
Hari sudah mulai gelap Andy dan Sunny mulai pulang ke rumah masing-masing. Selalu dengan sikap gentle-nya, ia memastikan Sunny masuk ke dalam rumah dengan baik-baik saja.
Setelahnya Andy akan pulang ke rumahnya, dan siap beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari demi hari telah terlewati, Tania saat ini sedang berada di sebuah Cafe bersama Ariel. Ya, sudah lama ini semenjak kepergian Sunny dari kediaman Sullivan, Tania selalu pergi dengan Ariel, untuk menemani rasa sepi yang ada di hatinya. Baginya, Ariel sudah seperti anak sendiri.
“Aunty, masih merindukannya, Ariel. Bahkan hingga saat ini, Aunty tidak tahu bagaimana kabar anak itu, apakah masih ceroboh atau tidak, atau dia bisa hidup dengan baik atau tidak?”
“Aunty tenang saja ya, Aku yakin Sunny akan baik-baik saja, meski kita tahu, Sunny seseorang yang ceroboh, tapi Sunny itu anak yang kuat dan tak mudah menyerah, aku akan berusaha mencarinya untuk Aunty,” jawab Ariel.
“Rasanya masih sangat menyakitkan, mendengar anakku diusir oleh ayahnya sendiri,” ujar Tania.
“Aunty, bersabarlah. Ariel akan berusaha mencari Sunny untuk Aunty.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba ada satu obyek yang menarik atensi Ariel.
“Bagaimana harimu, Marcus?”
“Aku, semenjak aku mengundurkan diri, aku merasa sedikit bisa menghirup udara segar walaupun perasaan bersalah itu menghantui.”
Ariel memicingkan matanya, merasa tertarik dengan obrolan pemuda yang mejanya bersebrangan dengan meja tempatnya dan Tania makan. Dengan segera ia mengaktifkan perekam suara yang terdapat di ponselnya.
“Kalau kau sendiri bagaimana?” tanya Marcus pada sahabatnya itu.
“Aku sedang melakukan suatu hal besar akhir-akhir ini, ya kau tahu, pengkhianat sedang mengintai markas kita, jadi kita harus membereskannya dengan segera, dan omong-omong soal rasa bersalahmu, aku sendiri juga sama bersalahnya, tapi sepertinya Nona cantik itu hidup dengan baik.”
“Dari mana kau tahu, kita saja belum minta maaf pada Nona Sunny karena menjadikannya sebagai kambing hitam penggelapan dana perusahaan?” tanya Marcus penasaran.
“Kalau soal itu aku juga tahu, dan soal dari mana aku tahu jika Nona Sunny hidup dengan baik, tentu saja dari Kak Galaksi karena dia yang tahu semuanya, dan Kak Rain juga menghubungiku untuk misi membawa seorang pria yang berani-beraninya mendekati Nona manis itu,” jelas Jupiter.
“Memang ada hubungan apa antara Nona Sunny, Kak Rain, dan pria yang kau maksud tersebut?”
“Pria asing itu berusaha menjadi orang ketiga dalam hubungan Kak Rain dan Nona manis, maka dari itu ia meminta bantuanku untuk melenyapkannya, dan jangan lupa bahwa ia juga pernah menghina Kak Rain dan mencibir bahwa Kak Rain orang miskin,” jelas Jupiter.
“Huh? Ha-ha-ha... Astaga perutku sakit sekali.”
“Tertawalah sepuasmu, jika Kak Rain tahu, ia pasti akan menghajarmu,” ujar Jupiter cuek.
“Bukan begitu, memang Pak Tua itu sudah punya hubungan yang jelas dengan Nona Sunny?” tanya Marcus.
“Kau tidak tahu, ya, mereka bahkan sudah menjadi pasangan kekasih kau tahu?”
“Apa?!” kaget Marcus dan Jupiter hanya mengangguk.
Tak hanya Marcus yang terkejut bahkan Ariel dan Tania pun juga terkejut mendengarnya. Ya mereka masih setia diam untuk mencuri dengar obrolan kedua pemuda tersebut.
“Ba-ba-bagaimana bisa, bukankah waktu itu Nona Sunny menolak lamarannya?”
“Kau tahu Kak Rain itu cerdik juga licik, selicik musang ekor sembilan? Tentu saja ia menyamar menjadi pemuda biasa yang lugu, agar dapat memikat hati Nona Sunny, tidak hanya itu, ia juga menemani dan membantu Nona Sunny, saat Nona manis itu sedang terpuruk,” jelas Jupiter.
“Luar biasa, kenapa ya, keberuntungan selalu berpihak padanya?!” gumam Marcus.
“Aku sendiri juga tidak tahu,” jawab Jupiter.
“Mungkin di masa lalu ia pernah menyelamatkan dunia dari kegelapan,” gumam Marcus.
“Atau ia adalah reinkarnasi Ksatria Baja Hitam yang menyelamatkan dunia dari para monster jahat,” timpal Jupiter.
