Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Pengujian kedua Raider



Charl membuka pintu yang ditunjuk Wanita itu, ternyata itu adalah pintu menuju ke sebuah aula pertarungan tertutup.


Aula itu sudah diisi beberapa orang yang duduk di kursi penonton. Di pinggir arena ada beberapa penguji yang menunggu gilirannya. Ditengah arena itu terlihat dua orang yang sedang berduel menggunakan pedang.


Yang bertarung di tengah aula itu adalah seorang yang Seorang pendaftar Raider dan Seorang Raider penguji.


Terlihat pertandingan itu sangat berat sebelah, karena raider penguji hanya mencoba menahan serangan serangan yang diterimanya tanpa kesulitan sedikitpun.


"Hei!!!" Ben melambaikan tangan kearah Charl.


Charl berpura-pura tidak mendengar teriakan Ben. Charl berjalan kearah sebaliknya dari tempat Ben dan duduk di salah satu kursi penonton.


Tidak berhenti disitu, Ben mendatangi Charl dan duduk di sebelahnya. Charl tidak memperdulikan kedatangannya dan hanya fokus pada pertarungan yang berlangsung.


"Menurutmu apa dia akan lulus," ucap Ben.


"Dia tidak akan lulus," jawab Charl tanpa menoleh ke arah Ben.


Beberapa saat kemudian terlihat penguji itu mulai melakukan serangan pada lawannya. Dalam satu serangan, Lawannya dibuat jatuh. Pedang yang dipakai lawannya terlempar tidak jauh dari tempatnya terjatuh.


"Apa keputusanmu?" Ucap salah seorang penguji yang duduk di pinggir arena.


"Dengan kemampuanmu sekarang kau hanya akan mengantar nyawamu. Aku nyatakan kau gagal."


Raut kecut terlihat dari wajah pendaftar itu. Dia sebenarnya tidak setuju dengan keputusan penguji itu, tetapi dia tidak berbuat apa-apa. Saat bertarung dengan penguji itu, dia sadar kemampuannya memang masih sangatlah rendah untuk menjadi seorang raider. Pada akhirnya Pendaftar itu hanya bisa meninggalkan arena dengan perasaan kecewa dengan ketidakmampuannya.


"Sepertinya kau benar," ucap Ben.


Kemudian satu-persatu nama disebutkan oleh penguji. Mereka semua diuji berdasarkan Tipe Raider yang dipilihnya. Sampai akhirnya nama Ben yang disebutkan.


Ben pun maju ke tengah arena. Terlihat Yang mengujinya adalah seorang raider tipe petarung yang menggunakan pedang.


Ben menggunakan tinjunya untuk bertarung melawan musuhnya seperti yang Bryan lakukan.


Saat pertandingan baru saja dimulai, Charl terkejut melihat hal yang dilakukan Ben. Ben menggunakan skill penguatan tubuh pada dirinya.


"Itu skill milik ayah."


Skill penguatan tubuh memang bukan skill yang hebat, tetapi penggunanya sangatlah langka karena penggunaan mananya yang sangat boros.


Penguji itu menaikkan alisnya, dia sedikit terkejut karena penguasaan skill yang dilakukan Ben bisa dibilang cukup baik untuk anak seusianya.


Ben langsung maju menyerang penguji itu menggunakan tinjunya. Penguji itu tahu kalau skill yang dipakai Ben memiliki kelemahan pada pemakaian mananya, jadi penguji itu hanya mencoba menghindar dari setiap serangan yang dilakukan Ben sambil menunggu Ben kelelahan karena kehilangan banyak mana.


Ben kemudian dengan cepat mengalirkan mana ke kakinya dan membuatnya bergerak dengan cepat menuju arah penguji itu diiringi dengan pukulan yang siap mengarah pada penguji itu.


Ben berfikir kalau dia melakukan dengan serangan cepat, penguji itu tidak akan sempat bereaksi dan dia akan bisa mendaratkan serangan pada penguji itu, tetapi pikirannya itu salah.


Charl sedikit terkejut melihat Ben yang bisa memikirkan cara untuk melawan Penguji itu, tetapi Charl tau serangan yang dilakukan Ben tidak akan berguna pada Penguji itu.


Penguji itu memang sedikit terkejut dengan serangan cepat yang dilancarkan Ben, tetapi karena pengalaman dan kemampuannya yang sudah jauh dari Ben membuatnya bisa dengan mudah menghindari dan membuat serangan balik pada Ben.


Serangan yang dilakukan penguji itu membuat Ben terpental kebelakang. Nafas Ben tidak beraturan akibat kelelahan yang dideritanya karena kehilangan banyak mana.


Ben ingin bangkit dan bertarung lagi tetapi kondisi tubuhnya membuat Ben hanya bisa menopang tubuhnya untuk berjalan.


"Cukup!!" Penguji itu kemudian berjalan kearah Ben yang masih dalam keadaan Lelah.


"Kau hanya kurang dalam pengalaman... kau ku nyatakan lulus." Penguji itu berfikir Ben berbakat dan memiliki kemauan yang tinggi dan dapat menjadi Raider yang hebat nantinya.


"Sepertinya muncul lagi seseorang yang berbakat." batin penguji itu sambil tersenyum lembut pada Ben.