
Ariel membisikkan sesuatu pada Marcus, Marcus pun mendengarkan dengan seksama. Matanya kemudian membola seakan tidak percaya.
“Ah, pantas saja aku merasa pernah melihatnya ternyata memang tidak asing,” ujar Marcus.
“Sekarang kau tahu, kan wanita itu siapa?” tanya Ariel.
“Akan tetapi mengapa ia menjadi merubah seleranya?” tanya Marcus penasaran.
“Mungkin karena sebuah penolakan yang sering ia terima,” jawab Ariel.
“Pantas saja selalu ditolak, dasar wanita kelas rendah!” cibir Marcus.
“Padahal dulu tidak seperti itu,” gumam Ariel pelan.
“Waktu bisa mengubah seseorang, Nak. Kau tahu itu dengan baik,” timpal Marcus.
“Iya kau memang benar, tapi tetap saja aku tidak menyangka,” ujar Ariel.
“Kapan terakhir kali kau bertemu?” tanya Marcus.
“Aku tidak ingat, entahlah tapi Sunny pernah pergi dengannya.”
Marcus masih memantau dari tempatnya, bisa ia lihat Kendrick sangat mesra dengan kekasih barunya, sebut saja begitu.
“Aku tidak tahu jika ayahnya Nona Sunny menyukai daun muda, ha-ha-ha...”
“Bolehkah aku meminta rekamannya, untuk ditunjukkan pada, Aunty?”
“Dan membuatnya sakit jantung, tidak terima kasih, aku tidak ingin terlibat?!”
Marcus membuat gestur seakan ingin muntah, ketika melihat keduanya sedang bermesraan.
“Gaya pacaran mereka seperti remaja labil, sungguh memuakkan,” komentar Marcus.
“Terlihat seperti Sugar Daddy dan Sugar Baby-nya,” timpal Ariel.
“Beliau memang Sugar Daddy, kan?”
“Kenapa Uncle bisa terpikat dengan Nenek Sihir itu, padahal dia bukanlah wanita yang menarik dari segi wajah juga tidak cantik,” gumam Ariel.
“Kau pernah mendengar jika seorang pria berselingkuh, pasti selingkuhannya lebih jelek dari pada istrinya, nah itu salah satu contohnya,” jelas Marcus.
“Dasar Cupu tak tahu diri, dulu ia pun tak memiliki teman saat masa sekolah, penampilannya yang sangat cupu dan rambut diikat ekor kuda, lengkap dengan kacamata tebalnya. Kau tahu siapa teman pertamanya?!” tanya Ariel dengan berapi-api, Marcus menggeleng.
“Yang menjadi teman pertamanya saat di sekolah itu Sunny!” pekik Ariel.
“Eh?” kaget Marcus.
Ariel masih merasa kesal melihat seseorang yang dianggapnya tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih itu.
Lama mereka memantau sampai akhirnya Kendrick dan kekasih gelapnya itu pergi dari restoran tersebut. Melihat mereka pergi Marcus pun buru-buru mengikuti Kendrick.
“Bolehkah aku ikut?” pinta Ariel.
“Ikuti mobilku kalau begitu,” jawab Marcus. Ariel hanya mengangguk dan bergegas mengikuti Marcus dari belakang.
Mereka mengikuti hingga ke apartemen dan mobil Kendrick pun berlalu setelah kekasih gelapnya turun dan masuk ke dalam apartemen tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Marcus mendatangi perusahaan untuk menemui Rain. Saat ia berada di lobi, secara tak sengaja ia bertemu dengan wanita yang dilihatnya semalam.
Dalam hati Marcus mendecih, ia merasa jijik dengan wanita tersebut.
“Hai Tampan, bisakah kita berkenalan?”
“Maaf, aku tidak tertarik dengan seorang bibi-bibi,” jawab Marcus kemudian pergi menaiki lift khusus yang biasa digunakan oleh Rain.
“Dasar lelaki kurang ajar, seenaknya saja dia mengataiku bibi-bibi?!” pekiknya kesal.
Sesampainya di lantai tempat ruangan Rain berada kedatangan Marcus sudah disambut Galaksi, “Masuklah, Rain sudah menanti hasil yang kau dapatkan!”
Pintu dibukakan oleh Galaksi dan Marcus masuk ke dalam ruangan Rain. Di sana terdapat Rain yang sedang memeriksa laporan yang dimintanya kemarin.
“Kau sangat hebat, Bung, apa kau tak mendengar suara pintu terbuka?” sindir Marcus.
