Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 16



Anda memberi saya cinta yang saya tidak pernah ingin kehilangan dalam hidup saya


Setiap pesan darimu adalah detak jantung


Aku ingin memelukmu setiap detik


Kamu yang paling lucu di dunia


Kamu adalah cinta yang tidak ingin aku hilangkan dalam hidupku


Meski nafasmu jauh dari seribu gunung


Tolong percaya pada cinta yang kuberikan


Sepadan dengan cintamu


^^^'Unbreakable Love' ^^^


....


Annchi memutar lagu secara berulang, tetap sama semua yang ada di dunianya yang sekarang masih sama. Tapi kenapa dia tidak pernah bertemu dengan dirinya sendiri?


Dibagian dunia mana sebenarnya dirinya berada? Apa ia bertransmigrasi sejauh itu?


Sambil memikirkannya Annchi tiba-tiba menyadari bahwa ada orang lain disampingnya, dia mendengar seseorang berbicara padanya.


Annchi melihat kanan kiri. Tidak ada. Suara siapa itu? Annchi berjuang dengan kesadarannya, apakah ia berhalusinasi?


"Nyonya."


Annchi merasa seseorang menyentuh pundaknya. Dia perlahan tersadar, dan melihat Ling Zhi berdiri disana.


"Ada apa?"


"Apa nyonya sedang memikirkan sesuatu?"


"Tidak, tidak perlu khawatir aku baik-baik saja."


"Apa nyonya ingin berjalan-jalan sebentar?"


"Ide yang bagus."


....


Setelah kelas usai pada sore hari, langit tampak lebih gelap karena matahari tertutup rapat oleh awan.


Air hujan perlahan turun, bumi yang gersang sirna sudah diganti dengan sejuknya hujan. Bao Yu bergegas lari menuju halte untuk menunggu bus.


Bao Yu merasakan sebuah baju hangat membalut tubuhnya, ia melihat Diwei yang berdiri disampingnya dengan bibir yang tersenyum.


"Hujan semakin deras kau harus menjaga pakaian mu untuk tetap kering."


Bao Yu tersenyum menatap Diwei yang juga masih melihatnya. "Terimakasih." Ujarnya.


Ia mengerti apa itu, ia tahu pria ini khawatir jika pakaiannya terkena hujan maka akan membentuk beberapa bagian tubuhnya.


"Apa kau baik-baik saja?"


Diwei terlihat bingung saat mendapati Bao Yu seperti sedang mencari sesuatu.


"Ahh? Ya, aku~~ emm aku baik."


Bao Yu melihat kesekitar, hanya ada dia Diwei dan beberapa siswi lain yang sedang asik mengobrol, lalu tadi suara siapa?


Ia dengan jelas mendengar seseorang berbicara padanya, tapi dimana orang itu. Apa ini hanya imajinasinya saja?


"Lihat, ayo kita pulang sudah hampir larut."


Bao Yu melihat arah yang ditunjuk Diwei, ada sebuah bus datang.


Dia harus segera pulang, sepertinya dia terlalu lelah hari ini.


....


"Apa kau merasa lebih baik sekarang?"


Chen menatap khawatir wanita yang tengah terbaring di hadapannya.


"Hampir sepenuhnya lebih baik."


"Aku mencoba menghubungimu tapi kau tidak menjawabnya. Lihatlah dirimu sekarang, terbaring lemah dirumah sakit. Hanya kau dan aku."


"Maaf."


"Kau sahabatku, apa hanya aku yang menganggapnya begitu?"


"Fang tidak aku hanya tidak ingin merepotkan mu, atau siapapun."


"Aku memaafkan mu kali ini, tapi tidak untuk yang kedua, aku ingin kau datang padaku jika kau butuh aku. Jangan pernah menganggap dirimu sendiri. Aku disini."


"Terima kasih Feng, kau memang sahabatku, emm tidak lebih tepatnya kau adalah saudariku."


"Kita sudah lama berteman jangan membuat aku merasa tidak berguna Juan."


"Maaf dan terima kasih lagi. Apakah ibu tahu aku dirawat?"


"Tidak, bibi tidak tau. Aku yakin kau tidak ingin membuatnya khawatir."


"Kau yang paling mengerti aku."


"Kembali sehat, mari kita berpesta setelahnya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Unbreakable Love lagunya Eric Chou, tapi saya lebih sering puter yang dicover sama Renjun & Xiaojun, enak banget sih lagunya. Dari segi instrumen sama vokalnya ngedukung banget.


Ehh btw udh pada denger belum lagunya?