
"Chen ada apa? Kau tidak bersemangat hari ini apa telah terjadi sesuatu duperusahaan?"
Xiu Juan adalah wanita yang baik, dia juga cantik. Keduanya sudah menjalin hubungan sejak duduk dibangu universitas, walaupun memang ada saat-saat hubugannya merenggang tapi mereka saling mencintai.
Xiu Juan adalah wanita yang menemaninya sejak awal ia merintis karir. Dan Annchi.
Chen menghela nafasnya pelan sejauh ini ia belum mencintai Annchi, memang hubungan keduanya sudah semakin membaik tapi Annchi tidak seharunya meminta ia untuk membatalkan rencana pernikahan yang sudah disusun sejak lama bersama Juan.
Hubungan mereka tidak sedekat itu. Tidak sedekat itu.
"Chen, ada apa?"
"Tidak hanya memikirkan beberapa pembangunan yang harus segera diselesaikan."
"Kau tidak seharusnya bekerja keras seperti ini, kesehatanmu lebih penting jangan sampai sakit."
"Aku akan tidur disini malam ini."
"Bagaimana dengan Annchi?"
"Bibi Wen ada bersamanya."
......................
Waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam. Annchi masih belum tertidur, pikirannya jauh melayang mengkhawatirkan Cao Chen.
"Bisakah kau biarkan aku tidur dengan nyaman. Jangan buat aku begadang karena hubungan rumit kalian bertiga."
Annchi bermonolog kepada dirinya sendiri, ia yakin seratus persen bahwa perasaan yang selama ini selalu mengganggunya adalah milik si pemilik tubuh asli.
Ia selalu gelisah, takut dan ingin dicintai. Dikehidupan sebelumnya ia tidak pernah merasa seperti ini. Ini bukan dirinya.
"Aku mengantuk, tolong jangan pikirkan pria itu. Jika dia ingin pergi biarkan, kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik bersama orang yang mencintaimu."
Pemilik tubuh asli sudah sepenuhnya terikat kepada Cao Chen. Apa sebenarnya yang terjadi dimasa lalu?
'Kau dan ibumu sama aja. Sama-sama perusak. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan manusia seperti kalian berdua, anjing dirumahku jauh lebih berharga jika dibandingkan denganmu.'
'Bu aku ingin menjadi princess, ibu ratu dan paman Bao raja.'
'PLAK'
'Dasar perebut. ****** sialan, bagaimana bisa kau melakukan ini. kau butuh uang, ini ini, ini ambil semuanya. Dasar pelacur murahan.'
"Annchi, hey bangun ada apa? Annchi bangun itu hanya mimpi, ayo bangun."
Annchi membuka matanya, sudut matanya sedikit basah. Jam sudah menunjukan pukul empat pagi hanya lewat beberapa jam dari waktunya tidurnya tadi.
"Chen?"
"Iya, ada apa? Kau mimpi buruk?"
"Ku pikir kau akan menginap ditempat Juan."
"Aku, emmm., Ada beberapa berkas yang mengharuskanku untuk kembali."
Kilas Balik
"Chen kau tidak tidur? Ini sudah malam."
"Ahh maaf. Apa aku menganggu mu?"
"Tidak. Kau tidak bisa tidur? Ingin kembali?"
Xiu Juan menatap lamat-lamat wajah kekasih hatinya itu.
"Pulanglah Chen, tak apa aku baik-baik saja."
"Maaf, tapi aku~~"
"Chen kau bisa kembali jika aku mau, Annchi lebih membutuhkanmu. Dia sedang mengandung, aku tidak."
"Terimakasih, sekali lagi maafkan aku. Aku mencintaimu."
Cao Chen memberi ciuman dalam di kening Juan. Ia merasa bersyukur karena mendapatkan wanita sebaik Xiu Juan.
Kilas Balik Stop
"Apa kau akan pergi lagi?"
"Tidak, kembalilah tidur aku temani."
"Terimakasih."
Cao Chen menyibukkan dirinya dengan beberapa pekerjaan yang sebenarnya sudah ia cek berkali-kali. Ia merasa canggung berdekatan dengan Annchi.
"Kau tidak tidur? Ini sudah larut kau harus istirahat."
Wanita ini. Kenapa seolah-olah ingin selalu terikat dengannya?
"Kembalilah tidur, aku akan tidur setelah kau terlelap."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Happy reading 💗