Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 43



Pagi ini adalah pagi yang buruk untuk Andy, tidak bukan karena ia sedang bertengkar dengan Sunny, bukan itu alasan utamanya yang membuat hari Andy merasa buruk.


Akan tetapi suatu hal yang mengganjal di hatinya, yang ia sendiri juga tidak tahu, apa sebabnya. Gelisah mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Andy saat ini.


“Apakah akan ada hal besar yang akan terjadi padaku?” gumam Andy.


Andy tetap berusaha berpikir positif dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Ia memutuskan untuk langsung berangkat ke restorannya saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Sunny juga merasakan hal yang sama dengan Andy, perasaan gelisah, dan takut.


“Kenapa aku tiba-tiba merasa gelisah, ada apa ini. Apa ada hal buruk yang akan terjadi?” gumam Sunny.


Ia merasa tak nyaman dengan perasaannya pagi ini, tetapi ia memaksakan diri untuk fokus dengan pekerjaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Andy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Cukup lama ia menunggu membuat Andy menggerutu, “Apa dia hidup di jaman batu, yang belum mengenal telepon, sulit sekali dihubungi, ck?!”


Hingga akhirnya telepon tersebut tersambung, “Maaf, nomor yang Anda hubungi sedang berada di luar jangkauan, silahkan hubungi kembali jika orang tersebut masih peduli.”


“Sialan kau, Kelinci liar. Aku meneleponmu karena ada urusan serius, tapi kau malah tidak menjawab teleponku!” gerutu Andy.


“Kau bilang, aku tidak menjawabnya, lalu sekarang ini apa namanya?!”


“Kau terlambat, menjawab teleponku, sialan!”


“Sabar, Bung. Kupikir yang meneleponku adalah oknum yang mengaku seorang debt kolektor. Aku, kan merasa tidak memiliki utang, jadi kubiarkan saja telepon itu,” ujar Triton di seberang sana.


“Sabar Rain, sabar. Ingatkan aku untuk memasak dirinya menjadi sate kelinci yang empuk saat misiku sudah selesai,” batinnya.


“Omong-omong apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Triton.


“Nah, kan. Kelinci itu sudah mulai berulah. Menyebalkan sekali Kelinci liar satu ini,” batinnya menggerutu.


“Aku ingin meminta bantuanmu, bisakah kau kirim orang-orang kita untuk berjaga-jaga di sekitar tempat tinggalku?”


“Memangnya kenapa, tiba-tiba sekali?”


“Aku hanya, memiliki firasat buruk yang akan terjadi padaku, atau pada kekasihku.”


Triton diam sebentar. Ia tak menjawab perkataan sahabatnya itu.


“Rain, ini aku Dione,” ucap sebuah suara di seberang telepon.


“Tidak mungkin. Mengapa kau bisa muncul, seharusnya kau sudah lenyap saat Triton dinyatakan sembuh oleh Dokter.”


“Semuanya itu tidak penting sekarang. Aku hanya ingin memberitahu dirimu bahwa firasatmu itu memang, benar, karena aku juga merasakannya. Memang ada seseorang yang akan berniat buruk padamu, terlebih pada kekasihmu itu,” ujar Dione.


“Seseorang?” beo Andy.


“Hem.”


“Siapa yang kau maksudkan?”


“Untuk siapanya aku tidak bisa melihat dengan jelas, maka dari itu kau harus berhati-hati, Rain. Itu adalah tugasmu melindungi kekasihmu. Aku akan memberi perintah pada anak-anak Red Stars, agar menyamar untuk menjaga kalian dan juga mungkin tambahan dari orang-orang Stevenson atau daddy-mu.”


“Bisa dibilang, orang yang hendak berniat jahat pada kami adalah orang yang berbahaya bukan?”


“Bisa dibilang begitu, atau mungkin kau akan menghadapi pertempuran hebat sebentar lagi, tapi tenang saja, aku akan membantumu. Aku selalu berada dipihak kalian.”


“Sudah lama sekali ya, aku tidak terlibat dalam pertempuran. Apa kalian ada misi selama aku tidak ada?”


“Tentu saja ada, sayang sekali kau tidak bisa ikut bergabung dalam pesta besar kami. Kau tahu beberapa waktu lalu saat Cleo, melahirkan, kita mengadakan peperangan besar yang terjadi di rumah sakit. Luar biasa, bukan?”