“Pokoknya dia sangat beruntung dan aku iri padanya,” ujar Marcus sambil menerawang.
“Aku pun sama,” ujar Jupiter.
Dirasa obrolan mereka sudah selesai Ariel dan Tania mendekati mereka.
“Jadi begitu yang kalian lakukan sehingga membuat Putriku terusir dari rumahnya sendiri?!” tanya Tania tajam.
“N-nyonya, Nona Ari...el?” gumam Marcus tergagap.
“Jadi itu ulahmu Dean?” tanya Ariel.
Oh Jupiter memang berekspresi biasa saja sepertinya, tapi ia sudah berkeringat dingin.
“Jawab pertanyaanku!” murka Tania.
“Aunty, tenanglah.” ujar Ariel sambil mengusap pelan bahu Tania.
“Nyonya kami mohon Anda tenang terlebih dahulu,” ujar Jupiter.
“Bagaimana aku bisa tenang karena perlakuan kalian terhadap anakku, dan membuat anakku menderita?!” ujar Tania
Jupiter dan Marcus hanya menunduk, ya mereka merasa merinding disko sekujur tubuh. Memang siapa yang berani dengan kaum yang sering dijuluki Sang Penguasa ini?
“Sebelumnya kami ingin minta maaf atas semua kesalahan yang kami perbuat terhadap anak Nyonya, Sungguh itu semua bukan kemauan kami, kami terpaksa melakukan itu semua,” jelas Marcus.
“Lalu apa ini ulah Rain Jonathan?” tanya Ariel.
“Eh, i-itu,—.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pernah mendengar pepatah Usaha tak akan mengkhianati hasil? Ya, pepatah itu ternyata memang benar adanya, apa lagi bagi seorang Sunny Adelia. Ia sedang berada di titik tersebut. Bagaimana ia bekerja di restoran kecil, kemudian dipecat, lalu bekerja di restoran milik kekasihnya dari hasil kerjasama membangun usaha.
Sampai berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya untuk keluar dan membangun usahanya dari nol, hingga pada akhirnya usaha yang ia dirikan menjadi sebesar sekarang.
Ya Sunny Adelia yang sekarang dikenal sebagai seorang perancang busana yang sukses, butiknya sudah membuka cabang di beberapa kota.
Semua ini berkat kesabaran dan keuletannya dalam membangun sebuah usaha, serta dukungan penuh dari orang tersayangnya yang selalu setia berada di sampingnya.
Pun begitu juga dengan Andy yang restorannya juga semakin berkembang dan semakin maju, bahkan ia juga membuka beberapa cabang restorannya di kota.
Keduanya semakin sibuk dengan usaha baru mereka namun di tengah kesibukan masing-masing, mereka tetap menyempatkan untuk keluar bersama, agar hubungan tetap awet selamanya.
“Nona, Nona ingin berangkat sekarang?” tanya tangan kanan Sunny.
“Iya aku akan berangkat sekarang, untuk mempersiapkan semuanya,” ujar Sunny.
“Semoga berhasil, Nona,” ucap tangan kanan Sunny.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan di sinilah sekarang, Sunny tengah melakukan gladi bersih bersama para model di sebuah ballroom, untuk peragaan busana esok hari. Akhirnya impiannya terwujud. Karyanya bisa masuk pameran fashion. Lelah, sudah pasti dirasakannya, tetapi ia harus tetap semangat untuk mempersiapkan semuanya.
Waktu sehari terasa sangat cepat. Tak terasa sang mentari telah tenggelam. Acara Gladi bersih pun sudah usai, Sunny mengucapkan terima kasih kepada para tim karena kerja keras mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di sebuah kamar. Tania masih merenungkan penjelasan Jupiter dan Marcus tadi.
“—benar karena perintah dari Tuan Muda Jonathan, karena Tuan Muda merasa sakit hati atas penolakan yang dilakukan oleh Nona Sunny, tapi Nyonya, saat ini Tuan Muda sudah menyadari semua kesalahannya, dan saya pastikan Nona Sunny akan baik-baik saja, Nyonya tenang saja ya?” jawab Jupiter.
“Akan tetapi apa yang dilakukan Rain Jonathan itu sangat keterlaluan!”
“Lantas apa yang bisa Nyonya lakukan, ingat Nyonya Perusahaan Jonathan itu adalah perusahaan besar yang menaungi perusahaan-perusahaan lain, termasuk perusahaan keluarga Anda. Jika Anda bertindak gegabah maka perusahaan keluarga Anda yang menjadi taruhannya!”
Tania terdiam mendengar gertakan Jupiter.
“Nyonya, percayalah dengan Tuan Muda kami, beri ia kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya, dan tolong Nyonya diam serta tutup mulut untuk masalah ini!” timpal Marcus.
Ya, itulah percakapan mereka tadi sewaktu di cafe.
Haruskah ia percaya pada Marcus dan Jupiter?
TBC