“Apa yang kau dapat dari pengintaian kemarin?” tanya Rain to the point.
“Tidak bisakah aku minum dulu, Kak?”
“Ada di kulkas, kau bisa ambil di sana!”
“Mengenai hasil dari pengintaian, ini kameranya. Kau bisa menyalin videonya untuk kau simpan.” ujar Marcus sambil menyerahkan kamera tersembunyi, untuk mengintai Kendrick kemarin.
Rain menerimanya dan mulai memutar video tersebut. Awalnya ia tampak terkejut, tapi tak lama kemudian ia hanya mendecih dan menyeringai.
“Tak kusangka ia bisa terjerat dengan wanita menjijikan itu,” ucap Rain.
“Ya aku juga cukup terkejut, ternyata dia masih menyukai daun muda.”
“Baiklah. Kerja bagus, ini hasil kerja kerasmu!” ujar Rain sambil menunjukkan bukti transfer sejumlah uang dengan nominal yang tidak sedikit.
“Senang berbisnis denganmu, Kak,” ujar Marcus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sunny hanya berjalan-jalan mondar-mandir di sebuah ruangan, ia tak tahu akan melakukan apa. Niat hati ingin bersih-bersih, tetapi gagal sudah karena ada jasa cleaning service yang tiba-tiba datang.
“Aku penasaran seberapa kaya Andy?” gumam Sunny. Sungguh Sunny merasa bosan.
“Aku ingin memasak, ada bahan tidak ya?” gumamnya sambil beranjak menuju dapur.
Dia membuka sebuah kulkas dan beruntunglah ia menemukan bahan makanan yang lengkap.
“Sepertinya aku akan masak tonkatsu saja,” putus Sunny pada akhirnya.
Ia pun mulai mengolah bahan dan memasak di dapur, ya hanya ini yang bisa ia lakukan. Katanya ia tak boleh pulang sebelum keributan selesai, itu kata Triton.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di perusahaan Sullivan sedang terjadi masalah besar. Saham di perusahaan mereka menurun drastis, nasib perusahaan sedang berada di ujung tanduk saat ini.
“Sialan, kalian semua cari tahu akar permasalahan ini, bagaimana bisa saham perusahaan kita tiba-tiba turun drastis?!” teriak Kendrick murka.
“Baik Presdir!” ujar para karyawan.
Kendrick mengusap wajahnya kasar. Ia sangat tidak ingin bangkrut dan jatuh ke dalam jurang kemiskinan.
“Tidak-tidak, perusahaan ini pasti masih bisa diselamatkan, aku tidak ingin jatuh miskin. Aku harus mencari cara supaya perusahaan ini tidak bangkrut,” gumam Kendrick.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Rain sedang memandang langit seraya menyeringai bersama Galaksi. Mereka tengah berada di rooftop karena sedang merokok.
“Aku yakin pasti sedang terjadi keributan di sana saat ini,” ujar Rain.
“Pastinya, Pak Tua itu sedang kalang kabut mencari informasi terkait penurunan saham, mungkin sebentar lagi ia akan kemari untuk meminjam uang,” jawab Galaksi.
“Suruh Kak Angelo menyebarkan video pengintaian Marcus ke sosial media. Aku ingin melihat bagaimana reaksinya jika video itu tersebar, dan jangan lupa buatkan surat pemecatan untuk wanita rendahan itu!”
“Ada lagi?” tanya Galaksi.
“Besok kita akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan bahwa perusahaan Sullivan sudah tidak berada di bawah naungan Jonathan company!”
“Dasar calon menantu kejam,” ledek Galaksi.
“Ini semua balasan untuknya karena membuat Sunny menderita,” balas Rain.
“Hei Bung, kaulah yang membuatnya menderita, dari awal ini, kan salahmu,” sinis Galaksi.
“Setidaknya aku telah membantunya untuk bangkit, mulai dari mengurus restoran hingga pada akhirnya dia memilih jalannya sendiri untuk membuka butik. Bahkan sekarang butiknya itu sudah buka cabang di beberapa tempat,” jelas Rain.
“Misi penebusan yang berhasil, bukan?”
“Jika untuk membuatnya bangkit dari keterpurukan tentu misi itu bisa dikatakan sukses.”
“Jika soal perasaan?” tanya Galaksi.
“Aku masih bingung menjawab itu, tapi yang jelas Sunny lebih mencintai Andy dari pada Rain,” ucap Rain dengan raut wajah sendu.
TBC
Visualisasi
Apartemen
Tonkatsu