Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 6



"Biar aku antar."


"Tidak, kau harus menjaga Annchi. Tetaplah dirumah."


Annchi menatap nanar wanita yang menjadi kekasih suaminya itu. Bagaimana wanita itu bisa tetap bersikap ramah pada wanita yang telah menikahi kekasihnya.


Ini memang salahnya, tapi ia juga tidak ingin semua ini terjadi.


Jika saja Annchi yang berada pada posisi Xiu Juan, sudah sangat jelas ia akan kecewa dan mungkin ia akan melakukan pengakuan besar pada dunia bahwa kekasihnya telah direnggut.


Cao Chen adalah putra tertua keluarga Zhang. Ia seorang CEO dari perusahaan yang dibangun dengan kerja kerasnya sendiri.


Ia menduduki peringkat kedua orang terkaya, berada dibawah Tuan Zhang Baojia. Ayahnya.


Akhir-akhir ini hubungannya dengan sang ayah menjadi sangat buruk. Dan penyebabnya tak lain adalah Annchi.


"Jaga Annchi, aku pulang. Selamat malam."


Annchi mengalihkan pandangannya, kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu sedang berciuman.


"Seharusnya aku tidak berada disini, apa yang telah aku lakukan." Annchi menghela nafas pelan.


......................


Tujuh bulan. Tepat tujuh bulan ia menempati tubuh yang sedang mengandung ini.


Annchi merasa hubungannya dengan Cao Chen semakin membaik, walaupun tidak seperti pasangan menikah pada umumnya. Tapi ini keduanya sudah terlibat dalam percakapan yang cukup panjang.


Annchi menatap wajah teduh milik Cao Chen.


"Bahkan saat tidur seperti ini kau terlihat sangat tampan.


Kadang rasanya kau begitu dekat hingga bisa ku gapai hatimu. Meski hanya seolah-olah saja. Tapi jika aku melakukannya, berusaha menggapai hatimu, kau akan mulai menjauh dariku.


Sepertinya cintaku padamu ini hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Cinta yang keindahannya hanya bisa kurasakan sendirian.


Jika nanti pada akhirnya aku menyerah pada rasa ini. Bolehkah aku memohon sesuatu padamu? Demi sesuatu yang kita lakukan bersama, demi segala kebersamaan yang pernah kita jalani. Meski bagimu aku bukan siapa-siapa.


Pada akhirnya, akulah yang mengatakan bahwa aku mencintaimu. Maaf karena aku mencintaimu.


Biarkan aku mencintaimu, karena dengan begitu hatimu tak merasa dingin dan sepi.


Aku ingin mencintaimu dengan caraku yang sederhana."


"Selamat malam, aku mencintaimu."


Annchi merebahkan tubuhnya, matanya mulai terpejam.


Cao Chen membuka matanya perlahan, Ia sudah bangun sejak merasakan sentuhan pada ujung hidungnya, tapi ia tetap pura-pura tertidur.


"Aku membuatmu merasa lelah, membuatmu hidup dalam airmata, hatiku merasa menyesal karenanya. Maaf Annchi, mungkin dikehidupan setelahnya kau akan mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Dia yang bisa mencintaimu dengan hatinya."


......................


"Aku? Kenapa harus aku?"


Annchi menatap sebal pada gadis muda dihadapannya, ia yakin gadis ini hanya lebih tua beberapa tahun darinya.


"Kau berani menjawabku?!"


Sial. Bahkan dikehidupan sebelumnya, ibu selalu melarangnya untuk melakukan pekerjaan rumah. Walaupun kehidupannya jauh dari kata mewah, tapi ia selalu mendapatkan cinta.


"Tidak, aku sedang hamil dan wanita hamil tidak boleh melakukan pekerjaan rumah."


"Kau, aishh... Buu, ibuuu."


Annchi menatap punggung Yizhen yang ia ketahui bahwa wanita itu adalah saudara , perempuan pertama Cao Chen.


"Dasar manja. Bagaimana cara keluarga kaya mendidik anak-anaknya, mencuci baju saja masih harus menyusahkan orang lain."


"Annchi."


Annchi berbalik melihat orang yang menyebut namanya.


"Ayah mertua."


"Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik."


Menangkap arti tatapan dari pria paruh baya dihadapannya Annchi semakin yakin bahwa pemilik tubuh asli dan pria yang sekarang menjadi mertuanya, dimasa lalu sempat memiliki hubungan.


Entah hubungan macam apa itu, Annchi tidak yakin dengan jawabannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai Hai Hai


Saya mau kasih info nih


Cerita ini tuh masuknya kategori shirt story' ya, jadi mungkin chapternya gak akan banyak.


Tapi tergantung gimana nanti juga sih, kalau emang mau saya tambah chapter, ya saya tambah. Tapi kalau saya rasa itu cukup buat end ya saya end.


Makasihhh


bye bye 👋🏻


Happy reading 💗