Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 5



"Suami? Ada apa?"


Bukan jawaban yang diberikan oleh Cao Chen, melainkan sebuah kecupan. Kecupan selamat pagi. Mungkin.


"Suami~."


Cao Chen ******* pelan bibir merah milik Annchi. Entah sihir apa yang membuatnya tidak sadar, sampai ia melakukan hal ini.


Annchi yang terbawa suasana dengan keadaan linglung mengaitkan kedua lengannya dibelakang tengkuk leher jengjang milik Cao Chen.


"Maaf tuan, sarapan pagi sudah siap."


Suara bibi Wen menginterupsi keduanya untuk mengakhiri ciuman pagi yang panas.


Pipi Annchi merona sepenuhnya, ia gugup. Malu. Ini adalah ciuman pagi pertama setelah sekian lama mereka menikah.


Dimeja makan hanya ada keheningan diantara keduanya. Kecanggungan terasa oleh keduanya.


Cao Chen merutuki dirinya sendiri atas tindakannya mencium Annchi.


"Selamat pagi."


Cao Chen dan Annchi menoleh, melihat siapa yang datang.


"Ibu?"


Annchi berdiri dari tempatnya. Ibu? Bukankah itu artinya bahwa wanita yang tengah berdiri dihadapannya ini adalah ibu mertuanya?


"Duduk bu. Bibi Wen tolong bawakan piring untuk ibu."


"Ibu sudah mempersiapkan undangan pertunangan mu dengan Xiu."


Tunggu, pertunangan? Apa ia tidak salah dengar?


"Aku percayakan semuanya padamu bu."


Cao Chen sudah tahu perihal ini? Apa memang ia yang merencanakannya?


Ada apa denganku? Kenapa sakit sekali?


Annchi tersenyum menatap ibu mertua yang sepertinya tidak bersahabat dengannya. Tatapan mata itu mengisyaratkan kebencian.


"Ayo makan bu."


"Tidak, aku tidak ingin~."


"Annchi."


Annchi mengerti. Itu perintah. Ibu mertuanya tidak ingin sarapan bersama dengannya. Annchi membawa piringnya, pergi menuju dapur.


"Nyonya."


"Bibi Wen, apa aku bisa sarapan disini?"


"Tentu nyonya, silahkan."


"Terimakasih."


Annchi makan dengan diam, pikirannya berkelana entah kemana. Pertunangan. Kebencian. Dan, ciuman pagi tadi membuatnya sulit untuk fokus pada satu pemikiran.


"Bibi Wen."


"Iya?"


"Kenapa semua keluarga membenciku?"


"Sudahlah lupakan."


"Maaf nyonya, tapi saya hanya seorang pembantu. Dan sudah menjadi aturan baik disini dan dirumah utama. Pembantu tidak perlu ikut serta dalam urusan atasan."


"Ya aku mengerti."


......................


"Makan yang banyak. Lihat badanmu kurus begini."


Bao Yu menatap ibu-ibu paruh baya yang sedang mengomel dihadapannya.


Di dunia sebelumnya ia hanya memiliki Bibi disampingnya. Dan di dunia yang entah dimana ini, dia memiliki keluarga yang lengkap, utuh dan penuh cinta.


"Bu~."


"Hmmm."


"Aku mencintaimu."


"Katakan kau butuh apa? Biar ayahmu yang membelinya. Kau harus istirahat total, tidak keluar tidak belajar. Diam dan istirahat."


Bao Yu menangis mendengarnya. Perhatian, cinta dan kasih sayang yang selama ini ia rindukan sekarang ia mendapatkannya.


"Ada apa? Apa sakit? Dimana? Ayo kita kerumah sakit. Tunggu ibu panggilkan ayahmu dulu."


Bao Yu menahan lengan ibunya yang hendak berdiri. Menggeleng pelan seraya tersenyum.


"Tidak bu, aku baik-baik saja."


"Katakan jika ada yang sakit."


Bao Yu mengangguk. Entah raga siapa ini, ia harap pemilik asli tubuh ini mendapatkan kehidupan yang bahagia sama sepertinya.


......................


"Selamat malam. Aku membawakan sesuatu untukmu. Ini oleh-oleh dari ibuku."


Annchi menatap dalam wanita cantik dihadapannya. Dialah Xiu Juan. Wanita yang dicintai oleh suaminya.


Annchi ingin membenci wanita ini, tapi ia tahu disini dirinya yang menjadi orang ketiga.


"Terimakasih."


"Tidak perlu sungkan, semoga kau suka."


Baik, cantik, dan kaya. Sangat cocok dengan Cao Chen.


"Aku permisi keatas, nikmati malam mu."


Tidak aku tidak boleh cemburu. Ini salah, jangan Annchi. Cukup. Biarkan mereka bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Hai Hai Hai


balik lagi nihhh,


Masih ada yang baca gak si? Kalau ada tinggalin jejak dong biar tambah semangat nulisnya.


bye bye 👋🏻


happy reading 💗**