Rebirth As A Pregnant Woman

Rebirth As A Pregnant Woman
Chapter 15



Cao Chen sedang berbaring dengan posisi miring, tinjunya menopang wajahnya, dia melihat Annchi yang sedang membaca buku tentang perkembangan anak.


Chen tersenyum nakal.


Tangannya terulur mengelus pelan perut Annchi yang sudah sangat membuncit.


Jantung Annchi berdetak lebih cepat, Chen memandang Annchi dengan intens.


"Kau harus menutup matamu, sudah malam." Chen meraih buku yang sedang dibaca oleh Annchi dan menutupnya.


Annchi berbaring, Chen memeluknya. Tangannya masih mengelus pelan memberikan sensasi yang nyaman bagi Annchi.


Dia sekarang pada tahap kehamilan yang tidak nyaman. Annchi meletakan tangannya diatas tangan Chen yang masih mengelus perutnya.


Annchi tidak bisa menahan senyumnya, di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang pelajar dan dikehidupannya yang sekarang ia adalah seorang istri dan seorang pria kaya.


Matanya perlahan tertutup pelan, nafasnya lebih teratur.


....


Juan melihat foto-fotonya saat bersama Cao Chen. Walaupun bukan cinta pertama Juan begitu mencintai Chen, keduanya sudah lama menjalin kasih.


Ia ingat betapa hancurnya dirinya saat mendapati fakta bahwa Chen akan menikah dengan wanita yang ia tidak kenal siapa dia.


Chen datang dan memeluknya, menjamin cinta baginya. Juan menatap lamat-lamat foto yang ia ambil beberapa tahun lalu.


Chen selalu menatapnya dengan penuh cinta, bahkan sampai sekarang tatapan itu tidak menghilang. Mungkin hanya sedikit pudar.


Menatap lamat-lamat cincin yang bertengger dengan nyaman dijari manisnya, Juan tersenyum sedih.


Apakah dia harus egois? Dia ingin Chen menjadi miliknya tapi ada wanita lain yang saat ini tengah mengandung yang mungkin juga mencintai kekasihnya.


Melepaskan Chen adalah hal yang tidak pernah ingin ia tulis pada bagian takdirnya. Ia ingin mengukir kisah bahagia bersama dengan kekasih hatinya.


"Tatapan itu perlahan menghilang."


Ini adalah kali kedua ia menangis karena Chen. Rasa cinta yang ia miliki terlalu besar, dan itu menjadi boomerang baginya. Ia tersakiti karena cintanya sendiri.


....


Puluhan kios makanan berjejer rapih, Annchi menatap kesekitar, kios dengan berbagai macam makanan membuat air liurnya menetes.


"Ingin sesuatu?"


Annchi mengangguk dengan bersemangat. Chen yang melihatnya tersenyum. Mereka terus berjalan. Annchi menunjuk kios makanan laut.


"Terima kasih."


Annchi menatap cumi utuh ditangannya. Bumbunya merah menyala, saus pedas menutupi keseluruhan bagian cumi itu. Annchi menggigitnya, enak.


Chen berjalan dengan satu tangan berada pada pinggang Annchi dan tangan lainnya menenteng berbagai tas kecil dengan isian makanan.


Pria itu menatap wajah wanita yang lebih pendek darinya dengan bibir tersenyum. Sial, sepertinya dia semakin terikat dengan wanita ini.


Tapi bagaimana dengan cintanya yang lain?


Chen menghela nafasnya pelan, ia harus memilih satu diantara keduanya. Tapi siapa? Apakah ia harus memilih cintanya tapi bagaimana dengan Annchi?


Chen kembali melihat Annchi yang sekarang berjalan lebih dulu darinya. Lucu. Apakah ia harus tetap bersama Annchi dan meninggalkan cintanya?


Apakah perasaan ini masih sama? Apakah ini benar cinta? Atau hanya rasa nyaman karena sudah lama bersama?


Chen memejamkan matanya sekilas, bayangan wajah Xiu Juan yang tersenyum membayangi dirinya. Apakah ia akan tega jika harus meninggalkan wanita itu?


Tapi., Chen bimbang dengan hatinya. Ingin bertahan tapi bersama siapa?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ini novel gada jadwal pasti buat up ya, jadi kapan ada waktu luang saya usahakan buat nulis.


Makasih buat yang masih baca dan yang lagi baca, sehat sehat semuanya bye bye👋🏻


Happy reading 💗