
"Apa masih tidak nyaman? Apa kita perlu memanggil dokter?"
Rasa khawatir terdengar pekat menguar dari kata-katanya, Annchi mengeratkan giginya. Ia tidak bisa mengelak lagi, dengan perlahan Annchi mengangkat pandangannya.
Matanya memerah. Pria tinggi dihadapannya berdiri dengan kokoh. Bentuk wajahnya yang tegas memberikan kesan tersendiri, lengannya yang jelas memiliki otot terulur menyentuh pipinya.
Chen berjongkok, mengsejajarkan tingginya dengan Annchi yang sedang duduk.
"Annchi."
Annchi bersandar di dadanya yang berotot kokoh, menghirup aroma maskulin yang membius, menetralkan kecamuk dalam hatinya.
Cinta datang secepat gelombang. Annchi tak berdaya.
"Suami."
Chen terpaku mendengar suara Annchi yang bergetar. Ia memandang Annchi dengan tatapan khawatir.
"Hey ada apa? Apa sakit? Dimana, katakan padaku."
Annchi melepaskan pegangan tangan Chen pada lengannya. Dia bertanya pada dirinya sendiri.
"Aku ingin pulang."
"Pulang? Ini rumahmu, rumah kita."
Annchi menggeleng.
"Aku ingin pulang."
....
Membuka matanya perlahan, Bao Yu merasakan ujung matanya yang basah. Ia menangis.
Perasaan sesak di dadanya mengontrol seluruh emosi dalam jiwanya. Perasaan siapa itu? Kenapa ia menangis?
....
Chen bangkit dengan Annchi dalam pelukannya, wanita itu tertidur dengan nyaman setelah seharian menangis. Chen meletakannya ditempat tidur, lalu menyelimutinya dan mencium keningnya.
"Pria ini lagi-lagi mengecewakanmu. Maaf, tapi aku jamin kau akan tetap bersamaku."
Chen kembali mencium kening Annchi dengan lembut dan lama. Ia telah terikat sepenuhnya dengan wanita yang tengah mengandung buah hatinya ini.
Chen menatap lamat-lamat wajah istrinya, cantik dan sangat cantik. Ia salah karena sempat berlaku tidak baik pada wanita ini.
Chen kembali mengingat awal-awal ia berkenalan dengan Annchi, bagaimana menggebu-gebunya ia pada saat itu. Yang terpaut dalam hati dan pikirannya hanya dendam dan balaskan kesakitan ibu.
Ia ingat bagaimana wanita ini menyambutnya dengan hangat pada perkenalan pertama. Dan ia ingat bagaimana ia tatapan wanita ini saat dirinya menorehkan luka pertama.
Chen salah, sangat salah.
....
Ia terluka saat melihat tatapan penuh damba dari wanita lain untuk suaminya. Ia terluka saat melihat wanita itu menatap suaminya dengan penuh cinta. Ia terluka saat., Saat ia melihat suaminya menatapnya dengan penuh cinta.
Pernah dengar seseorang mengatakan :
Jangan pernah menorehkan luka baru, saat luka lama mu belum sembuh sepenuhnya.
Ekspetasi Annchi mengalahkan segalanya. Harapan dan cintanya tidak semulus angan-angannya.
Tiga puluh hari bersama Cao Chen, ia habiskan hampir 100% setiap detiknya dengan menorehkan luka baru.
Luka lama semakin mengangga, sulit untuk disembuhkan. Masih basah dan Annchi kembali menggoresnya dengan angan yang tidak pasti.
Apa kau dengar isi hatiku?
Apa kau lihat air mataku?
Di dunia ini, yang aku butuhkan
Hanyalah kamu seorang
Kenapa kau terus pergi dariku?
Kenapa kau terus menjauh dariku?
Tetaplah di sisiku, peganglah tanganku
Aku mencintaimu
Kau membuat aku gila
Aku menangis karena kamu
Kau begitu dekat Tapi jika ku
mendekat, kau menjauh pergi.
^^^Crazy Of You^^^
Jatuh cinta sendiri adalah bagian paling menyakitkan dalam potongan klip kehidupan.
Annchi akan pergi, ia harus pergi. Ini bukan dunianya, dan Chen bukan miliknya.
"Bersama atau tidak, kau akan tetap menjadi bagian terbaik dalam hidupku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngebut ngebut, mungkin beberapa hari gak akan nongol lagi. Bye bye 👋🏻
Happy reading 💗