
Bao Yu membuka matanya perlahan, siluet cahaya lampu memasuki pupil matanya secara samar.
"Kakak ipar."
Tunggu, kakak ipar? Siapa mereka? Bao Yu membuka mata sepenuhnya, dia dimana? Dan siapa orang-orang yang saat ini sedang menatapnya itu.
"Tunggu aku panggilkan dokter."
Bao Yu mengedipkan matanya berulang untuk menghilangkan sedikit rasa pusing di kepalanya.
Bao Yu duduk, matanya mencuri pandang seorang pria yang saat ini tengah berbicara dengan dokter.
Tampan. Pikirnya.
Setelah dokter itu pergi, pria yang sudah sejak lama Bao Yu perhatikan perlahan berjalan kearahnya.
"Kemasi pakaian mu kita pulang hari ini." Ujarnya begitu dingin.
Siapa pria ini? Sebenarnya ia dimana? Apakah dirinya sempat ada masalah dengan pria ini? Atau jangan-jangan pria ini yang menabraknya waktu itu.
Bao Yu turun dari ranjang dan mengemasi pakaiannya dibantu oleh seorang gadis cantik yang ia perkirakan pasti masih seumuran dengannya.
"Terimakasih." Ujar Bao Yu.
"Tidak perlu sungkan, kakak ipar." Ujar gadis itu seraya tersenyum.
Bao Yu tidak salah dengarkan? Kakak ipar? Hey dia masih anak SMA bagaimana bisa, kakak ipar?
"Kakak ipar?" Beo Bao Yu ragu.
"Ada apa? Apa kau melupakan sesuatu?" Tanya gadis itu.
Bao Yu menggeleng.
Bao Yu menatap takjub bangunan mewah di depan matanya. Sebenarnya dia dimana? Apakah ini istana? Begitu mewah dan elegan.
Bao Yu menatap punggung kekar pria yang berjalan di depannya, kenapa sikapnya dingin sekali. Entahlah, mungkin pria itu marah karena Bao Yu telah membuat mobilnya lecet karena menabraknya. Pikir Bao Yu.
"Aku pulang dulu, ibu sudah menelepon. Jangan lupa istirahat dan jaga keponakanku kakak ipar." Gadis itu berlalu setelah mencium pipi Bao Yu.
Masuk kedalam rumah, Bao Yu disambut dengan ornamen-ornamen mewah yang menyilaukan mata.
Saat sedang melihat-lihat bagian dari ruangan tempatnya berdiri tanpa sengaja matanya menangkap sebuah figura foto berukuran besar terpajang di ruang itu.
Foto pernikahan? Bao Yu semakin bingung dibuatnya, terlebih lagi pria yang berada di foto itu adalah pria yang sejak beberapa jam lalu ia curi-curi pandang.
Apa maksudnya ini? Apa pria itu akan menikahinya dan menjadikannya istri kedua? Tidak. Bao Yu tidak mau. Walaupun sebenarnya pria itu sangat tampan, tapi tetap tidak.
"Kau akan tetap berdiri?" Ujarnya. Nada suaranya masih terdengar begitu dingin dan asing bagi Bao Yu.
Bao Yu menelaah arti perkataan tersebut, apa itu maksudnya dia menyuruhnya untuk duduk? Bao Yu berpikir sebentar. Baiklah dia akan duduk.
"Karena sekarang kau sedang mengandung anak ku akan ku tanggat waktu perceraian kita. Setelah dia lahir aku akan langsung mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan."
Perceraian? Bukan kah itu berlaku bagi pasangan suami istri? Dan mengandung? Mana mungkin, Bao Yu bahkan tidak pernah memiliki kekasih sebelumnya.
"Tunggu cerai? Mengandung? Apa maksudmu?"
Pria di hadapan Bao Yu menatap dirinya dengan tatapan aneh dan meremehkan.
Dasar ****** kecil, trik apa lagi yang dia mainkan.
Tatapan mengintimidasi dari pria tampan di depannya membuat Bao Yu merasa disudutkan. Ia menundukkan kepalanya, meremas pelan gaun bunga selututnya.
Ehh gaun?
Bao Yu tersadar akan sesuatu, ia dengan segera mengangkat kembali pandangannya dan melihat kaca lemari besar di depannya.
Siapa wanita ini? Apa aku berpindah? Tidak, itu hanya ada di novel-novel saja. Tidak mungkin. Tapi__
Bao Yu menatap foto pernikahan di sampingnya, wanita ini adalah mempelai yang ada difoto itu.
Bao Yu menyusun puzzle-puzzle urutan peristiwa sejak pertama ia sadar dan terbangun dirumah sakit.
*Aku bertransmigrasi? Tidak, ibu aku ingin pulangg!!.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
***Hai Hai Hai
Kita start dulu, moga ada yg mampir.
Krisan nya ditunggu lohh.
Btw saya noob bngt klo masalah bikin cerita kek gini. Tapi ya coba-coba aja siapa tau ada yang tertarik dan minat buat baca.
dadahhhhhh
see u😚
Happy reading💗***