Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 17



Hari ini hari yang membahagiakan bagi keluarga Stevenson dan keluarga besar Jonathan, pasalnya Triton akan melepas masa lajangnya setelah sekian lama.


Galaksi, Marcus, dan Jupiter sudah siap di Gereja karena menjadi pendamping pengantin pria.


Saat ini Triton dan kawan-kawan sedang berada di ruang pengantin pria.


“Kau gugup?" tanya Galaksi dengan senyum geli.


“Sedikit, bagaimana jika aku salah mengucap janji di depan Pastur nanti?" khawatir Triton.


“Lalu apa gunanya kau mengikuti kursus pernikahan?" cibir Marcus.


“Walaupun aku mengikuti kursus pernikahan, tetap saja rasa gugup itu ada, Marcus," jawab Triton.


”Sudahlah jangan bertengkar," lerai Galaksi.


“By the way, di mana Rain, dia belum terlihat dari tadi?" tanya Jupiter.


“Manusia sombong itu, awas saja jika tidak datang, aku akan memotong habis kebanggaannya itu!" geram Triton.


Teman-teman yang mendengarnya hanya bisa meringis ngeri, mereka tiba-tiba merasa ngilu dan tangan mereka reflek memegang bagian selatan mereka masing-masing.


Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba, Rain masuk ruangan pengantin pria tanpa permisi.


“Lihat siapa yang melupakan tata krama di sini, saat dia sendiri bicara pentingnya tata krama?" sindir Triton sarkas.


“Yang penting aku sudah datang, bukan?" jawab Rain tanpa dosa.


Titan memberi tahu bahwa pengantin pria harus bersiap menuju altar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lonceng Gereja telah berbunyi dan pintu Gereja terbuka, tampaklah mempelai wanita bersama ayahnya.


Ketika sudah sampai di depan altar, ayah mertuanya menyerahkan putrinya dan berpesan pada Triton, “Kuserahkan putriku padamu, jaga dan sayangilah dia."


“Aku akan berusaha menjaga dan menyayangi putrimu, Papa," jawab Triton mantap.


Triton menyambut uluran tangan Cleo dan tersenyum mendamba. Upacara pemberkatan berlangsung lancar suasana sakral begitu terasa.


Saat pastur sudah mengesahkan mereka menjadi suami-istri, perasaan lega sekaligus bahagia menyelimuti mereka dan semua tamu undangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya resepsi digelar, banyak para tamu undangan yang hadir dari kolega bisnis maupun sesama dokter. Triton dan Cleo tak henti-hentinya memamerkan senyum bahagia.


Banyak tamu undangan yang naik ke atas panggung untuk memberikan selamat pada pengantin baru itu, termasuk para sahabatnya.


“Selamat, Bro akhirnya kau melepas masa lajangmu juga, ini hadiah dariku. Jangan lupa dipakai saat malam pertama nanti ya!" ujar Galaksi sambil menepuk pundak Triton.


“Dasar, otakmu tak bisa jauh-jauh dari kegiatan olahraga malam ya, ternyata?! tapi terima kasih," jawab Triton sambil memeluk Galaksi.


Kini giliran Jupiter yang memberikan ucapan, “Selamat atas pernikahanmu, Dokter. Semoga pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan, jangan lupa beri aku keponakan yang lucu, aku pesan sepasang ya!"


“Doakan saja, semoga malam ini langsung gol!" jawab Triton yakin.


“Selamat atas pernikahanmu, Kelinci gemas, semoga langgeng hingga maut memisahkan, aku pesan ganda campuran juga darimu," ucap Marcus.


“Terima kasih, Bocah. Kapan kau menyusul?" tanya Triton.


“Kapan-kapan. Sudah dulu ya! Aku dan Jupiter hendak berburu makanan," ujar Marcus turun dari pelaminan.


“Selamat atas pernikahanmu, Kakak Kelinci. Huaaa, kau tega sekali meninggalkanku?! Hu-hu-hu..." Titan memberikan selamat pada sang kakak sambil menangis, Cleo yang melihatnya hanya tersenyum geli, sedangkan Hera hanya menghela nafas pelan melihat kelakuan kekasihnya.


“Terima kasih adik bebek lumba-lumbaku. Sudah jangan menangis, aku ini hanya menikah, bukan pergi berperang!" Triton memeluk adiknya yang masih menangis sesenggukan dibalik pundaknya.


Kadang Triton merasa heran, sebenarnya berapa umur Titan, kenapa ia sering bertingkah seperti anak kecil?


“Pasti rumah akan sepi tanpamu, Kelinci," rengek Titan.


“Kami akan main ke rumah sesekali setelah menikah. Lagi pula seharusnya kau segeralah menyusulku menikah, kasihan Hera, dia pasti akan kabur jika kau tidak segera menunjukkan keseriusanmu," ujar Triton.


