Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Pedang Raja Iblis



Halaman ketiga buku hitam itu tertulis tentang sebuah pedang.


Pedang Raja iblis


Didalam buku dijelaskan tentang sebuah pedang yang dimiliki raja iblis. Pedang yang dulunya pernah dipakai Raja Iblis untuk menguasai dunia.


Semakin kuat penggunanya, semakin kuat pedangnya. Pedang raja Iblis hanya mengakui darah tuannya.


Kesadaran Charl pun kembali. Tubuhnya merasa kelelahan setelahnya.


"Huft, Kenapa aku kembali merasa lelah setiap halaman buku itu terbuka." Charl menenangkan pernapasannya untuk mengembalikan kondisi tubuhnya


Setelah beberapa saat, kondisi Charl pun pulih seperti sebelumnya. Setelahnya Charl mencoba untuk memahami maksud isi dari halaman ketiga buku hitam itu.


"Pedang raja Iblis? Menguasai dunia," gumam Charl pelan


"Itu terlalu singkat untuk menjelaskan tentang pedang ini.... tetapi sepertinya ini ini adalah pedang yang kuat." Charl menatap pedang itu


"Tetapi bagaimana cara memakai pedang dengan berat yang tidak wajar ini."


Charl kembali berpikir sambil memijat keningnya. Kemudian salah satu kalimat dari halaman ketiga buku hitam itu membuatnya terpikir akan suatu hal.


"Pedang Raja Iblis hanya mengakui darah tuannya."


"Darah?... Apa jangan-jangan...." Charl tidak melanjutkan kata-katanya melainkan melihat ke arah pedang itu dengan tatapan serius


Charl hanya terpikir bagaimana mungkin benda mati bisa mengenali tuannya, tetapi dia teringat dunia ini adalah dunia sihir, jadi Charl akhirnya sadar bahwa ada kemungkinan hal yang tidak bisa dilakukan di didunia lamanya bisa dilakukan di dunia ini.


Kemudian Charl Menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah. Charl meneteskan darahnya pada Gagang dari pedang itu.


"Tidak terjadi apa-apa," ucap Charl sedikit kebingungan


Tetapi tepat setelah Charl mengucapkan kata-katanya, Pedang itu tiba-tiba mengeluarkan aura yang kuat.


Charl terkejut dengan perubahan suasana yang begitu mendadak. Sarung dari pedang itu terbuka memperlihatkan pedang yang berwana hitam pekat.


Darah Charl yang sebelumnya ada di gagang pedang itu, mengalir perlahan menuju pedang itu.


Setiap bagian pedang yang di lalui tetasan darah itu berubah menjadi warna merah cerah, yang seakan menjadi corak asli pedang itu.


Charl menggunakan tangannya untuk menutupi wajahnya dari aura itu.


Seakan tertarik, Pedang itu dengan cepat terbang menuju tangan Charl. Charl kemudian menangkap gagang dari pedang itu menggunakan tangan kanannya.


Kemudian Charl berusaha melepaskan Pedang itu dari tangannya, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena tangannya seakan menempel kuat pada pedang itu.


Semakin Kuatnya aura itu membuat Charl kesulitan untuk bernapas. Saat Charl hampir kehilangan kesadaran karena kesulitan bernapas, Darah yang mengalir pada pedang itu sudah sampai pada ujung dan menetes.


Saat itu juga Aura itu menghilang dan Charl menarik napas dalam-dalam.


Tepat setelah terdengar suara tetesan darah Charl yang bertabrakan dengan lantai. Dipikiran Charl seakan terngiang sebuah suara "Akhirnya aku menemukan penerusku....Agris." Pandangan Charl terlihat kosong selama beberapa saat


Tap


Charl tersadar dari lamunannya ketika seseorang menepuk pundaknya. Charl kemudian melihat Fery yang sedang menatap khawatir.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Fery


"Aku baik-baik saja... apa kau tidak merasakan apapun tadi," Charl bertanya pada Fery karena Charl berpikir dengan aura yang begitu kuat tidak mungkin Fery bisa tetapi tidur nyenyak di kamar.


"Aku tidak merasakan apapun... saat aku terbangun, aku sudah melihat tuan duduk termenung dibawah ini."


"Tidak mungkin... Apa hanya aku yang merasakan aura tadi," Batin Charl


Kemudian Charl teringat pedang yang yang berada di tangannya sebelumnya.


Pandangan Charl pun melihat kesekitarnya untuk mencari pedang itu, tetapi Charl yang seharusnya melihat sebuah pedang pendek yang tergeletak, dikejutkan dengan sebuah pedang yang memiliki panjang sekitar 1 meter yang sudah tersarung tidak jauh dari Posisi Charl berada.


Kemudian Charl meraih pedang itu. Pedang itu memiliki berat dan ukuran yang sangat cocok digunakan Charl pada usianya.


Charl kemudian membuka sedikit sarung dari pedang itu. Pedang itu terlihat memiliki warna hitam pekat dengan corak merah cerah ditangannya.


Melihat itu Charl yakin bahwa pedang itu adalah pedang yang sebelumnya dipegangnya.


"Bagaimana ini bisa jadi seperti ini... apa ini maksud dari Pedang Raja Iblis hanya mengakui darah tuannya?" Charl semakin bingung dengan apa yang terjadi