Return Of The Dungeon King

Return Of The Dungeon King
Bakat Seseorang



"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Bryan melangkah meninggalkan Gilter.


"Tunggu!!" Gilter mengeluarkan beberapa Kristal dari Cincin penyimpanannya untuk diberikan pada Bryan sebagai ucapan terima kasih


"Kami hanya memiliki ini, Terimalah sebagai ucapan terima kasih dari kami."


"Tidak perlu seperti itu, lagipula itu hal biasa didalam menara bukan." Ucap Bryan sebagai penolakan terhadap pemberian Gilter


"Kalau Begitu, terimalah ini sebagai gantinya." Gilter memberi sebuah kartu pada Bryan


"Ini kan..."


Ternyata kartu yang diberikan oleh Gilter adalah sebuah kartu penempa. Kartu itu bisa digunakan untuk menempa sebuah senjata dari penempa terbaik di kerajaan, yang konon bisa menempa senjata yang memiliki efek Khusus.


"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan wajahnya, tenyata dia adalah anak dari penempa senjata terbaik di kerajaan." Gumam Bryan


"Wah, bukannya itu kartu yang digunakan untuk membuat senjata di tempat penempa hebat itu ya." Ucap Key melihat-lihat kartu itu


"Apa itu benar?" Tanya Mac


"Benar, Bahkan katanya karena kehebatan dari penempa itu, dia hanya mau melayani orang kerajaan atau orang yang memiliki kartu itu saja." Ucap Key


"Wah, sepertinya kartu ini sangat berharga," ucap Alline


"Ya, bahkan di pelelangan kemarin, kartu ini terjual dengan harga seribu koin mas," ucap Kirra


"Tetapi, bagaimana bisa kau memiliki kartu yang sangat berharga ini?" Tanya Key pada Gilter


"Tentu saja dia memilikinya, karena dia itu adalah anak dari penempa itu." Jawab Bryan


"Kau adalah anak dari penempa terbaik, tetapi kenapa kau malah memilih menjadi seorang Raider." Tanya Bryan


"Sebenarnya dulu aku sudah pernah belajar menempa, tetapi itu menurutku menjadi raider lebih terlihat hebat dari pada penempa, jadi aku memutuskan untuk menjadi Raider....Tetapi setelah kejadian ini, sepertinya aku tidak cocok menjadi Raider, Jadi aku akan berhenti menjadi Raider dan melatih kemampuanku dalam menempa saja." Gilter sadar, bahwa dia memiliki kemampuan yang sangat rendah, setelah melihat kemampuan dari tim Bryan yang dengan mudahnya mengalahkan Monster iblis yang membuatnya hampir meregang nyawa


"Baiklah kartu ini akan ku terima, selanjutnya jangan lagi membahayakan nyawamu," Bryan tidak menganggap kemampuan Gilter itu buruk karena Gilter bisa membawa timnya mencapai lantai 15 saat baru saja memulai untuk menjadi seorang Raider, tetapi Bryan berfikir lebih baik untuk Gilter menjadi seorang penempa, karena bakatnya sebagai penempa akan terbuang sia-sia jika dia menjadi seorang raider


"Kalau begitu kami pergi." Ucap Bryan meninggalkan Gilter dan seluruh tim Gilter


"Apa tidak apa-apa membiarkannya begitu saja?" Tanya Steve


"Tidak apa, lagi pula akan disayangkan jika bakat dari penempa terbaik hilang." Jawab Bryan


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju lantai terjauh yang dapat di capai mereka.


Sudah dua minggu berlalu sejak Bryan dan timnya memulai melakukan Raid. Mereka sudah banyak melawan berbagai Jenis Monster iblis yang ada di dalam Menara dan selama itu juga mereka sudah melewati lantai demi lantai di menara itu. Mereka pun sampai sudah mencapai lantai ke 74 menara itu.


Di lantai ke 74 memiliki area yang lebih luas tetapi daerah itu di tutupi oleh uap panas yang sangat kuat. Bryan dan seluruh timnya sudah melawan banyak monster di lantai itu dan akhirnya bertemu dengan dua ekor Kera api yang merupakan Boss di lantai 74.


Kera api adalah Monster iblis yang belum dikelompokkan di dalam tingkatan kelas karena hanya Tim Bryan yang pernah bertemu dengannya, tetapi menurut kekuatan bertarung Kera iblis, mungkin akan dikelompokkan dalam Monster iblis kelas A.


"Kera api juga merupakan boss lantai mulai dari lantai 70. Oleh karena itu, tim Bryan sudah pernah beberapa kali bertarung dengan seekor kera api dan sudah mengetahui cara bertarung dari kera itu


"Kera api lagi ya...tapi sepertinya kita akan menghadapi 2 ekor kali ini." Ucap Bryan


"Kita mulai penyerangannya!!"


"Baik." Sahut seluruh tim