
Gadis itu duduk sendirian di meja sambil menyantap daging steak dengan anggun.
"Sepertinya dia tidak terganggu dengan suara kebisingan di bar ini... Dan para pria di bar ini juga tidak ada yang mengganggunya...itu aneh," batin Charl sambil terus melihat ke arah gadis itu
Tiba-tiba gadis itu melihat ke arah Charl, pandangan merekapun bertemu di satu titik. Dengan cepat Charl mengalihkan
pandangannya.
Ketika pandangan mereka bertemu, Charl menyadari tatapan gadis itu terlihat dingin, Walaupun memiliki tatapan yang dingin, Charl tahu bahwa pada tatapannya itu tidak memiliki niat buruk sama sekali melainkan seperti tatapan kesepian.
Melihat Charl yang memalingkan wajahnya, Gadis itu pun kembali melanjutkan menyantap makanannya dan Charl pun tidak lagi melihat ke arah gadis itu.
"Apa kau melihatnya?... Gadis terkutuk itu melihat ke arah orang yang baru datang itu," ucap Salah seorang raider yang ada di dalam bar
"Sudah, lebih baik tidak membicarakannya."
Charl mendengar semua pembicaraan kedua orang itu tentang gadis itu. Dia merasa ada yang salah tentang gadis itu.
"Walaupun gadis itu memiliki sebuah masalah, tetapi bukannya terlalu berlebihan jika menyebutnya gadis terkutuk," batin Charl
Sebenarnya Charl ingin angkat bicara tentang orang yang menyebut gadis itu gadis terkutuk, tetapi Charl tidak mengetahui asal usul gadis itu dan mengapa dia dipanggil gadis terkutuk, dia pun hanya bisa menghela napas kecewa.
"Ya sudah lah lagipula aku hanya akan berada di Bar ini selama satu hari," batin Charl
Beberapa saat kemudian Bryan pun akhirnya selesai berdebat dengan Pelayan bar tentang harga kamar. Bryan memesan 2 kamar untuk mereka tinggali, 1 kamar untuk Bryan dan satu lagi untuk Charl dan Fery.
Kemudian Mereka pun berjalan menuju kamar yang mereka sewa.
Charl dan Fery pun masuk kedalam kamar mereka. Terlihat kamar itu memiliki ruangan yang terbilang luas dan ada dua tempat tidur yang ada di dalam kamar itu. Fery dari awal tidak banyak bicara karena perjalanan yang jauh membuatnya letih. Dia pun langsung menjatuhkan badannya pada tempat tidur.
Fery melihat Charl yang duduk di lantai dengan posisi melakukan meditasi.
"Aku akan berlatih," jawab Charl
"Baiklah aku tidak akan mengganggumu," Ucap Fery
Charl pun mulai bermeditasi untuk memurnikan inti mananya.
Beberapa jam telah berlalu, tidak terasa hari sudah malam. Melihat Fery yang sudah tertidur, Charl kemudian mengambil Pedang yang didapatnya dari Gilter.'
"Ini sangat berat," ucap Charl memegang Pedangnya dengan tangan yang gemetar
Kemudian Charl meletakkan Pedang iti di lantai dan terlihat ada sedikit retakan di lantai akibat berat pedang itu.
"Karena pedang ini mengeluarkan aura seperti buku hitam itu, ini pasti akan menjadi sesuatu yang berguna untuk manusia," batin Charl
"Tetapi bagaimana cara menggunakannya jika pedang ini saja memiliki ukuran yang kecil dan berat yang sulit untuk diangkat, apa lagi menggunakannya untuk bertarung," ucap Charl
"Apa mungkin aku harus menggunakan mana agar pedang ini bisa dipakai?"
Kemudian Charl memegang pedang itu dan mencoba untuk mengalirkan mananya ke pedang yang dipegangnya.
Setelah Charl mengalirkan mana ke pedang itu, dari dalam sarung pedang itu terlihat sedikit memancarkan Cahaya berwarna kemerahan.
Charl tidak terlalu menghiraukan cahaya itu dan terus mengalirkan mana ke pedang itu.
Tiba-tiba kesadaran Charl memasuki ruangan tempat tersimpannya buku hitam itu.
Halaman ketiga dari buku itu pun terbuka.