Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 26



Xia dibawa ke kota untuk bersekolah ditaman kanak-kanak, didesa tempat tinggalnya hanya ada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.


Satu bulan pertama semuanya berjalan dengan lancar, namun setelahnya si kecil Xia mulai mendapat gangguan dari teman-temannya.


Annchi cuti setengah hari untuk pergi ke taman kanak-kanak, karena bibi Han meneleponnya dan mengatakan bahwa Xia sedang dalam masalah.


Annchi melihat sudut mata Xia yang sedikit lebih besar dan memerah. Melihat ini, Annchi merasakan hatinya sakit.


Melihat ibunya, Xia menangis dan berlari masuk ke dalam perlukan Annchi.


Orang tua dari teman Xia yang berkelahi dengannya, berbicara pada Annchi dengan suara yang tinggi. Annchi tidak memperhatikan wanita itu. Dia bertanya pada Xia dengan suara lembut.


"Dia bilang aku tidak punya papa."


Guru juga turut menjelaskan situasi yang sebenarnya. Faktanya anak itulah yang memperovokasi lebih dulu. Karena dia terus mengatakan hal buruk bahwa Xia tidak mempunyai ayah, Xia marah dan bertengkar dengannya.


Ibu dari anak itu terus membentak Annchi dan Xia dengan kata-kata yang tidak pantas. Guru sudah berusaha menenangkan namun wanita bar-bar itu terus membentak tanpa menghiraukan sekitar yang menonton.


Annchi menempatkan Xia di belakangnya, dengan tenang menghadapi orang tua dari anak perempuan itu.


Mereka masih bersikeras bahwa Xia yang bersalah dan malah meminta Annchi dan Xia meminta maaf.


"Aku sudah memanggil polisi, silahkan siapkan pengacara mu Nyonya!."


Semua orang melihat kearah sumber suara.


"Zhang Chen."


Ayah dari anak perempuan kecil itu terkejut melihat kedatangan pembisnis sukses sekaligus pewaris kekayaan keluarga Zhang.


"Aku mendengar bahwa putriku harus meminta maaf?"


"Ti..ti..tidak tuan."


"Aku mendengar suara yang cukup bising tadi membentak putriku."


"Maafkan istri saya tuan, kami tidak tahu bahwa nona Xia adalah putrimu."


"Lantas jika dia bukan putriku apa yang akan kalian berdua lakukan?"


Kedua orang tua itu diam, menunduk. Ini ancaman besar, bisa-bisa dia akan kehilangan pekerjaannya.


"Ayo minta maaf." Pria itua itu menyenggol pelan lengen sang istri seraya berbisik.


"Maafkan saya tuan Chen."


Xia berlari kecil menghampiri Chen, Chen membawanya kedalam gendongannya.


"Minta maaf kepada putriku."


"Maafkan saya nona."


Xia diam, menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Chen. Gadis kecil itu masih takut, hal itu terbukti dari tubuhnya yang masih sedikit gemetar.


"Kau membuat putriku takut." Chen menghela nafas pelan, tangannya terulur untuk mengusap pelan punggung sang anak.


"Pergilah, aku tidak akan memecatmu tapi lain kali didik putri mu agar tidak menganggu anak lain."


"Terimakasih tuan."


Mereka segera pergi kegerbang sekolah dengan rasa takut dan marah yang menjadi satu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiii...


Gimana puasanya lancar?


Alhamdulilah banget masih bisa ketemu sama bulan ramadhan tahun ini.


Tapi entah kenapa vibes ramadhan tahun ini beda banget sama tahun-tahun sebelumnya.


Semenjak ada covid, segala hal kerasa banget bedanya. Hari raya yang tadinya rame, kumpul-kumpul sekarang jadi sepi banget, walapun ya bisa dibilang udah gada tuh si covid tapi dampaknya berlanjut sampe sekarang.


Kangen banget vibes ramadhan tahun 2019, 2018 kesana, rame, happy, tiap mlm banyak anak-anak kecil yang main, ya walaupun berisik. Tapi ternyata hal seperti itu yang bikin ramadhan itu kerasa lebih spesial. Dimana kita tuh selalu ngerasa aman, lebih nyaman buat main sama teman, sampe malam pun di jabanin.


But now all that is gone. Gak tau emang cuma saya aja mungkin yang ngerasa begitu. Kerasanya beda banget,, jadi sampe kaya "...this is of ramadhan right?..."


Ya namanya hidup, pasti selalu ada perubahan. Saya harap kedepannya akan lebih baik lagi, kenangan ramadhan tahun-tahun dulu semoga bisa ke ulang lagi.


Stay happy, stay healthy


Disini kita banyak banget kehilangan orang tercinta,. Semoga kalian gak ngalamin hal serupa. Jaga kesehatan diri, keluarga dan orang-orang sekitar. Jadi manusia sehat, di dunia ini banyak banget yang sayang sama kalian, yang mungkin kalian gak tau itu. Hargai diri kalian sendiri, hargai kesehatan kalian, karena kesehatan itu mahal banget.


Aduh udh ngalor ngidul ini ngomongnya, dah ya dadahhhhhh👋🏼👋🏼👋🏼


Happy reading 💗