
Keberadaan Alline yang menghilang bersamaan dengan hilangnya Monster iblis itu, membuat semua orang yang berada di ruangan itu Terkejut sekaligus ketakutan.
Setiap orang merasakan kesedihan mendalam terhadap semua yang telah terjadi, tetapi mereka sadar bahwa mereka tidak bisa berbuat apapun untuk merubahnya dan hanya bisa meratapinya.
Kirra yang merupakan wanita yang memiliki sifat paling dewasa di tim pun hanya bisa meneteskan air mata melihat Alline yang dibawa Monster iblis itu.
Tetapi dari semua kesedihan yang mereka rasakan, Bryan lah yang merasa paling terpukul akan semua yang terjadi. Bryan merasa menyesal Karena kebimbangannya dalam mengambil keputusan sewaktu melanjutkan Raid lah yang membawa mereka semua ke malapetaka.
Dah hal yang paling Bryan sesalkan adalah karena dirinya lah Alline terluka dan akhirnya dibawa oleh Monster iblis itu. Dipikiran Bryan terus tergiang-ngiang kalimat "Jika saja...."
Mereka hanya terdiam di ruangan itu selama beberapa jam menyesali semua yang terjadi tanpa ada yang berbicara satu kata pun.
"Baiklah ayo kita kembali." Tatapan mata key yang sebelumnya selalu memancarkan aura semangat pun kini hanya bisa melihat dengan tatapan pahit.
Mendengar ucapan key pun mereka mulai melangkahkan kaki dan berjalan tanpa semangat sama sekali.
Bryan yang bahkan tidak mendengar ucapan Key karena rasa penyesalannya, tetap duduk terpaku tanpa adanya pergerakan sama sekali.
Key yang menyadarinya pun berjalan menghampiri Bryan "Ayo kita kembali." Key memegang pundak Bryan
Bryan pun akhirnya sadar dari lamunannya. Dia melihat Wajah key yang menatap dengan tatapan pahit. Dia pun tersadar bahwa yang terpukul atas kejadian itu bukan hanya dirinya.
Mereka berjalan keluar dari menara. Tiap Monster iblis yang mereka jumpai di perjalanan pun dihabisi Key seorang diri.
Sebulan pun berlalu sejak mereka meninggalkan Menara. Kabar kalau mereka mengalahkan Monster iblis Kelas S pun cepat tersebar di seluruh kerajaan, Walaupun yang sebenarnya terjadi adalah mereka yang tidak bisa melakukan perlawanan apapun pada Monster Kelas S itu dan bahkan kehilangan Salah satu anggota mereka.
Tanpa Adanya perintah pembubaran Tim, mereka tidak pernah lagi berkumpul seperti biasa. Sebagian dari mereka sudah kembali melakukan Raid dengan jalan yang mereka pilih, tetapi kejadian hari itu tetap berbekas di hati mereka masing masing.
Bryan sedikitpun tidak bisa melupakan kejadian yang menimpa mereka hari itu dan membuat dia tidak lagi memiliki keinginan untuk melakukan Raid.
Sesekali Key datang ke rumah Bryan melihat keadaan Bryan. Key menghabiskan waktu mengobrol dengan Bryan untuk menghilangkan rasa sedih Bryan, tetapi Walau Bryan tertawa tetap saja key melihat tatapan kesedihan Bryan yang tidak bisa ditutupi sedikitpun.
Tetapi semua tatapan sedih itu berubah ketika Bryan pertama kali menemui Charl sewaktu bayi di hutan. Kesedihan yang dirasakan Bryan pun perlahan mulai memudar. Tatapan mata Bryan pun kembali cerah seiring berjalannya waktu.
................................................................................
Dimalam Sunyi, hanya ada Bryan dan Charl yang duduk di sebuah kursi dan terjaga sepanjang malam. Bryan tak kuasa menahan tangis karena mengingat kembali pengalaman masa lalunya yang begitu kelam.
Charl yang mengetahui masa lalu Bryan, juga terus menahan air matanya karena masa lalu Bryan yang begitu pahit mengingatkan dia kembali ke masa lalunya yang sama pahitnya dengan Bryan.
Walaupun ada kesedihan yang kembali muncul akibat ingat masa lalunya, tetapi Bryan juga merasa hatinya sudah tidak lagi memiliki beban karena sudah melampiaskan semua kesedihan yang di tumpuknya selam bertahun-tahun.
"Itulah yang sebenarnya terjadi pada masa laluku," Ucap Bryan menghapus air matanya
"Hal itu juga memperjelas bahwa sebenarnya aku bukanlah ayah kandung mu," Bryan ragu Charl akan meninggalkan nya setelah mengetahui bahwa dirinya bukanlah ayah kandungnya Karena selama ini Bryan berfikir bahwa Charl itu menganggap dirinya adalah ayah kandungnya
Charl hanya terdiam mendengar ucapan dari Bryan. Bryan yang melihat Charl yang bahkan tidak berbicara setelah mendengar omongannya hanya bisa menghela napas pasrah kalau saja Charl mengatakan ingin pergi.
"Tidak!! hanya kau lah ayahku satu-satunya, bahkan jika seluruh dunia tidak memandang dirimu, aku akan selalu menjadi anak yang akan bisa kau banggakan." Charl tersenyum tulus dan tidak ada keraguan dalam hatinya saat berbicara
Bryan Terkejut, hatinya sangat terharu mendengar ucapan tulus dari Charl dan tak bisa menahan perasaan bahagianya.Suasana yang sebelumnya sangat menyedihkan berubah seketika menjadi kebahagiaan.
Bryan menepuk pundak Charl sambil tersenyum lebar, padahal ia sedang menahan tangis bahagianya setelah mendengar kata-kata Charl "Benar, kau adalah anak ku dan akan selalu seperti itu."
Charl yang di kehidupan sebelumnya tidak pernah merasakan hangatnya memiliki keluarga, kini memiliki tempat untuk pulang dan tertawa bersama keluarganya.