
"Kita sampai." Bryan Turun dari Kereta
Seluruh tim pun turun dari kereta, berdiri di depan Menara kuno tinggi yang terlihat sangat megah.
"Kita mungkin akan berada di dalam menara selama beberapa hari, jadi aku akan bertanya lagi, apa perlengkapan kita sudah siap semua." Tanya Bryan
"Semua sudah siap, Kalau saja ada perlengkapan yang tertinggal mungkin itu adalah milikmu." Jawab Key
"Baiklah, kalau begitu aku umumkan Raid dimulai."
"Ya!!" Sahut seluruh tim
Mereka pun mulai berjalan memasuki menara. Di Lantai pertama Mereka hanya berjalan di sebuah lorong yang memiliki banyak cabang tetapi tujuannya tetap menuju lantai berikutnya. Lorong itu berdinding tanah dengan tinggi sekitar 6 meter dan dipasang beberapa obor sebagai penerang.
"Tenang saja."Kirra memegang tangan Alline yang terlihat gemetar
"Walau sudah melakukan Raid berkali-kali, tetapi rasa takutku terhadap tetap tidak pernah hilang"
Alline sebenarnya adalah orang yang tidak suka melukai dan takut melihat orang terluka, itulah yang menyebabkan dia memilih Raider tipe Supporter.
"Ada kami yang akan terus bersamamu." Ucap Kirra
Mendengar ucapan Kirra, perasaan Alline pun mulai membaik dan tangannya pun tidak lagi gemetar.
Mereka sudah berjalan di sepanjang lorong yang ada di lantai 1, Namun tidak menemui satupun monster iblis.
"Sepertinya sudah ada tim yang pertama kali memasuki menara hari ini dan membersihkan seluruh monster iblis." Ucap Steve
"Sepertinya kita tidak perlu membuang-buang tenaga kita untuk beberapa lantai kedepan." Ucap Key meregangkan otot-ototnya
"Tetap saja kita harus berhati-hati pada monster iblis yang tidak terbunuh dan berhasil kabur dari mereka." Ucap Mac
"Karena tidak ada apa-apa lagi disini sebaiknya kita segera menuju ke lantai berikutnya." Ucap Bryan
Mereka pun menuruni tangga menuju berikutnya, tetapi mereka hanya melihat beberapa Monster iblis Kelas Rendah yang terluka, dan tanpa kesulitan mereka dengan mudah mengalahkannya.
Sudah sekitar setengah hari mereka berjalan. mereka sudah mencapai lantai sepuluh, namun belum juga menemukan monster iblis yang berbahaya, dan sama seperti lantai sebelumnya, mereka hanya menemukan beberapa monster iblis yang terluka.
"Bagaimana mungkin sampai saat ini belum ada Boss monster iblis yang sudah bangkit." Ucap key Kesal
"Bagaimana lagi...Sudah ada tim yang pertama sampai sebelum kita." Ucap Mac
"Sepertinya orang yang paling malas melakukan Raid lah yang paling menantikannya." Sindir Steve
"Apa peduli mu." Jawab Key
"Sudahlah lagi pula setelah sampai lantai 11 Boss tiap lantai akan lebih cepat bangkit." Ucap Mac
"Sebaiknya kita istirahat disini terlebih dahulu untuk mengisi." Ucap Bryan
Mereka pun beristirahat di lantai sepuluh untuk mengisi tenaga, sambil menunggu bangkitnya monster iblis di lantai 11.
Setengah jam kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, tetapi sesaat sebelum sampai di lantai 11 mereka dihadang oleh seekor Monster iblis kelas B yaitu Big Bull.
Big Bull itu berdiri dengan 2 kaki belakangnya dengan kaki depan yang berubah menjadi tangan yang memegang sebuah kapak karatan.
"Big bull!!" Seru Mac
"Bukankah Big Bull Bos lantai ini?". tanya Alline
"Benar....Sepertinya monster yang dilantai ini sudah mulai bangkit kembali." Jawab Bryan
"Tapi aku masih heran dari mana Monster ini mendapatkan senjatanya....Ahk, itu tidak penting." Gumam Bryan
"Key, singkirkan monster itu!" Ucap Bryan pada Key, karena Key lah yang dari awal merasa bosan dengan tidak adanya Monster iblis yang ditemui sepanjang jalan
"Baik Kapten." Key tersenyum lebar karena akhirnya menemukan Monster iblis
Dengan cepat Key mengeluarkan pedangnya dan berlari menuju Big Bull.
Melihat Reaksi Key, Big Bull dengan Cepat mengayunkan Kapaknya pada key, Tetapi Key sudah menduga itu yang akan terjadi dan Key pun menghindari serangan itu kemudian bergerak cepat kearah belakang Big Bull.
Key melepas tebasan kearah punggung Big Bull. Tebasan Key pun hanya membuat luka gores.
"Sepertinya aku tidak bisa membunuh Big Bull ini hanya menggunakan kekuatan fisik saja ya." Key tertawa kecewa karena tebasan nya hanya membuat luka gores pada tubuh Big Bull
Big Bull itu menjadi marah karena luka gores yang dibuat Key. Big Bull mengayunkan kapaknya bertubi-tubi kearah Key. Key pun terus menghindari serangan itu.
"Sudah saatnya mengakhiri ini." Gumam Key melepaskan mana dari tubuhnya dan dan mengumpulkannya di pedangnya dan telapak kakinya
Karena Big Bull yang marah mengakibatkan gerakannya menjadi lebih cepat, Key terpaksa menggunakan Mana di kakinya agar mempercepat gerakannya.
Seperti sebelumnya Key dengan cepat menghindari serangan Big Bull dan menyelinap Ke belakangnya untuk melepaskan tebasan dari belakang Big Bull.
Tetapi berbeda dengan yang sebelumnya, Pedang Key yang sudah diperkuat dengan mana pun bisa membuat Big Bull terbunuh.
"Untuk seorang Raider tipe Petarung seperti ya kau tidak malu melakukan serangan dari belakang." Ucap Steve menyindir Key
"Apa yang kau tau, aku hanya ingin menyelesaikannya dengan cepat." Jawab Key
"Tapi menurutku, kau butuh waktu lama untuk menghabisi Big Bull itu." Ucap Steve
"I-Itu..." Key tidak ingin memberitahu bahwa dia awalnya berniat mengalahkan Big Bull dengan kekuatan fisiknya tetapi gagal
"Sudah berhenti! sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanannya." Ucap Bryan
"Kapten menyelamatkanku kali ini" Key menghela nafas lega