal bagi para bangsawan kerajaan Bristhia.
Di pusat Kota itu terlihat jelas sebuah istana yang berdiri megah. Istana itu merupakan Kediaman bagi Anggota Keluarga Kerajaan yang memerintah di kerajaan Bristhia.
Walaupun jarak Rombongan Charl dengan Istana masih bisa dikatakan lumayan jauh, tetapi mereka dapat melihat jelas istana itu karena istana yang berdiri megah dan berada di pusat kota menjadikannya sebagai pusat perhatian.
Tidak jauh dari Tempat berdirinya istana, terlihat sebuah menara yang tingginya menjulang ke langit. Tidak lain Menara itu adalah Tempat yang mendasari berdirinya kerajaan Bristhia, menara yang menjadi tempat perlindungan bagi umat manusia.
Saat itu dipikiran Charl hanya terus memikirkan Tentang berapa lama lagi dia akan menginjakkan kaki di menara itu.
Bryan hanya tersenyum melihat wajah Charl yang merasa antusias memandang Ke arah menara yang selama ini menjadi tujuan nya dan juga yang menjadi alasan kenapa dia berlatih keras selama beberapa tahun terakhir.
Beberapa saat setelah mereka berjalan di dalam Kota, Bryan meminta Pria tua yang menjadi kusir kereta itu untuk menghentikan keretanya.
"Kita sampai!" Bryan pun turun dari kereta itu diikuti Charl dan Fery dari belakang
Setelah mereka turun, terlihat dihadapan mereka sebuah bangunan yang terlihat lebih besar ketimbang beberapa bangunan disekitarnya.
Di depan toko itu tergantung sebuah Tulisan yang bertuliskan 'Gilter'.
Charl langsung teringat tentang Cerita Bryan yang pernah menyelamatkan seorang anak dari penempa terbaik di kerajaan Bristhia yang bernama Gilter.
Bryan yang melihat Pria tua itu tidak akan menerima koin yang diberikannya bagaimana pun caranya hanya bisa berterima kasih atas tumpangan yang diberikan Pria tua itu padanya.
Pria tua itu pun memacu keretanya untuk kembali ke desanya. Sementara Bryan pun mulai memasuki bangunan itu diikuti Charl dan Fery.
Didalam Bangunan itu terdapat banyak dipajang senjata-senjata yang biasa di gunakan oleh para Raider.
Seorang Pria muda yang menjadi pelayan tamu disitu pun datang menghampiri Bryan.
"Anda ingin membeli senjata tuan?"
"Aku ingin bertemu dengan pemilik toko ini," Ucap Bryan
"Maaf tuan, tapi pemilik toko tidak ada di sini sekarang." Ekspresi wajah Pelayan toko itu berubah menjadi lebih datar mendengar perkataan Bryan
Charl sedikit terkejut melihat perubahan ekspresi dari pelayan toko, tetapi dia merasa itu sudah wajar karena dia berpikir sangat tidak normal bagi seseorang yang baru saja datang kesebuah toko bukannya memilih barang yang ingin dibeli tetapi malah mencari pemilik toko.
Bryan juga merasa tindakannya tadi kurang pantas, jadi dia membisikkan pada Charl untuk menunjukkan Kartu yang diberikan Bryan padanya.
Charl pun mengambil Kartu itu dari balik baju yang dipakainya dan menunjukkan nya pada pelayan toko itu dengan sedikit tersembunyi agar tidak terlalu menarik pandangan orang pada mereka.
Pelayan toko itu terkejut melihat kartu itu, dia mengenali dengan jelas kartu itu adalah kartu yang digunakan untuk menempa senjata oleh penempa terbaik kerajaan sekaligus ayah dari pemilik toko itu.
"Maaf atas perilaku saya barusan tuan, dan silahkan ikuti saya menuju tempat tuan Gilter berada." Sikap datar pelayan itu berubah seketika menjadi rasa hormat setelah melihat kartu yang ditunjukkan oleh Charl