“Mungkin setahun atau 2 tahun lagi. Jangan lupa berikan aku keponakan, karena aku sangat menggilai sepakbola tolong buatkan aku kesebelasan," ujar Titan disela tangisnya.


Cleo yang mendengarnya mendelik garang pada Titan, “Kaupikir aku seekor kucing yang bisa melahirkan banyak anak sekaligus?!"


“Aku akan berusaha memberikanmu keponakan yang lucu, tapi aku tidak janji dengan kesebelasan, kasihan Cleo," jawab Triton.


Titan berlalu setelah memberikan hadiah pada pasangan pengantin baru itu.


Dan kini giliran Rain yang memberikan ucapan selamat. Masih dengan gaya angkuh dan bossy-nya ia mendekati Triton dan Cleo, “Selamat atas pernikahan kalian, jujur hingga saat ini aku masih tidak menyangka kau memperistri sepupuku, Kelinci."


“Kau masih tidak rela kita menjadi keluarga?" sinis Triton.


“Tadinya begitu, tapi aku hanya ingin adikku bahagia," jawab Rain.


“Alasan saja, aku tahu jik kau sebenarnya masih tidak ikhlas. Aku ragu denganmu yang menganggapku sebagai sahabat," sinis Triton.


“Kau tetap sahabatku meski kau menyebalkan," sahut Rain.


“Lihat, Sayang, dia sedang membicarakan dirinya sendiri," kata Triton pada Cleo.


“Mana hadiahmu, Kak, kau tidak lupa, kan?" tanya Cleo.


“Hadiah utamanya sudah diterima suamimu. Ini adalah hadiah kecil dariku." jawab Rain sambil menyodorkan sebuah kotak pada Cleo dan Triton.


“Terima kasih Orang Kaya, aku senang hadiah utama darimu, dan kotak ini, Uh lumayan besar, sepertinya aku tahu apa isinya, kau dan Galaksi sama saja, ternyata," cibir Triton.


Cleo mencoba menerka apa isi kotak tersebut dan maksud ucapan Triton suaminya. Sedetik kemudian matanya membola dan reflek tangannya memukul pundak Rain dengan keras, membuat Rain sedikit mengaduh.


“Dasar otak ******, bisa-bisanya kau memberikan satu paket hadiah itu pada kami?!" pekik Cleo.


“Aku hanya ingin malam pertama kalian lebih berwarna, kudengar Triton adalah pemain yang handal," jawab Rain tanpa dosa, tentu saja dengan wajah minim ekspresi.


“Fitnah!" sahut Triton cepat.


“Pokoknya bersenang-senanglah nanti malam, dan Triton, sepertinya kau banyak membuat teman wanitamu patah hati, aku melihat beberapa diantaranya di sana." tunjuk Rain di barisan para tamu undangan.


“Itu karena aku sangat populer dan banyak digilai oleh para wanita ha-ha-ha..." jawab Triton dengan percaya diri, membuat Cleo mendengus kesal.


Rain yang menyadari kekesalan Cleo segera membisikkan sesuatu pada Triton, “Sepertinya acara malam pertama kalian ditunda, lihatlah wajah istrimu!"


Benar saja ketika Triton mengalihkan pandangan ke arah Cleo, wajah Triton berubah pucat pasi karena ekspresi Cleo yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Rain tertawa puas dalam hati, merasa senang bisa mengerjai sahabatnya itu.


“Sayang, jangan marah, aku hanya bercanda. Itukan dulu, sebelum aku menikah denganmu, sekarang di hatiku hanya ada dirimu, kok. Aku bersumpah!" ujar Triton pada Cleo, agar tidak marah.


Rasakan itu! Ha-ha-ha.." batin Rain tertawa jahat.


Kemudian Rain turun dari pelaminan dan bergabung dengan yang lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di penghujung acara, sangat ditunggu-tunggu terutama bagi kaum hawa. Yaitu pelemparan buket bunga pengantin.


Cleo dan Triton sudah membelakangi para tamu undangan yang hadir yang sudah bersiap di tempatnya.


“Bersiap ya!" ujar Cleo.


Satu... dua... tiga...


Triton dan Cleo melemparkan bunga bersama, seketika para tamu undangan berebut buket bunga itu, tapi sayang buket bunga pengantin justru jatuh di pangkuan Rain yang sedang duduk di ujung sana sambil menikmati segelas anggur merah.


Para wanita dan pria lajang harus menelan kekecewaan mereka, tetapi Marcus, Jupiter, dan Galaksi justru memberikan tepuk tangan yang meriah.


Triton dan Cleo yang melihatnya hanya tertawa, dengan menggenggam sebuah mic Triton memberikan ucapan selamat khusus pada Rain, “Wow, selamat untuk Beruang kesayangan kami, ternyata ia yang mendapat buketnya, tinggal calon pasangannya saja yang belum, segeralah cari, Brother sebelum bunganya layu."


“Kelinci kurang ajar!" desis Rain.


TBC


Visual Triton dan Cleo saat pernikahan