Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 7



Disclaimer


Cerita ini mungkin akan terkesan kaya di loncat-loncat di setiap chapternya.


Saya sedari awal emang udah siapin alur yang begini.


Jadi antara satu chapter dengan chapter lainnya itu akan beda.


Nah kan di chapter sebelumnya, kita stop di adegan Annchi yang ketemu sama ayahnya Cao Chen. Di chapter ini saya gak akan ngambil adegan terakhir itu, tapi saya akan loncat ke adegan berikutnya.


Simpelnya ini tuh novel yang gak akan se teliti itu nyerita in kehidupan tokoh-tokohnya.


Bye bye


Happy reading 💗


......................


"Lihat kakak ipar, ini akan lucu jika dikenakan oleh bǎobèi kita." Shuwan dengan semangat menunjukan stelan pakaian warna biru dengan motif boneka yang lucu kepada Annchi.


"Lihat ini juga. Tidak sabar rasanya menunggu bǎobèi kita lahir, aku yakin gē gē juga sama excitednya seperti kita."


"Aku juga tidak sabar." Annchi mengusap pelan bagian perutnya. Tinggal beberapa bulan lagi, dan bayi kecil itu akan segera keluar dari tubuhnya.


Dikehidupan sebelumnya dia hanya seorang pelajar SMA, dan dikehidupannya saat ini ia adalah seorang wanita hamil.


Agak sulit pada awalnya menyesuaikan diri dengan tubuh wanita hamil. Bagaimana menderitanya ia pada trimester pertama kehamilan, bagaimana reportnya ia pada trimester kedua yang dimana saat saat itu adalah masa ia menginginkan segala sesuatu.


Cao Chen hadir menemaninya pada akhir trimester ketiga, Annchi cukup bersyukur dengan itu. Karena segala yang ia inginkan akan terpenuhi.


Terkadang tengah malam ia akan menangis, merindukan kehidupannya yang dulu. Ia rindu bagaimana hangatnya suasana rumah kecil miliknya dan keluarganya. Ia rindu suara merdu ibunya ketika ia telat bangun untuk sekolah. Ia rindu segalanya.


Dikehidupannya yang sekarang, ia hanya memiliki satu keluarga inti. Bibi Fang Hua. Satu-satunya keluarga yang ia miliki. Dikehidupan sosial yang keras, Annchi sangat bersyukur karena memiliki Bibi Fang Hua sebagai keluarganya.


Ia selalu mendukungnya, ia yang mendorongnya untuk tetap menjadi kuat dan kuat.


Belaian hangat keibuan, menjadi obat pelipur lara paling mujarab perihal kerinduan.


Hari ini adalah hari pertunangan Cao Chen dan Xiu Juan. Rumah utama ramai oleh tamu undangan.


Shuwan sengaja mengajak Annchi berbelanja, hanya ini yang dapat ia lakukan.


"Kakak ipar aku lapar. Kita makan dulu, lihat disana ada kedai makanan. Aku dan teman-temanku sudah sering makan disana, aku jamin kakak ipar pasti suka."


Annchi hanya mengangguk setuju. Ia tahu bahwa adik iparnya yang satu ini sedang berusaha menghiburnya.


Kini keduanya duduk berhadapan dengan berbagai deret makanan di hadapannya.


"Shuwan. Bolehkah aku bertanya?"


"Tentu apa yang ingin kakak ipar tanyakan?"


"Sebenarnya apa yang terjadi antara aku dengan gōng gong? Maaf tapi aku sedikit kehilangan memori ingatanku."


"Pó po terlihat sangat tidak menyukaiku, seluruh keluarga Zhang terlihat tidak menyukaiku. Sebenarnya kenapa? Apa yang telah aku lakukan?"


"Kakak ipar, itu... Aku..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Note:


✓宝贝 (bǎobèi)


Jika diterjemahkan ke Bahasa Inggris, 宝贝 (bǎobèi) artinya baby. Namun secara harfiah, 宝贝 (bǎobèi) artinya adalah benda berharga. Penutur Mandarin lebih sering menggunakannya untuk memanggil anak kecil ketimbang pasangan karena terkesan berlebihan.


Walau terdengar berlebihan, penutur Mandarin masih ada lho yang menggunakan panggilan ini. Tapi, lebih sering laki-laki yang menggunakan panggilan ini. Seperti seorang suami memanggil istrinya, 宝贝老婆 (bǎobèi lǎopó) yang artinya sayang.


✓Abang 哥哥 gē gē


✓婆婆 (pó po) berarti ibu mertua, tetapi ibu mertua dari pihak suami. Sederhananya 婆婆 (pó po) adalah ibunya suami.


^^^Source Google^^^