Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 8



Kilas balik


"Annchi kemari, lihat siapa yang datang. Beri salam pada paman nak."


"Selamat malam paman."


Annchi kecil sedikit membungkukkan badannya.


"Selamat malam nak, lihat apa yang paman bawa. Ini semua milikmu."


"Wahh terimakasih paman."


"Bu lihat ada barbie." Ujar Annchi dengan girang.


"Bawa kedalam dulu sayang, silahkan masuk Baojia."


"Terimakasih Sera."


"Paman akan tidur disini kan?"


"Paman harus bekerja Annchi." Sera datang dengan membawa dua cangkir teh serta beberapa makanan.


"Terimakasih."


"Tapi aku ingin tidur dengan paman. Aku ingin mendengar dongeng lagi."


"Bagaimana jika dengan ibu?"


"Tidak, ibu tidak bisa seperti paman. Paman bisa menirukan suara hewan, ibu tidak. Aku mau dengan paman."


"Annchi."


"Baiklah baiklah, cukup jangan berdebat. Malam ini paman akan bacakan dongeng untuk Annchi, tapi paman tidak bisa tidur disini. Jadi setelah Annchi tidur paman akan pergi, bagaimana?"


"Emmmm,... Baiklah setuju."


"Anak baik."


Kilas balik selesai.


Annchi masih terpaku dengan pikirannya. Ia tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari Shuwan yang ternyata juga tidak mengetahui perihal masalah yang sedang terjadi.


Alasan kenapa seluruh keluarga tidak menyukai Annchi, Shuwan tidak tahu kenapa. Ia hanya mengikuti pesan sang ayah bahwa Annchi sama seperti kakaknya yang lain.


Ia tidak jahat, ia tidak pernah berniat untuk menyakiti orang lain. Hanya itu yang Shuwan tahu.


Annchi melirik Cao Chen yang sedang fokus dengan makan malamnya. Di jari manis pria itu terselip sebuah cincin. Bukan cincin pernikahan, melainkan cincin pertunangannya dengan Xiu Juan.


Apakah ia tidak boleh berjuang? Sudah cukupkah sampai sini? Tapi bagaimana dengan pemilik tubuh asli. Entah memang ia yang menyukai pria ini, atau ini hanya perasaaan pemilik tubuh asli yang dapat dirasakannya.


Ia dapat dengan jelas merasakan perasaan yang dimiliki oleh pemilik tubuh asli, ia juga dapat melihat kepingan peristiwa saat pemilik tubuh asli diam-diam mengagumi sosok Cao Chen.


Inilah yang pemilik tubuh asli inginkan. Dia ingin dicintai, ingin dimiliki. Tapi Cao Chen tidak pernah melihat ke arahnya.


Di setiap kesempatan yang ada ia hanya berjalan dibelakang, seperti bayangan yang tidak pernah dihiraukan kehadirannya.


Pemilik tubuh asli mencoba menghilangkan nyawanya dengan meminum obat tidur dalam dosis tinggi. Inilah salah satu alasan kenapa dipertemuan pertama tatapan Cao Chen begitu dingin padanya.


"Annchi, ada apa? Apa makanannya tidak enak? Ingin ku pesankan sesuatu?"


Annchi tersadar dari lamunannya, tersenyum canggung menatap pria tampan dihadapannya.


"Tidak, ini enak. Tidak perlu."


"Ada apa? Kau memikirkan sesuatu? Katakan padaku."


Dapatkah kau batalkan rencana pernikahan mu dengan Juan? Dapatkah kita tetap seperti ini, aku tidak ingin bercerai bahkan setelah anak ini lahir.


Itu hanya angan-angan nya saja, nyatanya Annchi tidak dapat mengatakan itu semua.


"Tidak, aku hanya sedikit mengantuk."


"Setelah ini kita ke kamar. Kau terlihat lelah apa Shuwan merepotkan mu?"


"Tidak, dia membantu banyak."


"Syukurlah."


......................


"Suami."


"Hmmmm."


"Apa rencana pernikahan mu dengan Juan dapat dibatalkan?"


Cao Chen menatap Annchi dengan tatapan yang tidak terbaca.


"Sebaiknya kau tidur, ini sudah malam. Aku akan keruang kerja, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan."


Cao Chen bangkit dari kasur Annchi memandangnya dengan tatapan nanar.


"Mari bercerai tidak perlu sampai anak ini lahir."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebenernya ini ada yang baca gak sih? Liat view-nya udh lumaian tapi like nya sepi banget:')