
Keesokan Harinya mereka pun berkumpul kembali di gubuk penyimpanan untuk mempersiapkan keberangkatannya.
Seluruh tim pun sudah bersiap dengan perlengkapan penuh menunggu Kedatangan Bryan untuk memberi perintah pergi.
"Apa semua sudah berkumpul?..."Bryan pun muncul sambil mengencangkan sarung tangan besi yang biasa dia gunakan
"Semua sudah berkumpul dan kau lah yang terakhir datang." Ucap May mengacungkan Tongkat sihirnya
"Begitu ya....Baik, Karena semua sudah siap, kita akan berangkat menuju menara." Ucap Bryan
"Baik." Sahut seluruh tim
Mereka pun memulai perjalanan mereka melewati hutan menuju menara dengan berjalan kaki.
"Kalau kita melakukan Raid harus melewati hutan ini...Apa kapten tidak bisa memikirkan tempat penyimpan yang lebih dekat dengan menara." Ucap May Kesal
"Kalau kita meletakkan semua barang kita di tempat berpenduduk, mungkin akan ada orang yang akan berniat mencurinya." Jawab Alline lembut
"Siapa juga yang mau mencuri dari tim yang bisa mencapai lantai terjauh di menara." Ucap May tidak setuju dengan ucapan Alline
Key pun merasa kesal dengan ucapan May yang selalu bersungut-sungut tentang apapun yang tidak disukainya.
"Hey apa kau pikir pencuri itu akan mencurinya sendirian, Jika saja mereka melakukannya dalam kelompok yang besar apa yang bisa kau lakukan?" ucap Key
"Hmm, aku tidak bertanya padamu." May memalingkan wajahnya karena di tau bahwa yang dikatakan Key itu benar adanya
"Sudahlah, lagi pula aku sudah menyiapkan sebuah kereta kuda di pinggir hutan ini." Ucap Kirra
"Benarkah?...aku tidak ada mengatakan untuk menyiapkan kereta kuda." Ucap Bryan
"Tentu saja karena Kirra itu berhati bidadari, tidak seperti dirimu." Ucap Key menyanjung-nyanjung Kirra
Setelah berjalan menelusuri hutan selama beberapa jam akhirnya mereka sampai di pinggir hutan.
Terlihat Sebuah kereta kuda yang biasa digunakan untuk mengangkat barang dengan dua ekor kuda yang menariknya sedang menunggu kedatangan mereka.
"Kenapa kereta barang?" Ucap Key merasa kecewa karena yang ada kereta barang
"Apa kau kira kereta kuda biasa bisa kita naiki secara bersamaan?" Jawab Kirra
"Baik pak, kita bisa jalan!" Ucap Alline
"Baik." Sahut kusir
Mereka pun menaiki kereta kuda itu dan berjalan menuju menara melewati Desa kecil menuju kota utama kerajaan.
"Steve, sepertinya kau tidak banyak bicara hari ini." Ucap Bryan kebingungan melihat Steve yang biasanya sudah mencari cara agar Key bisa merasa kesal malah tidak berbicara apapun selama perjalanan
"Ahk, Tidak aku hanya merasa akan merasa sesuatu yang berbahaya akan terjadi." Jawab Steve
"Itu hanya perasaanmu saja, lagipula selama ini kita selalu bisa menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi." Ucap Mac menenangkan pikiran Steve
"Yah, sepertinya itu hanya perasaanku saja." Steve merasa lega karena memiliki Rekan setim yang selalu mendukungnya
"Sepertinya Kau butuh perawatan ya." Ucap Key menyindir Steve sambil melihat-lihat pedang yang dibawanya
"Hah, aku tidak sepertimu dasar pria pemalas." Ucap Steve membalas sindiran Key
"Hah apa katamu." teriak Key pada Steve
"Apa kalian ingin membuat keributan dalam kereta ini." Ucap Kirra dengan tatapan dingin yang mencekam
"Ti-tidak." Ucap Key yang ketakutan melihat tatapan Kirra
"Mungkin Kirra lebih berbakat dari pada aku dalam memisah Key dan Steve." Bryan sedikit terkejut dengan sikap Kirra
"Sepertinya kapten benar..." Ucap Alline pada Bryan
Bryan pun menoleh ke pada Alline, wajah Alline pun memerah dan kemudian Alline memalingkan wajahnya.
"Kenapa aku malah memalingkan wajah." Gumam Alline
"Kenapa Alline memalingkan wajah setelah aku menatapnya?...apa dia membenciku." Gumam Bryan
Akhirnya setelah sekian lama menaiki kereta mereka akhirnya pun sampai di depan pintu menuju kedalam menara.