“Bagaimana bisa?”


“Ada seorang penyusup, yang menyamar sebagai perawat yang membantu persalinan, beruntung Triton sudah waspada dan menaruh curiga sebelumnya. Dia sudah memerintahkan anak-anak Red Stars lainnya untuk berjaga.”


“Upacara apa yang kalian selenggarakan untuk merayakan kemenangan kalian, pada waktu itu?”


“Bukan upacara yang berlebihan. Hanya merebus, mencincang, dan mengirimkannya sebagai paket hadiah, sangat sederhana bukan?”


“Hem, bagaimana ya? Karena itu daging musuh aku tidak berniat mencobanya, karena rasanya pasti mengecewakan.”


“Ha-ha-ha...”


“Sudahlah, aku pamit untuk hibernasi terlebih dahulu. Akan kukembalikan pada pemilik tubuh aslinya.”


“Baiklah, jangan lupa kirimkan beberapa pengawal untukku dan kekasihku nanti!”


“Iya, kau tenang saja.”


“Halo, apa yang kau bicarakan pada Dione?”


“Dia bilang, dia akan mengirimkan beberapa orang untuk menjagaku dan kekasihku,” jawab Andy.


“Aku akan memberitahu, mereka. Termasuk orang tuamu juga.”


“Baiklah. Aku akan menunggu kabar darimu lagi, Kelinci gemas.”


“Jangan panggil aku Kelinci gemas. Manly begini kau panggil Kelinci gemas!”


“Manly, ha-ha-ha, berkacalah wahai, saudaraku. Anak berumur 2 tahun saja paham jika kau ini girly, meski kau seorang pria?!”


“Menyebalkan!”


Sambungan terputus secara sepihak.


“Semoga bukan dia yang akan menjadi musuhku nanti,” gumam Andy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kata orang ikatan batin seorang ibu itu sangat luar biasa kuat, bisa turut merasakan apa yang sedang dirasakan anaknya. Ya, itu memang benar, Tania sangat merasa gelisah saat ini.


“Tuhan, ada apa ini, apa yang akan terjadi pada Sunny? semoga ia baik-baik saja,” ujar Tania berdoa dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan Galaksi saat ini sedang memberitahu Antonio, jika Rain tengah meminta pasukan pengawal untuk berjaga di sekitar rumahnya dan rumah Sunny.


Antonio yang mendengar laporan dari Galaksi, tentu tak hanya diam saja. Jika anak semata wayangnya itu sudah angkat suara hingga meminta pertolongan, itu berarti, masalah yang dihadapi bukanlah masalah biasa.


“Siapkan beberapa pengawal untuk dikirim ke alamat xxx, suruh mereka menyamar menjadi orang biasa agar tidak terlalu mencolok!” perintah Antonio pada tangan kanannya.


“Baik Tuan!” sahut tangan kanannya.


Galaksi sebenarnya masih bertanya-tanya akan ada peristiwa apakah, sehingga Rain meminta banyak pengawal.


“Apa kita akan bertarung lagi, Uncle?” tanya Galaksi ingin tahu.


“Mungkin yang akan bertarung adalah kalian, Nak, bukan aku,” jawab Antonio.


“Menyusahkan saja, tidak bisakah memberiku waktu istirahat sebentar dari yang namanya darah kotor?!”


“Selama kalian belum mencabut akarnya kalian akan selalu berurusan dengan darah kotor, Nak,” jawab Antonio lagi.


“Ini sangat melelahkan, aku ingin ini segera berakhir,” keluh Galaksi.


“Kalau begitu, jadikan ini sebagai pertarungan terakhir kalian, pastikan kalian harus berhasil mencabut akarnya kali ini!”


“Baik, Uncle, itu sudah pasti,” jawab Galaksi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain saat ini dua sejoli itu sedang bercengkrama di ruang pribadi si pria.


“Bagaimana Sayang, apakah sukses?”


“Kau tenang saja, aku sudah membayar orang kemarin, dan aku yakin pasti rencana kita akan sukses kali ini,” jawab pria tersebut.


“Yang namanya pengkhianat tidak boleh bahagia bukan, buktinya ia mengkhianati dirimu hingga membuat dirimu nyaris bangkrut,” ujar sang wanita.


“Ya itu benar. Tunggulah sebentar lagi, Sayang, dia akan hancur,” timpal kekasihnya.


TBC